14 Kemenangan Beruntun! Bayern Munchen Pecahkan Rekor AC Milan dari 1992/93

Bayern Munchen mencetak sejarah dengan 14 kemenangan beruntun di semua kompetisi, memecahkan rekor AC Milan dari musim 1992/93.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 31 Oktober 2025, 12:21 WIB
Selebrasi Luis Diaz dkk. dalam laga Bayern Munchen vs Club Brugge di Liga Champions, Kamis (23/10/2025). (Sven Hoppe/dpa via AP)

Liputan6.com, Jakarta Bayern Munchen menulis bab baru dalam sejarah sepak bola Eropa. Klub raksasa Jerman itu kini mencatatkan 14 kemenangan beruntun di semua kompetisi, melampaui rekor legendaris AC Milan dari musim 1992/93.

Kemenangan terbaru datang pada Rabu malam waktu setempat ketika Bayern menaklukkan 1. FC Koln dengan skor 4-1 di DFB-Pokal. Hasil itu memastikan mereka berdiri sendirian di puncak daftar klub dengan start terbaik dalam sejarah sepak bola modern.

Sebelumnya, Bayern menyamai rekor Milan dengan kemenangan 3-0 atas Borussia Monchengladbach akhir pekan lalu. Kini, kemenangan ke-14 itu menegaskan dominasi The Bavarians di bawah asuhan Vincent Kompany.

Rekor ini bukan sekadar angka. Ini adalah simbol efisiensi, kestabilan, dan daya hancur Bayern di bawah pelatih baru yang berhasil mengembalikan aura kehebatan klub dalam waktu singkat.


Dari Supercup hingga DFB-Pokal: Rentetan Sempurna Bayern

Skuad Bayern Munchen merayakan gol Nicolas Jackson ke gawang Pafos FC Rabu (1/10/2025) (AP Photo/Petros Karadjias)

Perjalanan Bayern musim ini dimulai dengan kemenangan 2-1 atas Stuttgart di Franz-Beckenbauer-Supercup, diikuti dengan hasil 3-2 atas Wehen Wiesbaden di babak pertama DFB-Pokal. Setelah itu, kemenangan demi kemenangan terus datang, baik di Bundesliga maupun Liga Champions.

Kompany membawa timnya menang dalam tiga laga pertama Liga Champions dan delapan pertandingan Bundesliga, sebelum dua kemenangan di ajang piala domestik memperpanjang rentetan luar biasa itu.

Kini, Bayern mencatat 51 gol dan hanya kebobolan 10 kali dalam 14 pertandingan, statistik yang bahkan lebih tajam dibanding AC Milan era Fabio Capello, yang mencatat rasio gol 45-13 pada musim 1992/93.

Trio penyerang Bayern menjadi motor utama kebangkitan ini. Harry Kane tampil luar biasa dengan 22 gol di semua kompetisi, sementara Luis Diaz dan Michael Olise masing-masing mencetak delapan dan tujuh gol. Produktivitas mereka menunjukkan betapa berbahayanya lini depan Bayern di bawah sistem baru Kompany.


Kompany Rendah Hati di Tengah Rekor Besar

Harry Kane (kiri) dari Bayern dan Joshua Kimmich (Bayern) merayakan kemenangan mereka dalam pertandingan Bundesliga antara Bayern Munchen dan Borussia Dortmund di Munich, Jerman, Sabtu, 18 Oktober 2025. (Foto AP/Lennart Preiss)

Meski timnya menorehkan pencapaian bersejarah, Vincent Kompany enggan larut dalam euforia. “Saya tidak terlalu memikirkan rekor-rekor seperti ini,” ujarnya kepada Sky Sport setelah laga melawan Koln.

Namun, ia tak menampik bahwa performa Bayern lahir dari mentalitas dan kualitas tim yang luar biasa. “Rekor datang ketika kami mendekati setiap laga dengan keinginan untuk menang. Itu yang utama. Lalu kualitas pemain juga luar biasa. Mereka bugar, bergerak otomatis, dan lapar untuk menang lebih banyak,” jelas Kompany.

Lanjut Baca:

Pernyataan itu mencerminkan filosofi kepemimpinan Kompany: fokus pada proses, bukan hasil. Dengan pendekatan itu, Bayern kini bukan hanya tim yang menang, tapi juga tim yang menikmati setiap momen permainan mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya