Liverpool vs Real Madrid: Duel dengan Atmosfer Klasik di Anfield

Pertandingan ini akan digelar di Anfield pada Rabu, 5 November 2025, pukul 03.00 WIB, dan menjanjikan atmosfer klasik antara dua raksasa Eropa dengan sejarah panjang rivalitas di kompetisi ini.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 03 November 2025, 11:28 WIB
Kylian Mbappe dari Real Madrid (tengah kiri) merayakan bersama Eder Militao setelah mencetak gol pembuka dalam pertandingan La Liga Spanyol antara Real Madrid dan Valencia di Madrid, Spanyol, Sabtu, 1 November 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta Liverpool dan Real Madrid kembali bertemu di panggung Liga Champions, kali ini pada matchday ke-4 league phase musim 2025/2026. Pertandingan ini akan digelar di Anfield pada Rabu, 5 November 2025, pukul 03.00 WIB, dan menjanjikan atmosfer klasik antara dua raksasa Eropa dengan sejarah panjang rivalitas di kompetisi ini.

The Reds datang mengusung kepercayaan diri yang mulai pulih setelah menang 2-0 atas Aston Villa di Premier League. Di sisi lain, Real Madrid di bawah asuhan Xabi Alonso tampil garang musim ini, baik di Liga Champions maupun La Liga. Alonso, yang dulu menjadi pilar di lini tengah Liverpool, kini kembali ke Anfield dengan status sebagai pelatih tim yang hampir sempurna.

Pertemuan dua tim ini bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Liverpool dan Madrid kerap bersinggungan di kompetisi Eropa, dan laga ini kembali diwarnai cerita menarik—dari upaya Arne Slot menyelamatkan kepercayaan publik hingga perjalanan impresif Alonso bersama Los Blancos.


Liverpool Cari Konsistensi di Bawah Tekanan

Bek Liverpool, Virgil van Dijk (tengah), berebut bola dengan pemain Aston Villa, Morgan Rogers, dalam pertandingan Liga Inggris di Anfield, Inggris, Minggu, 2 November 2025. (AP Photo/Jon Super)   

Kemenangan atas Aston Villa menjadi penawar bagi tekanan besar yang sempat menghantui Arne Slot. Sebelumnya, pelatih asal Belanda itu di ambang rekor buruk sebagai manajer Liverpool pertama yang kalah lima kali beruntun di Premier League. Namun, dua gol—dari Mohamed Salah dan Ryan Gravenberch—mengubah suasana di Merseyside.

Salah mencatatkan gol ke-250 untuk Liverpool, sementara Gravenberch menambah keunggulan lewat tembakan yang berbelok arah. Selain hasil, penampilan tim juga menunjukkan perbaikan, dengan Slot mulai menemukan keseimbangan antara pressing intens dan penguasaan bola. Kemenangan itu menjadi yang kedua dari delapan pertandingan terakhir di semua ajang, menandakan langkah kecil menuju kestabilan.

Sebelumnya, Liverpool juga mencatat kemenangan besar 5-1 atas Eintracht Frankfurt di Liga Champions. Hasil itu membuat mereka menembus 10 besar klasemen league phase, hanya kalah selisih gol dari zona otomatis ke babak 16 besar. Menariknya, kemenangan atas Frankfurt menjadi lanjutan dari rekor impresif di Anfield: 15 kemenangan beruntun di fase grup atau league phase kompetisi Eropa.

Lanjut Baca:

Sejarah juga berpihak pada The Reds di laga kandang kontra Madrid. Sebelum PSG menghentikan langkah mereka musim lalu, Liverpool sempat menaklukkan Los Blancos 2-0 di Anfield—hasil yang memutus delapan kekalahan beruntun dari klub Spanyol tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya