Liputan6.com, Washington D.C - Ghazala Hashmi dari Partai Demokrat memenangkan pemilihan wakil gubernur Virginia, menjadikannya perempuan Muslim pertama yang berhasil meraih jabatan di tingkat negara bagian.
Kemenangan ini juga menandai tonggak sejarah lain: Hashmi merupakan warga India-Amerika pertama yang terpilih untuk posisi tingkat negara bagian di Virginia, dikutip dari laman CNN, Kamis (6/11/2025).
Advertisement
Hashmi mengalahkan kandidat Partai Republik John Reid, mantan pembawa acara talkshow konservatif yang juga menjadi calon gay pertama dalam pemilihan tingkat negara bagian. Dalam perannya sebagai wakil gubernur nanti, Hashmi akan memimpin Senat Virginia dan memiliki wewenang untuk memberikan suara penentu jika terjadi kebuntuan.
Posisi ini menjadi sangat strategis karena kursi yang ia tinggalkan di Senat akan memberi Partai Demokrat keunggulan tipis 20–19.
Sebagai senator negara bagian dari wilayah Richmond, Hashmi sebelumnya berperan penting dalam membantu Partai Demokrat merebut mayoritas pada 2019. Dalam kampanyenya kali ini, ia kembali menegaskan komitmennya untuk menentang kebijakan era Trump dan memperjuangkan nilai-nilai yang lebih inklusif.
Virginia sendiri merupakan satu dari 17 negara bagian yang memilih gubernur dan wakil gubernur secara terpisah. Meski begitu, sudah dua dekade sejak kedua posisi ini dimenangkan oleh partai yang berbeda. Jabatan wakil gubernur kerap menjadi batu loncatan menuju kursi gubernur, seperti yang pernah dilakukan oleh Wakil Gubernur saat ini, Winsome Earle-Sears.
Dalam pemilihan pendahuluan bulan Juni, Hashmi berhasil menang atas lima penantang lainnya dengan selisih kecil—hanya 28% suara—namun cukup untuk mengamankan nominasi.
Setelah itu, ia aktif berkampanye bersama kandidat Demokrat lain seperti Abigail Spanberger untuk gubernur dan Jay Jones untuk jaksa agung. Ketika pesan teks bernada kekerasan yang dikaitkan dengan Jones tersebar, Hashmi mengecam isi pesan tersebut meski tidak menyerukan agar Jones mundur, sejalan dengan sebagian besar rekan Demokratnya.
Hashmi juga harus menghadapi berbagai serangan dari pihak lawan, termasuk tuduhan bahwa ia menghindari debat. Kedua kandidat memang tidak pernah tampil bersama dalam debat tatap muka yang dimoderatori, hingga akhirnya Reid memutuskan untuk berdebat dengan “AI perwakilannya” pada Oktober.
Kalahkan Pertahana
Hashmi pertama kali terpilih menjadi senator negara bagian pada 2019, mengalahkan petahana dari Partai Republik dan turut mengubah peta politik Virginia. Pada saat itu, ia menyebut larangan perjalanan Muslim yang diberlakukan pemerintahan Trump sebagai salah satu alasan utama ia terjun ke dunia politik.
Sementara itu, kampanye Reid banyak berfokus pada isu-isu budaya, terutama terkait pendidikan dan siswa transgender, mengikuti keberhasilan Gubernur Glenn Youngkin dengan platform “hak orang tua”.
Reid juga mengusung rencana untuk mendukung pekerja federal yang diberhentikan serta mempertahankan aturan “Right to Work” di Virginia, yang melarang kewajiban bagi pekerja untuk bergabung dengan serikat buruh. Meski dikenal sebagai pendukung Donald Trump, Reid tidak memperoleh dukungan resmi dari mantan presiden tersebut.
Dengan kemenangan kali ini, Ghazala Hashmi mencatatkan sejarah baru dan memperkuat posisinya sebagai salah satu tokoh perempuan progresif yang berpengaruh di Virginia.