Timnas Indonesia Gagal, Publik Diminta Jaga Ekspektasi Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025

Pelatih timnas Indonesia U-17 Nova Arianto tidak menaruh beban kepada anak asuhnya jelang gelaran Piala Dunia U-17 2025. Dia meminta para pemain menikmati kesempatan tampil di ajang tersebut.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 02 November 2025, 18:31 WIB
Timnas Indonesia bersiap hadapi Piala Dunia U-17 2025. (Dok. Piala Kemerdekaan 2025).

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih timnas Indonesia U-17 Nova Arianto tidak menaruh beban kepada anak asuhnya jelang gelaran Piala Dunia U-17 2025. Dia meminta para pemain menikmati kesempatan tampil di ajang tersebut.

Nova Arianto juga meminta penggemar sepak bola Tanah Air mengelola ekspektasi terhadap pasukannya. Dia tidak ingin masyarakat memberi tanggung jawab besar kepada Garuda Muda menyusul kegagalan timnas senior lolos ke Piala Dunia 2026 baru-baru ini.

“Saya sangat memahami ekspektasi publik sepak bola, yang berharap kita bisa melangkah lebih jauh di Piala Dunia. Tapi saya sampaikan sekali lagi saya hanya ingin fokus pemain bisa menikmati di setiap pertandingan mereka, di lawan Zambia, di lawan Brasil, maupun lawan Honduras,” kata Nova pada jumpa pers daring, Minggu (2/11/2025).

“Kita bisa lihat kemampuan kita ada di mana, atau standar kita ada di mana. Apakah kita masih di Asia, apa kita sudah bisa berbicara banyak di level Piala Dunia,” sambungnya.

 


Kekuatan Mental Timnas Indonesia U-17

Timnas Indonesia U-17 mengakhiri Piala Kemerdekaan 2025 dengan predikat runner-up. Hasil tersebut didapatkan Skuad Garuda Muda kalah dengan skor 1-2 dari Mali dalam laga terakhir yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Senin (18/8/2025) malam WIB. (Dok. PSSI)

Meski begitu, Nova memiliki ambisi pribadi untuk dapat meloloskan tim asuhannya dari fase grup. Peluang itu menurut Nova cukup besar, sebab selain dua tim teratas dari masing-masing grup, tiket ke 32 besar juga akan diberikan kepada delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Salah satu hal yang menjadi perhatian khusus Nova pada anak-anak asuhnya adalah kekuatan mental. Salah satu hal yang telah dilakukan staf kepelatihan adalah meminta para pemain untuk tidak bermain media sosial serta pendekatan dengan tim psikolog.

“Saya bersyukur kita ada tim psikologi yang mengelola secara mental, secara psikologi pemain mereka akan tampil di Piala Dunia. Dan saya juga sampaikan ke pemain masalah taktikal, masalah teknik, masalah fisik saya bilang itu tidak akan berjalan dengan baik kalau pemain-pemain tidak punya mental yang baik,” paparnya.


Skuad Timnas Indonesia U-17

Bek Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker, saat laga melawan Korea Selatan pada laga perdana Grup C Piala Asia U-17 2025 di Prince Abdullah Al-Faisal Stadium, Jumat (4/4/2025) malam WIB. (Dok. Timnas Indonesia)

Kiper: Rendy Razzaqu (Madura United FC), Dafa Al Gasemi (Dewa United FC), Mike Rajasa Hoppenbrouwers (FC Utrecht)

Belakang: Dafa Zaidan (Borneo FC), Ida Bagus Putu Cahya (Bali United), I Putu Panji Apriawan (Bali United), Mathew Baker (Melbourne FC), Eizar Tanjung (Sidney FC), Lucas Lee (Ballistic United SC), Fabio Azkairawan (Persija Jakarta), Ilham Romadhona (Borneo FC), Muhammad Al Gazani (Persija Jakarta), Azizu Milanesta (Asiana Soccer School)

Tengah: Evandra Florasta (Bhayangkara Presisis FC), Muhammad Zahaby Gholy (Persija Jakarta), Nazriel Alfaro (Persib Bandung), Rafi Rasyiq (Semen Padang FC)

Depan: Mierza Firjatullah (Persik Kediri), Fadly Alberto Hengga (Bhayangkara Presisi FC), Dimas Adi Prasetyo (PSM Makassar), Fandi Ahmad Muzaki (Persija Jakarta)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya