Liputan6.com, Jakarta - Setiap tanggal pada setiap harinya pasti memiliki makna dan sejarah sendiri di baliknya. Tak terkecuali pada hari ini, Selasa (4/11/2025) ada sejumlah peringatan di berbagai penjuru dunia.
Salah satunya adalah Hari Gunakan Akal Sehat atau Use Your Common Sense Day yang diperingati setiap tahunnya pada 4 November. Apa itu? Melansir dari National Today, peringatan tersebut pertama kali digagas oleh Bud Bilanich, seorang pakar motivasi asal Amerika Serikat pada tahun 2007.
Advertisement
Bud Bilanich mencetuskan tanggal 4 November karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya, yang juga dikenal sebagai sosok yang kerap menekankan pentingnya berpikir rasional dan realistis.
Tujuan utama peringatan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan oleh berita palsu, opini emosional, atau keputusan impulsif, melainkan mengandalkan logika, pengalaman, dan pemikiran sederhana dalam menilai sesuatu.
Selain itu, 4 November juga diperingati sebagai Hari Permen Nasional atau National Candy Day Amerika Serikat. Tujuannya sebagai bentuk penghargaan terhadap salah satu camilan paling populer di dunia yakni permen.
Pada hari ini, Selasa (4/11/2025) juga terdapat Hari Mewarnai Dunia dengan Warna Jingga. Hari ini didedikasikan untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit Refleks Simpatik Distrofi yang masih kurang dipahami. Juga untuk memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak dan mengedukasi dunia tentang keberadaannya.
Tanggal 4 November juga diperingati sebagai Hari Persatuan Rusia. Peringatan ini menjadi hari yang istimewa, sebab menjadi hari untuk merayakan keberhasilan rakyat Rusia melawan penjajah pada tahun 1612.
Lalu, apa saja peringatan setiap tahunnya pada 4 November? Simak selengkapnya dihimpun Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:
1. Hari Gunakan Akal Sehat
Melansir dari National Today, Hari Gunakan Akal Sehat atau Use Your Common Sense Day pertama kali digagas oleh Bud Bilanich, seorang pakar motivasi asal Amerika Serikat, pada tahun 2007.
Bud Bilanich mencetuskan tanggal 4 November karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya, yang juga dikenal sebagai sosok yang kerap menekankan pentingnya berpikir rasional dan realistis.
Tujuan utama peringatan ini adalah untuk mengingatkan masyarakat agar tidak mudah termakan oleh berita palsu, opini emosional, atau keputusan impulsif, melainkan mengandalkan logika, pengalaman, dan pemikiran sederhana dalam menilai sesuatu.
Pada era digital yang penuh informasi cepat dan sering kali menyesatkan, penggunaan akal sehat menjadi 'kompas moral' agar seseorang tetap bijak dalam bertindak dan berpendapat.
Akal sehat adalah pengetahuan terapan tentang hal-hal sederhana dan masuk akal. Seperti tidak memasukkan logam ke dalam microwave atau melompat ke sungai tanpa mengetahui apa yang ada di bawah air.
Tanggal ini juga menandai ulang tahun Will Rogers, orang yang berkata "Akal sehat tidaklah begitu umum!". Kita perlu mengingatkan diri sendiri tentang pentingnya menerapkan akal sehat dalam kehidupan sehari-hari, dalam mengambil keputusan dan memanfaatkan peluang sebaik-baiknya.
2. Hari Permen Nasional di Amerika Serikat
Setiap 4 November, warga Amerika Serikat merayakan Hari Permen Nasional atau National Candy Day sebagai bentuk penghargaan terhadap salah satu camilan paling populer di dunia yakni permen.
Tradisi ini berkaitan erat dengan sejarah panjang permen dalam budaya Barat, mulai dari zaman Mesir Kuno yang membuat manisan madu, hingga revolusi industri yang memproduksi permen massal pada abad ke-19.
Hari ini sering dirayakan dengan cara membuat permen rumahan, membagikan camilan ke anak-anak, hingga mengunjungi toko manisan lokal. Selain bernuansa nostalgia, perayaan ini juga memperkuat industri makanan ringan dan menjadi momen untuk mengenang kenangan masa kecil yang manis.
Selain itu, kisah permen sendiri ini bermula di India. Di mana, antara abad ke-6 dan ke-4 SM, orang Persia dan Yunani mengetahui bahwa orang-orang di India memiliki alang-alang yang menghasilkan madu tanpa lebah.
Alang-alang ini sebenarnya tebu, yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara. Orang India kuno merebus sari tebu, dan mengubahnya menjadi potongan-potongan gula, yang mereka sebut khanda.
Sementara di Amerika Serikat, permen pertama kali dikenal pada abad ke-18 dari Prancis dan Inggris. Saat itu, toko permen pun menjelma menjadi kebutuhan pokok Amerika, terutama dalam kehidupan anak-anak di seluruh negeri.
3. Hari Aksi Kerja di Amerika Serikat
Di Amerika Serikat, terdapat perayaan yang disebut Hari Aksi Kerja yang dirayakan setiap hari Senin pertama bulan November. Tahun ini, perayaan tersebut jatuh pada 4 November 2024.
Hari Aksi Kerja pertama kali dirayakan pada tahun 2008 oleh QuintCareers dan kini disponsori oleh LiveCareer. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk menghubungkan para ahli karier dan blogger guna memberikan saran yang relevan bagi pencari kerja dan pekerja.
Sebagai masyarakat, kita semua perlu mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi tidak ada jumlah uang yang bisa menggantikan kepuasan melakukan sesuatu yang kita cintai. Seperti kata pepatah, selalu ada harapan saat mencari pekerjaan yang membuat hidup kita berarti.
Oleh karena itu, kebahagiaan kita adalah hal yang sangat berharga dan patut untuk diperhatikan. Melalui peringatan ini, kita memiliki kesempatan untuk merenungkan perjalanan karier kita dan mengevaluasi apakah kita benar-benar melakukan apa yang kita cintai.
Hari Aksi Kerja juga menjadi waktu yang tepat untuk menyusun rencana tindakan dan melihat gambaran yang lebih luas mengenai masa depan karier kita.
4. Hari Mewarnai Dunia dengan Warna Jingga
Hari Mewarnai Dunia dengan Warna Jingga diperingati setiap hari Senin pertama bulan kesebelas Masehi. Tahun ini, Hari Mewarnai Dunia dengan Warna Jingga bertepatan dengan tanggal 4 November 2024.
Peringatan ini diciptakan untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit langka, yaitu Sindrom Nyeri Regional Kompleks atau Complex Regional Pain Syndrome (CRPS).
CRPS ini membuat ketidaknyamanan neurologis yang meliputi peningkatan impuls saraf di lokasi tubuh tertentu.
Para spesialis medis berspekulasi bahwa kondisi ini muncul akibat disfungsi sistem saraf pusat. Sejarah mencatat bahwa berbagai badan medis dan dokter independen telah berusaha memahami penyebab dan pengobatan untuk sindrom ini.
Sayangnya, hingga saat ini belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan CRPS. Namun, dengan pengobatan dan konseling yang tepat, sebagian besar pasien mengalami perbaikan gejala dan kondisi yang lebih baik.
Melalui peringatan ini, diharapkan masyarakat global dapat lebih memahami dan bersimpati terhadap sindrom langka ini, serta memberikan dukungan kepada mereka yang terkena dampak, serta meningkatkan edukasi tentang keberadaan CRPS ini.
Untuk turut memeriahkan peringatan tersebut, detikers dapat merayakannya dengan mengenakan pakaian oranye. detikers juga dapat mengunggah foto mengenakan pakaian oranye dengan menyertakan tagar resmi untuk menciptakan interaksi sebanyak mungkin.
5. Hari Persatuan Rusia
Kemudian, tanggal 4 November juga diperingati sebagai Hari Persatuan Rusia. Peringatan ini menjadi hari yang istimewa, sebab menjadi hari untuk merayakan keberhasilan rakyat Rusia melawan penjajah pada tahun 1612.
Sejarah peringatan ini dimulai pada tahun 1598, ketika Rusia berada dalam kondisi yang sangat sulit akibat perang berkepanjangan, kerusuhan sipil, dan ekonomi yang terpuruk. Dalam situasi yang tidak stabil ini, Polandia memanfaatkan kesempatan untuk menginvasi dan berhasil menduduki Moskow.
Hingga pada tahun 1612, penduduk Moskow mulai melakukan pemberontakan untuk melawan pendudukan Polandia. Perlawanan itu dipimpin oleh Kuzma Minin, seorang pedagang dari Nizhny Novgorod, dan Dmitry Pozharsky, seorang pangeran yang disegani dan berpangkat tinggi.
Bersama-sama, mereka memimpin rakyat Moskow dalam pertempuran yang akhirnya mengembalikan kota tersebut. Setahun kemudian, pada tahun 1613, Tsar Mikhail Romanov menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional sebagai simbol kekuatan persatuan Rusia.
Sayangnya, peringatan ini tidak lagi dirayakan setelah tahun 1917, ketika Uni Soviet muncul dan mengakhiri monarki Rusia. Namun, impian Uni Soviet yang perkasa tidak terwujud.
Pada tahun 1991, disintegrasi Uni Soviet membuka jalan bagi Rusia modern. Akhirnya, pada tahun 2005, Presiden Vladimir Putin memperkenalkan kembali Hari Persatuan Rusia.