Liputan6.com, Jakarta Masih banyak mitos yang beredar di masyarakat tentang kanker payudara. Mulai dari pemakaian bra berkawat, penggunaan deodoran hingga disebut-sebut ada salah satu sisi payudara yang lebih rentan terkena kanker.
Benarkah hal itu? Dokter spesialis bedah Feyona Heliani Subrata mengatakan bahwa memang masih banyak masyarakat yang percaya mitos terkait kanker payudara. Kebanyakan jauh dari fakta.
Advertisement
Berikut mitos beserta fakta terkait kanker payudara:
Mitos 1: Payudara Ukuran Besar Lebih Rentan Kanker Payudara
Feyona mengatakan bahwa hal tersebut mitos. Ukuran tidak memengaruhi kanker payudara.
"Enggak berdasarkan ukuran, karena pemicu kanker payudara itu hormon estrogen (yang ada pada setiap wanita). Jadi, mau ukuran payudara besar atau kecil sama aja," kata dokter yang praktik di Eka Hospital Depok Jawa Barat.
Mitos 2: Payudara Sisi Kiri Lebih Sering Kena Kanker Payudara
Feyona mengatakan bahwa hal itu tidak tepat. Baik payudara kanan atau kiri sama-sama bisa berisiko terkena kanker.
Mitos 3: Pakai Deodoran Rentan Kena Kanker Payudara
"Itu mitos juga. Bagi yang tidak cocok, deodoran memungkinkan untuk mengalami infeksi, tapi kalau menyebabkan kanker payudara itu mitos," katanya ditemui di Jakarta dalam peringatan Bulan Peduli Kanker Payudara di Jakarta, 28 Oktober 2025.
Mitos 4: Bra Kawat Bikin Kanker Payudara
"Mitos juga bra kawat itu bikin kanker payudara. Mitos," jelasnya.
Mitos 5: Mammografi Picu Kanker Payudara
Ini salah satu mitos yang paling banyak beredar sampai-sampai membuat banyak perempuan takut melakukan skrining kanker payudara. Faktanya, mammografi tidak menyebabkan kanker payudara.
"Yang bisa menyebabkan kanker itu bila seseorang terpapar radiasi terus menerus selama bertahun-tahun. Nah tapiini kan cuma berapa detik saja. Kan kita enggak dironsen bertahun-tahun," katanya.
Mitos 6: Laki-Laki Tidak Bisa Kena Kanker
Faktanya, laki-laki bisa kena kanker. Sekitar 5-7 persen pria bisa terkena kanker payudara.
"Penyebabnya bisa dari obat-oban steroid, atau bekerja dengan paparan radiasi selama bertahun-tahun," jelas Feyona.
Maka dari itu, bila pria menemukan ada benjolan di sekitar payudara perlu segera diperiksakan untuk mengetahui benar kanker atau bukan.