Menuju Indonesia Emas, Kemenag Siapkan Program Pendanaan Riset Perkuat SDM

Riset menjadi hal strategis untuk menjadi arus utama dalam rangka menjamin tumbuhnya SDM berkualitas dan berdaya saing.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 29 Oktober 2025, 17:00 WIB
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Sahiron (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Sahiron mengatakan, sumber daya manusia (SDM) adalah kata kunci agar Indonesia tetap eksis dapat bersaing dengan bangsa-bangsa di dunia. Menurut dia, riset menjadi hal strategis untuk menjadi arus utama dalam rangka menjamin tumbuhnya SDM berkualitas dan berdaya saing.

Menjawab hal itu, Sahiron menjelaskan eksistensi Ministry of Religious Affairs The Awakened Indonesia Research Funds Program (Mora The Air Funds Program) atau Program Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama RI melalui program pendanaan riset melalui skema dari LPDP atas permintaan atau mandatori (penugasan) Menteri yang menyelenggarakan tugas pemerintah di bidang Keagamaan.

"MoRA The Air Funds Program mempertimbangkan urgensi, tata kelola yang baik, dan kondisi keuangan LPDP. Secara teknis, MoRA The Air Funds Program ditangani oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam," kata Sahiron melalui siaran pers diterima, Rabu (29/10/2025).

Sahiron menyatakan, PUSPENMA bertanggungjawab pada pembiayaan pendidikan strategis yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) karena dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 25 Tahun 2024 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama RI yang diperbarui dengan PMA Nomor 33 Tahun 2024 yang dipimpin oleh Kepala Pusat yang bertanggung jawab kepada Menteri Agama melalui Sekretaris Jenderal.

"Program ini menjadi terobosan penting bagi Kementerian Agama RI dalam kerangka menyelesaikan problem-problem kemasyarakatan, Keagamaan dan kebangsaan berbasis riset. Lahirnya program ini didasarkan pada pertimbangan atas tantangan dunia Pendidikan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Ma’had Aly, yang kian hari kian kompleks. Tidak saja masalah perluasan akses, tetapi juga peningkatan mutu dan daya saing," beber Sahiron.

 

Tri Dharma Perguruan Tinggi

Sahiron meyakini, Tri Dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, menjadi matra utama. Sehingga dalam konteks penelitian (riset), telah lama dikembangkan oleh Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) dan Ma’had Aly, baik sekala nasional maupun internasional. Mengangkat pelbagai tema-tema penting yang inovatif dan berkontribusi menyelesaikan problem-problem kebangsaan dan dunia global.

"Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya riset melalui penerapan dan pengembangan riset yang kontributif bagi keilmuan, masyarakat dan daya saing bangsa. Mengakselerasi peningkatan sumber daya riset di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan dan Ma’had Aly dan juga memperbanyak hasil riset dalam bentuk publikasi ilmiah pada jurnal internasional bereputasi, paten dan kekayaan intelektual untuk dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan publik," dia menandasi.

Sebagai informasi, selain meningkatkan kualitas riset yang bersifat advance studies, pada berbagai bidang keilmuan, program MoRA The Air Funds juga dimaksudkan untuk merespons berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, menuju Indonesia Emas tahun 2045.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya