Arne Slot dan Perjudian Fatal di Carabao Cup: Liverpool Terpuruk dan Kini Hadapi Tekanan Besar

Rotasi besar Arne Slot di laga Carabao Cup berujung kekalahan 3-0 dari Crystal Palace. Tekanan terhadap manajer Liverpool kini semakin berat.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 31 Oktober 2025, 10:26 WIB
Pelatih Liverpool asal Belanda, Arne Slot (tengah), berjalan di lapangan setelah peluit akhir pertandingan Premier League Inggris antara Brentford dan Liverpool di Stadion Komunitas Gtech, London, Minggu (26-10-2025) dini hari WIB. (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Hujan deras di Anfield menjadi saksi ketika Liverpool tersingkir dari Carabao Cup dengan cara yang mengejutkan. Dalam laga melawan Crystal Palace, Arne Slot memilih merombak hampir seluruh tim utama, keputusan yang kini menjadi sorotan tajam.

Mohamed Salah, Alexander Isak, dan Florian Wirtz hanya bisa duduk di tribun, menyaksikan timnya tak berdaya di lapangan. Ketiganya, yang total mencetak lebih dari 500 gol sepanjang karier, hanya bisa melihat saat Liverpool tumbang 0-3 di kandang sendiri.

Slot tahu risikonya. Dengan daftar cedera yang panjang dan jadwal padat menanti, pelatih asal Belanda itu berusaha melindungi pemain utamanya. Namun, hasil akhirnya memperlihatkan konsekuensi keras dari keputusan tersebut.

Kini, tekanan terhadap Slot meningkat tajam. Kekalahan itu memperpanjang catatan buruk Liverpool yang telah kalah enam kali dari tujuh laga terakhir di semua ajang, rentetan hasil yang menimbulkan krisis di Anfield.


Rotasi Besar, Risiko Besar

Hasil ini memastikan Palace melaju ke babak perempat final EFL Cup, sedangkan Liverpool tersingkir dan memperpanjang tren negatif mereka di kompetisi domestik. (AP Photo/Jon Super)

Slot melakukan sepuluh perubahan dari tim yang kalah 2-3 dari Brentford akhir pekan sebelumnya. Hanya Milos Kerkez yang dipertahankan, sementara Andy Robertson dipasangkan dengan Joe Gomez di jantung pertahanan.

Di sisi kanan, Calvin Ramsay tampil untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, sementara dua debutan, kiper Freddie Woodman dan winger muda Kieran Morrison, turut tampil sejak awal.

Meskipun tampil dengan komposisi muda, Liverpool sejatinya memulai pertandingan dengan cukup meyakinkan. Rio Ngumoha bahkan sempat menghidupkan suasana dengan aksi eksplosifnya di sisi kiri. Namun, kesalahan Joe Gomez di menit ke-41 membuka jalan bagi Ismaila Sarr untuk mencetak gol pembuka.

Gol itu menjadi titik balik. Palace yang tampil percaya diri terus menekan, dan sebelum turun minum, Sarr kembali mencetak gol keduanya. Tekanan makin berat bagi Liverpool ketika Yeremy Pino menambah luka dengan gol ketiga di babak kedua.


Tekanan Meningkat di Tengah Krisis

Liverpool menelan kekalahan 0-3 dari Crystal Palace pada laga putaran keempat Carabao Cup musim ini di Stadion Anfield, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB. Hasil minor itu, The Reds tersingkir dari turnamen tersebut. (AFP/Paul Ellis)

Bagi Slot, hasil ini bukan sekadar kekalahan di ajang piala domestik, tetapi simbol dari periode tersulit dalam kariernya. Para suporter lawan bahkan kembali meneriakkan “You’re getting sacked in the morning”, cemoohan yang kini terasa lebih nyata dari sebelumnya.

Lanjut Baca:

Meski begitu, Slot mencoba tetap tenang. “Jika Anda kalah lima dari enam pertandingan, lalu enam dari tujuh, tekanan tentu ada. Tapi saya tidak merasa tekanan itu berubah banyak setelah kekalahan ini,” ujarnya usai laga. Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa dukungan fans masih menjadi penyemangat di tengah situasi sulit. “Hal paling positif malam ini adalah ketika kami tertinggal 2-0 dan tidak banyak peluang, para fans tetap mendukung kami. Itu memberi saya keyakinan bahwa pada Sabtu nanti, mereka akan terus mendukung para pemain,” lanjut Slot. Namun, keyakinan itu kini diuji. Liverpool sudah tersingkir dari Carabao Cup, dan peluang meraih trofi musim ini kian menipis. Tekanan untuk segera bangkit kini tertumpu pada laga akhir pekan melawan Aston Villa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya