Hansi Flick Terapkan Kebijakan Istirahat Baru di Barcelona untuk Cegah Cedera Pemain

Pelatih Barcelona, Hansi Flick, memperkenalkan kebijakan istirahat baru guna mencegah kelelahan dan cedera, sekaligus menjaga stabilitas tim di tengah musim yang penuh tantangan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 31 Oktober 2025, 14:51 WIB
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, berbicara dengan Andreas Christensen saat pertandingan La Liga Spanyol melawan Rayo Vallecano di Stadion Vallecas, Madrid, Spanyol, Senin, 1 September 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Liputan6.com, Jakarta Barcelona tengah melalui periode kompetitif yang padat, namun pelatih Hansi Flick memanfaatkan jeda pertandingan pekan ini untuk memberi waktu istirahat ekstra bagi skuadnya.

Dengan hanya satu laga dalam seminggu, pelatih asal Jerman itu mengambil langkah strategis untuk mengurangi risiko cedera dan kelelahan pemain.

Menurut laporan Mundo Deportivo, Flick tidak hanya memberikan hari libur pada Selasa, tetapi juga memperpanjang waktu istirahat bagi beberapa pemain utama pada Rabu.

Marcus Rashford, Frenkie de Jong, Jules Kounde, dan Pau Cubarsi termasuk di antara pemain yang mendapat tambahan waktu pemulihan karena tercatat memiliki menit bermain tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Langkah ini merupakan bagian dari program manajemen beban kerja individu yang baru diperkenalkan Flick, dengan tujuan menjaga kebugaran fisik dan kejernihan mental para pemain menjelang periode laga padat.


Pendekatan Ilmiah Demi Cegah Cedera dan Jaga Performa

Marcus Rashford usai mencetak gol bersama Barcelona saat melawan Olympiacos di ajang Liga Champions 2025/2026. (MANAURE QUINTERO / AFP)

Flick dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan ilmiah terhadap kebugaran dan manajemen pemain. Staf pelatih Barcelona kini memantau kondisi fisik setiap pemain secara terpisah dan menyesuaikan rutinitas latihan serta pemulihan sesuai kebutuhan masing-masing.

Dengan sistem ini, Flick berharap bisa menjaga performa tim tetap konsisten tanpa harus mengorbankan kebugaran jangka panjang para pemain. “Tujuannya sederhana: menjaga pemain tetap segar, fokus, dan siap secara mental untuk setiap pertandingan,” ungkap sumber internal klub.

Barcelona berharap pendekatan ini bisa membantu tim kembali menemukan kestabilan performa setelah hasil yang naik-turun pada awal musim. Tim akan menghadapi Elche pada laga berikutnya, dengan harapan bisa menjaga momentum positif di La Liga.


Tantangan Lain di Balik Layar: Stadion, Pramusim, dan Skuad

Pemain Real Madrid dan Barcelona bersitegang dalam laga La Liga 2025/2026 di Santiago Bernabeu, 26 Oktober 2025. (AP Photo/Manu Fernandez)

Meski upaya manajemen kebugaran ini mendapat apresiasi, Flick masih menghadapi sejumlah tantangan di luar lapangan.

Salah satu yang paling disorot adalah penundaan renovasi Spotify Camp Nou, yang membuat tim belum bisa kembali ke stadion utama mereka hingga setidaknya akhir November. Situasi ini disebut turut memengaruhi moral pemain dan stabilitas tim.

Selain itu, tur pramusim Barcelona juga sempat menjadi sumber frustrasi. Perselisihan dengan penyelenggara mengakibatkan pembatalan dan penjadwalan ulang mendadak, mengacaukan rencana latihan yang sudah disusun Flick dengan detail.

Tantangan terbesar datang dari kepergian Inigo Martinez, bek andalan yang secara tiba-tiba meninggalkan klub setelah tur Asia. Kehilangan sosok pemimpin lini belakang itu membuat Barcelona kesulitan menemukan duet ideal bagi Pau Cubarsi, dan ketidakseimbangan pertahanan menjadi salah satu penyebab inkonsistensi tim musim ini.

Di tengah situasi tersebut, kebijakan pemulihan individu yang diterapkan Flick menjadi langkah krusial untuk menstabilkan performa tim dan menjaga kesehatan pemain hingga paruh kedua musim.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya