PHE Perkuat Ekplorasi di Kawasan Timur Indonesia Melalui Blok Bobara

Pertamina Hulu Energi (PHE) yakni Blok Bobara bakal membuka peluang pengembangan wilayah prospektif lain.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 05 November 2025, 11:01 WIB
Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama konsorsium Petronas dan TotalEnergies resmi menandatangani Farm Out Agreement (FOA) di Blok Bobara. (Foto: Pertamina)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat langkah pengembangan potensi eksplorasi di kawasan Indonesia Timur. Upaya ini sejalan dengan komitmen PHE untuk mendorong kegiatan eksplorasi di area frontier yang memiliki potensi sumber daya besar namun belum tergarap secara optimal.

Sepanjang 2025, PHE telah mendapatkan tiga wilayah kerja eksplorasi baru, yaitu Wilayah Kerja (WK) Binaiya, WK Lavender dan yang terbaru adalah Blok Bobara. Pada Blok Bobara, PHE bersama konsorsium Petronas dan TotalEnergies resmi menandatangani Farm Out Agreement (FOA) dengan porsi partisipasi sebesar 24,5 persen.

Blok Bobara diprediksi memiliki potensi sumber daya mencapai 6,8 miliar barel setara minyak (BBOE), dengan total komitmen tiga tahun pertama senilai USD 16,92 juta. Komitmen tersebut mencakup tiga kegiatan studi geologi dan geofisika (G&G), serta akuisisi dan reprosesing data seismik 3D high resolution seluas 2.000 km².

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi menuturkan, langkah ini menegaskan posisi PHE sebagai penggerak utama pertumbuhan eksplorasi migas nasional.

"Sinergi strategis dengan mitra global seperti PETRONAS dan TotalEnergies menjadi langkah penting dalam mempercepat kegiatan eksplorasi di wilayah berpotensi tinggi seperti Indonesia Timur. Kami optimistis, keberhasilan di Blok Bobara akan membuka peluang pengembangan wilayah prospektif lain di kawasan ini,” ujar Awang.

Blok Bobara sebelumnya telah ditandatangani oleh Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS) sebagai operator pada ajang The 48th IPA Convention 2024, setelah ditetapkan sebagai pemenang Lelang Wilayah Kerja Migas Tahap III 2023.

Pada 2025, PHE bersama TotalEnergies berhasil mengakuisisi sebagian hak partisipasi dari Petronas sebagai bentuk sinergi strategis dalam mempercepat kegiatan eksplorasi di wilayah tersebut.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dilakukan dan memastikan perusahaan bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.

 

PHE Menang Lelang Blok Lavender, Punya Cadangan Gas Tembus 10 TCF

PT Pertamina Hulu Energi (PHE), memenangkan lelang Wilayah Kerja (WK) Lavender dalam Direct Offer Tender Tahun 2025. WK atau Blok Lavender yang berlokasi di Onshore dan Offshore South Sulawesi dan Southeast Sulawesi. Dok PHE

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), memenangkan lelang Wilayah Kerja (WK) Lavender dalam Direct Offer Tender Tahun 2025. WK atau Blok Lavender yang berlokasi di Onshore dan Offshore South Sulawesi dan Southeast Sulawesi menggunakan skema Cost Recovery.

Dalam dokumen lelang disebutkan, WK Lavender memiliki estimasi sumber daya gas 10 triliun kaki kubik (TCF). Pengumuman pemenang Direct Offer Tender Tahun 2025 disampaikan secara langsung Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman dalam perhelatan Asia Pacific Oil & Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025 di Jakarta, Selasa (14/10/2025).

"Blok Lavender yang berada di wilayah onshore dan offshore timur Indonesia memiliki prospek pengembangan gas menjanjikan komitmen kerja awal sebesar USD 2,8 juta," kata Laode Sulaeman.

Direktur Utama PHE Awang Lazuardi, menyatakan bahwa penunjukan WK Lavender oleh Pemerintah kepada PHE merupakan wujud dukungan penting dari Pemerintah dalam upaya keberlanjutan Pertamina untuk terus mengembangkan potensi eksplorasi dalam negeri.

“Pengelolaan WK Levender dari Pemerintah merupakan amanah yang akan kami laksanakan komitmennya menggunakan teknologi dan operasi yang unggul agar Pertamina terus menambah jumlah sumber daya migas domestik demi ketahanan energi nasional. PHE saat ini terus mengeksplor potensi yang berada di Indonesia Timur serta laut dalam,” ujar Awang.

 

Kelola 24% blok minyak dan gas

Saat ini PHE mengelola 24% blok minyak dan gas di Indonesia. PHE turut berkontribusi signifikan terhadap produksi nasional, yakni 69% produksi minyak nasional dan 37% produksi gas nasional.

Hal ini sejalan dengan visi PHE untuk menjadi perusahaan minyak dan gas terkemuka yang memprioritaskan ketahanan energi, ketersediaan, dan keberlanjutan.

PHE akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya