Lippo Karawaci Targetkan 15 Jam Pelatihan per Karyawan Dukung Agenda Keberlanjutan 2030

LPKR menargetkan 15 jam pelatihan per karyawan per tahun untuk memperkuat daya saing dan tanggung jawab sosial perusahaan.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 04 November 2025, 12:20 WIB
Lippo Karawaci memperluas penerapan Individual Development Plan (IDP) di seluruh level organisasi untuk menutup kesenjangan kompetensi di berbagai fungsi. (Dok LPKR)

Liputan6.com, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), perusahaan real estate dan layanan kesehatan di Indonesia, terus memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis talenta. Melalui pendekatan pelatihan digital dan sistem pengembangan karier berkelanjutan, LPKR berkomitmen membangun organisasi yang adaptif, beretika, dan berdaya saing global.

Pemanfaatan platform digital memungkinkan perusahaan memberikan modul pelatihan yang dipersonalisasi sesuai kebutuhan individu, baik dalam aspek teknis maupun non-teknis. Seluruh pelatihan wajib tahunan, seperti kode etik, tata kelola perusahaan, whistleblowing, dan perjanjian kerahasiaan (NDA), kini dilakukan secara daring dan mudah diakses.

“Pendekatan digital ini memastikan setiap karyawan memahami nilai dan kebijakan perusahaan secara menyeluruh,” ujar CEO Grup Lippo Indonesia, John Riady dalam keterangan resmi, Selasa (4/11/2025).

Sebagai bagian dari budaya berperforma tinggi, perusahaan juga menerapkan sistem penilaian kinerja berbasis umpan balik dua arah. Melalui performance management system, setiap atasan mendorong anggota tim untuk terus berkembang melalui evaluasi dan bimbingan berkelanjutan.

 

Individual Development Plan

Lippo Karawaci memperluas penerapan Individual Development Plan (IDP) di seluruh level organisasi untuk menutup kesenjangan kompetensi di berbagai fungsi. (Dok LPKR)

Pada 2024, LPKR memperluas penerapan Individual Development Plan (IDP) di seluruh level organisasi untuk menutup kesenjangan kompetensi di berbagai fungsi. Melalui program ini, 100% karyawan tetap menerima tinjauan kinerja dan rencana pengembangan karier secara rutin.

Perusahaan juga menyiapkan calon pemimpin masa depan lewat Management Development Program (MDP), yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan berbasis potensi individu dan kebutuhan organisasi.

Berbagai inisiatif seperti LippoLand Leader’s Workshop dan Lippo Leadership Offsite Meeting turut digelar guna memperkuat kolaborasi lintas divisi. Sepanjang 2024, total 48.089 jam pelatihan tercatat, dengan rata-rata 16 jam pelatihan per karyawan di seluruh segmen bisnis.

 

Alokasi Anggaran

LPKR mengedepankan metode pembelajaran menyeluruh yang memadukan modul digital dengan lokakarya interaktif, permainan peran, dan diskusi kelompok. Program unggulan seperti Leadership Development, Safety Response Training, dan Continuous Improvement Program dirancang agar peserta dapat mengaplikasikan teori dalam situasi kerja nyata.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, LPKR juga memperluas kurikulum pelatihan Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh unit bisnis. Sepanjang 2024, perusahaan mencatat total 835 jam pelatihan ESG yang mencakup topik risiko iklim, dekarbonisasi, pengungkapan ISSB, dan emisi Cakupan 3.

Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 373 juta, perusahaan menargetkan rata-rata 15 jam pelatihan per karyawan per tahun. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen LPKR dalam mendukung Agenda Keberlanjutan 2030 dan memperkuat posisi perusahaan sebagai organisasi yang berorientasi pada pengembangan talenta dan tanggung jawab sosial.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya