Mastercard Siap Akuisisi Startup Kripto Zerohash Senilai USD 2 Miliar

Mastercard dikabarkan tengah negosiasi akhir untuk mengakuisisi startup kripto Zerohash senilai USD 2 miliar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 30 Oktober 2025, 18:00 WIB
MasterCard Affluent Card

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan pembayaran global Mastercard dikabarkan tengah bersiap mengakuisisi startup infrastruktur kripto Zerohash dengan nilai mencapai USD 2 miliar atau sekitar Rp 33 triliun (estimasi kurs Rp 16.000 per USD).

Menurut laporan Fortune, proses akuisisi tersebut masih dalam tahap negosiasi akhir, namun keduanya disebut telah mencapai kesepakatan prinsip. Jika terealisasi, langkah ini akan menjadi salah satu akuisisi terbesar di sektor kripto tahun ini.

Dikutip dari U.Today, Kamis (30/10/2025), Zerohash, yang didirikan oleh Edward Woodford (CEO) dan Brian Liston, dikenal sebagai penyedia infrastruktur bagi bank, fintech, dan perusahaan pembayaran untuk mengintegrasikan layanan kripto — mulai dari staking, kustodian aset digital, konversi kripto-ke-fiat, hingga transfer token NFT.

Startup ini telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Interactive Brokers, DraftKings, dan Stripe. Pada September lalu, Zerohash juga berhasil mengumpulkan dana tambahan USD 104 juta dari investor, sehingga valuasinya melonjak menjadi USD 1 miliar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

Strategi Besar Mastercard Masuki Dunia Stablecoin

Ilustrasi Stablecoin. (Foto by AI)

Langkah akuisisi Zerohash dipandang sebagai taruhan besar Mastercard di sektor stablecoin, mengingat Zerohash juga menyediakan infrastruktur stablecoin yang teregulasi, termasuk dukungan terhadap token berbasis dolar seperti PYUSD milik PayPal.

Dalam beberapa tahun terakhir, Mastercard semakin aktif mengembangkan layanan pembayaran berbasis kripto dan stablecoin. Pada April lalu, perusahaan ini mengizinkan konsumen menggunakan stablecoin untuk berbelanja, sementara para pedagang dapat menerima pembayaran dalam bentuk aset digital tersebut.

Sebulan kemudian, Mastercard menjalin kerja sama dengan MoonPay untuk memungkinkan pengguna menautkan kartu Mastercard mereka dengan saldo stablecoin.

Langkah-langkah ini menunjukkan ambisi Mastercard untuk menjadi jembatan antara sistem keuangan tradisional dan aset digital, terutama setelah disahkannya GENIUS Act di AS yang memberikan kejelasan regulasi terkait stablecoin.

 

Mastercard Kian Agresif, Tapi Tak Akan Bikin Blockchain Sendiri

Dengan adanya kepastian hukum yang lebih jelas di sektor stablecoin, Mastercard kini merasa lebih percaya diri dalam memperluas bisnis di dunia aset digital.

Namun, perusahaan pembayaran raksasa itu juga menghadapi kompetisi ketat dari Visa serta berbagai pemain kripto murni yang mulai menawarkan solusi pembayaran berbasis blockchain.

Kendati begitu, Mastercard menegaskan tidak berniat membangun blockchain sendiri, melainkan akan berfokus pada integrasi dan kemitraan strategis seperti dengan Zerohash.

Jika akuisisi senilai USD 2 miliar ini resmi terlaksana, Mastercard berpotensi menjadi salah satu pemain dominan di sektor pembayaran kripto global, sekaligus memperkuat posisinya di tengah transformasi besar dunia finansial menuju era digital.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya