Liputan6.com, Jakarta Krisis Liverpool semakin dalam. The Reds kembali menelan kekalahan menyakitkan setelah tumbang 0-3 dari Crystal Palace di Anfield pada babak keempat Carabao Cup, Kamis (30/10/2025) dini hari WIB.
Kekalahan ini menjadi yang keenam dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi, sebuah catatan yang membuat tekanan terhadap pelatih Arne Slot semakin berat.
Advertisement
Namun, di balik hasil memalukan tersebut, ada satu sosok yang merasa perlu berbicara: pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner. Ia menilai kritik terhadap keputusan Slot yang menurunkan skuad muda Liverpool sebagai sesuatu yang “tidak menghormati para pemain”.
“Kami melihat keputusan Arne Slot, dan saya rasa tidak pantas menyebut tim itu lemah,” tegas Glasner dalam konferensi pers pascalaga seperti dikutip Mirror.
“Saya melihat Joe Gomez yang pernah menjuarai Liga Champions dan Premier League, Wataru Endo yang reguler di timnas Jepang, Alexis Mac Allister yang juara dunia bersama Argentina, Milos Kerkez yang dibeli seharga £40 juta, dan Federico Chiesa yang main untuk Italia. Jadi tidak pantas menyebut mereka tim lemah. Siapa pun yang mengenakan lambang Liverpool pasti punya kualitas.”
Liverpool Kian Terpuruk
Arne Slot membuat 10 perubahan dalam starting XI-nya di laga ini, dengan menurunkan tiga pemain remaja sejak awal. Strategi rotasi itu berujung petaka, Liverpool kalah telak 0-3 dan kembali takluk dari Palace untuk ketiga kalinya musim ini, setelah sebelumnya kalah di Community Shield dan Premier League.
Dua gol Ismaila Sarr di babak pertama serta satu tambahan dari Yeremy Pino di babak kedua memastikan kemenangan telak tim tamu. Liverpool makin menderita setelah Amara Nallo dikartu merah di menit ke-79.
Kritik pun berdatangan, termasuk dari mantan gelandang Liverpool, Jamie Redknapp, yang menilai Slot terlalu berani mengambil risiko.
“Anda tak bisa bilang Slot menurunkan tim itu dengan keyakinan mereka bisa menang,” ujar Redknapp di Sky Sports. “Mungkin ia berharap bisa, tapi saya sama sekali tak melihat peluang mereka bisa mengalahkan Palace. Ia membuat kesalahan besar hari ini.”
Slot Tetap Teguh: Keputusan yang Tepat
Meski diserang banyak pihak, Slot tetap pada pendiriannya. Pelatih asal Belanda itu menilai rotasi besar yang ia lakukan adalah langkah logis untuk menjaga kondisi pemain di tengah jadwal padat.
“Menurut saya, itu keputusan yang tepat, dan saya tidak mengubah pandangan hanya karena kami kalah,” kata Slot. “Dua hari sebelumnya kami baru saja bermain di Frankfurt. Beberapa pemain jelas kesulitan tampil tiga kali dalam tujuh hari. Kami tidak mencari alasan, tapi ini realitas. Skuad kami tidak sebesar yang orang pikirkan.”
Slot kini berada dalam tekanan besar. Liverpool tertinggal tujuh poin dari Arsenal di puncak klasemen Premier League dan sudah kalah empat kali beruntun di liga. Laga kontra Aston Villa di Anfield akhir pekan ini bisa menjadi titik balik, atau justru babak baru dalam krisis The Reds di bawah pelatih baru mereka.
Sumber: Mirror