Pahami Beda Candil dan Biji Salak yang Populer di Indonesia, Jangan Salah Lagi

Sering dikira sama, beda candil dan biji salak ternyata mendasar pada bahan baku utama dan teksturnya. Ketahui perbedaannya agar tak lagi keliru menikmati kudapan manis ini.

oleh Muhammad Farih FananiDiterbitkan 09 November 2025, 15:00 WIB
Ilustrasi Biji Salak. (Foto: Gemini AI)

Liputan6.com, Jakarta Candil dan biji salak merupakan dua kudapan tradisional Indonesia yang seringkali dianggap serupa karena bentuknya yang bulat kecil dan penyajiannya yang khas dengan kuah gula merah serta santan. Namun, di balik kemiripan visual tersebut, keduanya menyimpan perbedaan fundamental yang memengaruhi rasa dan tekstur. Memahami perbedaan ini penting agar kita dapat mengapresiasi kekayaan kuliner nusantara dengan lebih tepat.

Perbedaan utama antara candil dan biji salak terletak pada bahan baku utamanya. Candil dibuat dari tepung ketan, sedangkan biji salak menggunakan ubi jalar sebagai bahan dasar. Perbedaan bahan ini kemudian berdampak pada tekstur, rasa, hingga asal daerah popularitas masing-masing kudapan.

Liputan6 akan mengupas tuntas beda candil dan biji salak, mulai dari pengenalan, bahan utama, proses pembuatan, hingga karakteristik tekstur dan rasanya. Dengan demikian, Anda tidak akan lagi salah membedakan kedua hidangan manis yang menggugah selera ini. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Rabu (5/11/2025).

Candil dan Biji Salak

Ilustrasi Biji Salak. (Foto: Gemini AI)

1. Candil

Candil adalah bubur manis khas Indonesia yang terbuat dari tepung ketan, gula merah, dan santan. Tepung ketan dicampur sedikit tepung kanji dan air, kemudian dibentuk bulat-bulat, direbus, lalu disajikan dengan kuah gula merah dan santan gurih. Kudapan ini dikenal dengan teksturnya yang kenyal dan padat, serta populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa.

Di Jawa, candil dikenal sebagai jenang grendul, sementara di Bali disebut jaje batun bedil, dan di Sulawesi dengan nama katiri mandi. Candil seringkali memiliki makna simbolis dalam acara adat Jawa, melambangkan harapan akan kehidupan yang berkah dan manis, serta siklus kehidupan yang terus berputar. Kehadirannya selalu dinantikan sebagai hidangan penutup yang menenangkan.

2. Biji Salak

Berbeda dengan candil, biji salak adalah kudapan yang terbuat dari campuran ubi jalar, seperti ubi merah, kuning, atau ungu, dengan tepung tapioka atau sagu. Nama "biji salak" disematkan karena bentuk bola-bolanya yang menyerupai biji buah salak, yaitu bulat, padat, dan sedikit mengilap. Meskipun namanya demikian, biji salak sama sekali tidak mengandung buah salak.

Kudapan ini dikenal sebagai makanan khas Betawi, meskipun popularitasnya telah menyebar ke seluruh Indonesia. Tekstur biji salak yang ideal adalah empuk namun tetap kenyal, tidak alot, dan tidak lembek, memberikan sensasi yang berbeda saat disantap. Biji salak juga sering menjadi pilihan takjil favorit saat bulan Ramadan.

Perbedaan Bahan Utama dan Proses Pembuatan

Perbedaan paling krusial antara candil dan biji salak terletak pada bahan baku utama yang digunakan untuk membuat bola-bola kenyalnya. Perbedaan ini secara langsung memengaruhi karakteristik akhir dari kedua hidangan tradisional tersebut.

1. Candil

Untuk candil, bahan utama yang digunakan adalah tepung ketan, seringkali ditambahkan sedikit tepung tapioka atau tepung kanji untuk kekenyalan yang optimal. Beberapa resep juga mungkin menyertakan tepung beras. Candil otentik tidak menggunakan ubi jalar sebagai campuran, melainkan fokus pada adonan tepung ketan yang diuleni hingga kalis.

2. Biji Salak

Sementara itu, biji salak dibuat dengan bahan dasar ubi jalar yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan tepung tapioka atau tepung sagu. Proporsi ubi jalar dalam adonan biji salak harus lebih banyak dibandingkan tepung tapioka. Hal ini bertujuan agar tekstur yang dihasilkan tidak terlalu keras atau kurang berasa, sehingga tetap lembut dan pulen.

 

Tekstur, Rasa, dan Cara Penyajian

Ilustrasi Bubur Candil. (Foto: Gemini AI)

Perbedaan bahan baku utama antara candil dan biji salak secara langsung memengaruhi tekstur, rasa, dan bahkan cara penyajian kedua kudapan ini. Karakteristik unik masing-masing hidangan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner tradisional.

Candil yang terbuat dari tepung ketan memiliki tekstur yang sangat kenyal dan padat, memberikan sensasi lumer di mulut saat disantap. Rasanya dominan manis dari gula merah dan gurih dari santan, menciptakan perpaduan yang harmonis dan memanjakan lidah. Kekenyalan ini menjadi ciri khas yang membedakannya.

Sebaliknya, biji salak menawarkan tekstur yang lebih lembut dan pulen dibandingkan candil, namun tetap memiliki kekenyalan yang pas. Rasa biji salak manis dari perpaduan ubi jalar dan gula aren, seringkali dengan sedikit sentuhan asin yang menyeimbangkan. Kelembutan ini berasal dari penggunaan ubi jalar sebagai bahan dasarnya.

Kedua kudapan ini umumnya disajikan dengan kuah gula merah kental dan kuah santan gurih. Bola-bola candil direbus dalam kuah gula merah yang dikentalkan, lalu disiram dengan kuah santan yang dimasak dengan daun pandan dan garam. Candil juga seringkali dihidangkan bersama bubur sumsum, menambah kekayaan rasa dan tekstur dalam satu sajian.

Sementara itu, bola-bola biji salak juga direbus dalam kuah gula merah yang dikentalkan dengan larutan tepung tapioka atau kanji. Kemudian, disajikan dengan disiram kuah santan yang gurih. Beberapa resep biji salak juga menyarankan penyajian dengan bubur sumsum, mirip dengan candil, untuk menambah variasi kenikmatan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ringkasan perbedaan utama antara candil dan biji salak:

  • Bahan Utama: Candil menggunakan tepung ketan (dominan), biji salak menggunakan ubi jalar (dominan) dan tepung tapioka/sagu.
  • Asal Daerah: Candil populer di Jawa, sedangkan biji salak dikenal sebagai kuliner khas Betawi.
  • Tekstur: Candil memiliki tekstur kenyal dan padat, sementara biji salak lebih lembut, pulen, empuk, namun tetap kenyal.
  • Penyajian: Keduanya disajikan dengan kuah gula merah dan santan, sering juga dengan bubur sumsum.

Meskipun sering dianggap sama, perbedaan bahan baku utama inilah yang memberikan karakteristik unik pada tekstur dan rasa masing-masing kudapan tradisional ini. Kedua hidangan ini sama-sama mencerminkan kekayaan kuliner nusantara yang patut dilestarikan dan dinikmati.

People Also Ask

1. Apa perbedaan utama antara candil dan biji salak?

Jawaban: Perbedaan utama terletak pada bahan baku: candil terbuat dari tepung ketan, sedangkan biji salak terbuat dari ubi jalar yang dicampur tepung tapioka.

2. Bagaimana tekstur candil dan biji salak berbeda?

Jawaban: Candil memiliki tekstur yang sangat kenyal dan padat, sementara biji salak cenderung lebih lembut, pulen, dan empuk, namun tetap kenyal.

3. Dari mana asal daerah candil dan biji salak?

Jawaban: Candil populer di Pulau Jawa dengan nama lain seperti jenang grendul, sedangkan biji salak dikenal sebagai kuliner khas Betawi.

4. Apakah biji salak mengandung buah salak?

Jawaban: Tidak, biji salak tidak mengandung buah salak. Nama tersebut disematkan karena bentuk bola-bolanya yang menyerupai biji buah salak.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya