Pergantian Pemain Aneh Ruben Amorim Lawan Nottingham: MU Butuh Gol, Tapi yang Masuk Malah 2 Bek!

Alasan Ruben Amorim memainkan Patrick Dorgu pada menit ke-68 dan Noussair Mazraoui sembilan menit berselang untuk menggantikan Diogo Dalot dan Leny Yoro.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 02 November 2025, 21:38 WIB
Ruben Amorim pada laga pekan ke-3 Premier League 2025/2026 antara Manchester United vs Burnley - AP Photo/Ian Hodgson

Liputan6.com, Jakarta Manchester United kembali menuai sorotan, kali ini bukan karena hasil imbang 2-2 melawan Nottingham Forest, melainkan keputusan tak lazim Ruben Amorim di pinggir lapangan.

Dalam laga pekan ke-10 Premier League di City Ground, Sabtu (1/11) malam WIB, Amorim membuat langkah yang tak terduga ketika timnya tertinggal 1-2. Alih-alih menambah kekuatan lini serang, sang manajer justru memasukkan dua pemain belakang.

Padahal, MU punya sejumlah opsi ofensif di bangku cadangan seperti Mason Mount, Kobbie Mainoo, dan Joshua Zirkzee. Namun, Amorim memilih Patrick Dorgu pada menit ke-68 dan Noussair Mazraoui sembilan menit berselang untuk menggantikan Diogo Dalot dan Leny Yoro.

Keputusan itu memancing reaksi keras dari para suporter yang menilai Amorim terlalu defensif dalam situasi genting.

Meski pada akhirnya Amad Diallo mampu menyelamatkan satu poin lewat gol indahnya di menit ke-80, keputusan Amorim tetap jadi perdebatan. Sebab, bagi banyak pihak, pergantian pemain tersebut terasa tidak masuk akal mengingat MU sedang membutuhkan tambahan daya gedor untuk membalikkan keadaan.


Amorim Punya Alasan Tersendiri

Pelatih Manchester United asal Portugal, Ruben Amorim (kanan), menyaksikan penyerang Manchester United asal Belanda #11, Joshua Zirkzee (kiri), meninggalkan lapangan setelah digantikan oleh gelandang Manchester United asal Inggris #37, Kobbie Mainoo, selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Manchester United dan Newcastle United di Old Trafford di Manchester, Inggris barat laut, Selasa dini hari WIB (31-12-2024). (Darren Staples/AFP)

Ruben Amorim menjelaskan bahwa keputusannya tidak semata-mata karena takut mengambil risiko, melainkan karena pertimbangan taktik. Ia khawatir menambah jumlah penyerang justru akan membuat struktur permainan MU berantakan.

“Terkadang, jika Anda menempatkan lebih banyak penyerang, saya rasa kami tidak akan bermain lebih baik,” jelas Amorim.

“Jika Anda melihat Diogo Dalot, sering kali memiliki ruang untuk melakukan umpan silang, tetapi ia memiliki kaki kanan yang kuat dan selalu bergerak ke dalam, tanpa ruang.”

“Dengan Patrick, kami akan melakukan hal yang sama, tetapi ketika Anda menguasai bola, bergeraklah ke samping dan berikan umpan silang dari ruang kosong di sana,” katanya. “Jika Anda ingin bergerak ke dalam, Matheus Cunha selalu ada untuk menerima bola," tegasnya.


Strategi Tak Berubah, Tapi Hasil Tak Maksimal

Penyerang Manchester United asal Pantai Gading #16, Amad Diallo (kanan), merayakan gol kedua timnya bersama bek Manchester United asal Maroko #03, Noussair Mazraoui, dalam pertandingan Premier League Inggris antara Nottingham Forest dan Manchester United di The City Ground, Nottingham, Inggris tengah, pada 1 November 2025. (Darren Staples/AFP)

Menurut Amorim, keputusannya adalah bentuk adaptasi terhadap karakteristik pemain, bukan karena kurangnya kualitas di bangku cadangan. Ia menegaskan, para pemain ofensif seperti Mainoo, Mount, dan Zirkzee tetap penting dalam skema besar tim.

“Jika [Kobbie] Mainoo dan Mason Mount ada di sana, juga Joshua [Zirkzee], kita harus membayangkan permainannya. Josh lebih baik, sedikit seperti Cunha, bermain di antara garis."

"Jika kita melihat permainannya, kita membutuhkan pemain yang harus berada di dalam kotak penalti. Ben [Sesko] adalah yang terbaik untuk melakukan itu,” ucap Amorim.

Sumber: FotMob


Klasemen Premier League 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya