3 Masalah Serius yang Harus Dibenahi Luciano Spalletti di Juventus: Kondisi Lini Depan Sudah Kronis!

Sebelum Igor Tudor dipecat, Juventus telah menjalani empat pertandingan berturut-turut tanpa mencetak gol, menyamai rekor buruk dari tahun 1991.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 30 Oktober 2025, 20:26 WIB
Pelatih Timnas Italia bicarakan soal kegagalan tim asuhannya usai kalah 0-2 dari Swiss pada babak 16 besar Euro 2024 (AP)

Liputan6.com, Jakarta Luciano Spalletti mengemban tugas berat sebagai pelatih baru Juventus. Sebagai pengganti Igor Tudor, Spalletti langsung dihadapkan pada tantangan besar: memperbaiki performa, secara khusus lini serang.

Juventus memang baru menang 3-1 atas Udinese, tetapi kemenangan itu belum cukup menutupi rapuhnya fondasi tim. Sebuah hasil yang menunjukkan Juventus punya potensi.

Hasil tersebut menyudahi catatan tidak pernah menang yang dihadapi Juventus dalam delapan laga beruntun. Bahkan, pada tiga laga terakhir di semua ajang, Juventus selalu kalah dan gagal mencetak gol.

Spalletti sudah tiba di markas latihan Continassa pada Kamis pagi untuk menandatangani kontrak sebagai pelatih Juventus. Dia punya kontrak hingga akhir musim 2025/2026, dengan opsi perpanjangan jika lolos ke Liga Champions.

Namun, untuk mencapai perpanjangan kontrak dan target itu, mantan pelatih Napoli harus segera menyelesaikan tiga masalah besar yang sudah terlalu lama menghantui tim.


Lini Serangan yang Mandul

Jonathan David (Juventus) terpeleset dalam laga trofi Bortolotti melawan Atalanta di Gewiss Stadium, Bergamo, 16 Agustus 2025. (Spada/LaPresse via AP)

Salah satu masalah utama Juventus di bawah Tudor adalah menciptakan peluang mencetak gol. Sebelum pemecatan pelatih asal Kroasia itu, Nyonya Tua telah menjalani empat pertandingan berturut-turut tanpa mencetak gol, menyamai rekor buruk dari tahun 1991.

Tudor sering merotasi penyerang tengah utama Juventus selama masa jabatannya dan mungkin hierarki yang lebih jelas akan membantu Nyonya Tua membuat pergerakan yang lebih tajam di sepertiga akhir.

Jonathan David, Dusan Vlahovic, dan Lois Openda gagal mencapai level yang konsisten.


Krisis Kepemimpinan di Lapangan

Manuel Locatelli dari Juventus merayakan gol di laga Serie A antara Venezia dan Juventus di Pier Luigi Penzo, Minggu, 25 Mei 2025. (Paola Garbuio/LaPresse via AP)

Apakah ini sesuatu yang hanya dapat diatasi oleh seorang pelatih? Belum tentu, tetapi Spalletti telah terbukti pandai mengembangkan pemain secara teknis dan mental.

Tudor pernah menyebut Manuel Locatelli, Khephren Thuram, Mattia Perin, Jonathan David, dan Dusan Vlahovic sebagai tokoh-tokoh menonjol saat ini dan di masa depan di ruang ganti.

Namun, kondisi lapangan menunjukkan bahwa Juventus kekurangan pemain yang mampu bertanggung jawab di saat-saat kritis. Spalletti harus fokus pada sisi mental. Dia harus membuat pemain memahami arti bermain untuk tim sebesar Juventus.


Menyatukan Visi dengan Manajemen

Dusan Vlahovic merayakan golnya ke gawang Udinese dalam giornata kesembilan Serie A 2025/2026, Kamis (30/10/2025) (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Inilah salah satu alasan kepergian Tudor dan sesuatu yang harus dikerjakan Spalletti bersama para direktur klub, terutama Damien Comolli. Hubungan mereka tak harmonis dalam beberapa pekan terakhir.

Juventus masih menunggu penunjukan direktur olahraga baru, tetapi siapa pun orangnya, ia harus punya hubungan baik dengan Spalletti. Memiliki identitas yang jelas di lapangan juga akan bergantung pada kinerja klub di bursa transfer.

Sumber: Football Italia


Klasemen Serie A 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya