Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk (ASII) akan melakukan pembelian kembali atau buyback saham selama tiga bulan.
Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Djony Bunarto Tjondro menuturkan, Astra mengumumkan program share buyback dengan nilai maksimum Rp 2 triliun yang akan berlangsung dari 3 November 2025-30 Januari 2026.
Advertisement
Satu hari sebelumnya, UT mengumumkan program share buyback-nya dengan nilai maksimum Rp2 triliun, yang berlangsung dari 31 Oktober 2025 hingga 30 Januari 2026. Kedua program tersebut akan dilaksanakan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan terkait share buyback dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.
"Langkah Astra dan UT tersebut mencerminkan keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang berkelanjutan, serta mendukung pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar modal,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan resmi perseroan.
Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (1/11/2025), PT Astra International Tbk akan memakai dana internal untuk melakukan buyback saham dan bukan pinjaman serta dana hasil penawaran umum.
Perseroan menyatakan sesuai dengan POJK Nomor 13/2023, jumlah saham yang akan dibeli kembali dalam pelaksanaan buyback saham tidak akan melebihi 20% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan. Hal ini dengan tetap memperhatikan ketentuan jumlah saham free float setelah pelaksanaan buyback saham tidak akan menjadi kurang dari 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.
“Perseroan yakin pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan memberikan dampak negatif yang material terhadap kinerja operasional dan pendapatan perseroan,” demikian seperti dikutip.
Buyback Saham ASII
Hal itu lantaran perseroan saat ini memiliki modal dan arus kas cukup untuk membiayai pembelian kembali saham dan membiayai kegiatan usaha perseroan.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke BEI, perseroan mencatat ekuitas sebesar Rp 289,63 triliun dan kas sebesar Rp 54,63 triliun hingga September 2025.
Pembelian kembali saham akan dilakukan bertahap dan penuh melalui BEI. Perseroan akan menunjuk satu perusahaan efek untuk melakukan buyback saham.
Pada penutupan perdagangan Jumat, 31 Oktober 2025, harga saham ASII turun 1,99% ke posisi Rp 6.150 per saham. Harga saham ASII dibuka turun 25 poin ke posisi Rp 6.250 per saham. Saham ASII berada di level tertinggi Rp 6.300 dan terendah Rp 6.125 per saham. Total frekuensi perdagangan 14.167 kali dengan volume perdagangan 706.690 saham. Nilai transaksi harian Rp 436,1 miliar.
ASII Tebar Dividen Interim 2025
Sebelumnya, PT Astra International Tbk (ASII) akan membagikan dividen interim untuk tahu buku 2025 sebesar Rp 98 per saham.Jumlah dividen interim yang dibagikan itu sebesar Rp 3,96 triliun.
Pembagian dividen interim itu telah diputuskan dalam rapat direksi Perseroan pada 11 September 2025, dan telah mendapatkan persetujuan dewan komisaris pada 1 Oktober 2025.
“Pelaksanaan pembayaran dividen interim akan dilakukan oleh Perseroan dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tulis Corporate Secretaris PT Astra International Tbk, Gita Tiffani Boer dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (3/10/2025).
Jadwal Pembayaran Dividen Interim
Berikut jadwal pembagian dividen interim Astra International:
- Cum dividen interim di pasar regular dan negosiasi pada 13 Oktober 2025
- Ex dividen interim di pasar regular dan negosiasi pada 14 Oktober 2025
- Cum dividen interim di pasar tunai pada 15 Oktober 2025
- Ex dividen interim di pasar tunai pada 16 Oktober 2025
- Recording date yang berhak atas dividen interim pada 15 Oktober 2025
- Pelaksanaan pembayaran dividen interim pada 31 Oktober 2025