Saham ADRO Melonjak Hari Ini 29 Oktober 2025

Berikut pergerakan harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) pada Rabu, (29/10/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Oktober 2025, 20:29 WIB
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat signifikan pada perdagangan saham Rabu, (29/10/2025).

Mengutip data RTI, harga saham ADRO bertambah 8,4% ke posisi Rp 1.935 per saham. Harga saham ADRO dibuka stagnan di posisi Rp 1.785 per saham. Saham ADRO berada di level tertinggi Rp 1.945 dan terendah Rp 1.775 per saham.

Total frekuensi perdagangan 75.433 kali dengan volume perdagangan 4.687.417 saham. Nilai transaksi Rp 885,5 miliar. Seiring kenaikan harga saham ADRO itu, kapitalisasi pasar saham ADRO mencapai Rp 56,87 triliun.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham ADRO melompat 8,71%. Namun, selama year to date, saham ADRO lesu. Harga saham ADRO turun 23,52%.

Kenaikan saham ADRO ini terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat. IHSG hari ini ditutup melonjak 0,91% ke posisi 8.166,22. Indeks LQ45 naik 1,71% ke posisi 836,71.

Sebagian besar indeks saham acuan menguat. Pada perdagangan saham Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.169,13 dan level terendah 8.042,63. Sebanyak 355 saham menguat sehingga angkat IHSG. 316 saham melemah dan 140 saham diam di tempat.

Fluktuasi Harga Saham ADRO pada Oktober 2025

Pada 8 Oktober 2025, harga saham ADRO mencatat lonjakan impresif. Saham perusahaan energi ini menguat 12,12% dan ditutup pada posisi Rp 1.850 per saham.

Pergerakan saham ADRO pada hari itu dibuka stagnan di level Rp 1.650, dengan mencapai level tertinggi Rp 1.850 dan terendah Rp 1.625 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 48.456 kali dengan volume 3.243.081 saham, serta nilai transaksi sebesar Rp 569,2 miliar.

Namun, euforia tersebut tidak berlangsung lama. Keesokan harinya, pada 9 Oktober 2025, harga saham ADRO berbalik arah dan lesu. Saham ADRO turun 4,59% ke posisi Rp 1.765 per saham pada pukul 14.02 WIB, setelah dibuka naik 15 poin ke Rp 1.865.

Pada sesi pertama perdagangan 9 Oktober 2025, saham ADRO ditutup merosot 2,7% ke posisi Rp 1.800. Pergerakan ini terjadi di tengah IHSG yang bergerak di zona hijau pada sesi kedua, menunjukkan sentimen terhadap ADRO bisa berbeda dari pasar secara umum.

Emiten ADRO Beli 231 Juta Saham ADMR

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menambah kepemilikan saham di PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada pertengahan Oktober 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Sabtu (18/10/2025), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membeli 231 juta saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) pada 16 Oktober 2025. Harga pembelian saham ADMR sebesar Rp 1.435 per saham. Dengan demikian, ADRO merogoh kocek Rp 331,48 miliar untuk membeli saham ADMR.

“Untuk melakukan investasi tambahan pada ADMR, dengan status kepemilikan langsung,” demikian seperti dikutip.

Dengan pembelian saham ADMR itu, ADRO memiliki 34.756.541.100 saham ADMR atau setara 85,01%. Sebelumnya Perseroan mengenggam 34.525.541.100 saham ADMR atau setara 84,45%.

Pada penutupan perdagangan saham Jumat, 17 Oktober 2025, saham ADMR ditutup turun 9,47% ke posisi Rp 1.195 per saham.

 

Kinerja Semester I 2025

Layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) membukukan kinerja keuangan yang lesu hingga Juni 2025. Perseroan mencatat penurunan pendapatan dan laba sepanjang semester I 2025.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (31/8/2025), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk mencatat pendapatan usaha USD 857,69 juta hingga semester pertama 2025. Pendapatan usaha Perseroan turun 18,6% dari periode sama tahun sebelumnya USD 1,05 miliar.

Beban pokok pendapatan susut 3,56% menjadi USD 573,42 juta hingga semester I 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 594,63 juta. Dengan demikian, laba bruto  turun 38,07% menjadi USD 284,27 juta hingga Juni 2025 dari Juni 2024 sebesar USD 459,07 juta.

Perseroan membukukan penurunan beban usaha menjadi USD 60,34 juta hingga semester pertama 2025 dari periode sama tahun sebelumnya USD 73 juta.

Laba usaha turun 47,35% menjadi USD 203,32 juta hingga semester pertama 2025. Pada periode semester pertama 2024, laba usaha tercatta USD 386,19 juta.

Seiring kinerja tersebut, Alamtri Resources mencatat laba periode berjalan terpangkas 77,85% menjadi USD 194,93 juta hingga semester pertama 2025. Periode sama tahun sebelumnya, Perseroan meraup laba USD 880,18 juta.

Ekuitas Perseroan tercatat turun menjadi USD 4,98 juta hingga semester pertama 2025 dari periode Desember 2024 USD 5,37 miliar. Total liabilitas naik menjadi USD 1,41 miliar hingga 30 Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,33 miliar.

Aset Perseroan turun menjadi USD 6,40 miliar hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 6,70 miliar. Perseroan kantongi kas dan setara kas menjadi USD 1,06 miliar hingga Juni 2025 dari Desember 2024 sebesar USD 1,40 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya