Mimpi Pertamina, Mimpi Besar Indonesia

Pertamina sudah menciptakan ekosistem positif untuk mewujudkan mimpi besar: hadirnya pembalap Indonesia di MotoGP.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 29 Oktober 2025, 19:52 WIB
Direktur Utama PT Pertamina Lubricants, Werry Prayogi memaparkan ambisi perseroan mendukung pembalap Indonesia tampil di MotoGP. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Liputan6.com, Jakarta - Astronot Neil Armstrong melontarkan kalimat legendaris begitu menjejakkan kakinya di permukaan bulan saat menjalankan misi Apollo 11 pada 20 Juli 1969. "One small step for man, one giant leap for mankind," katanya.

Pada 13 Oktober 2023, terjadi milestone lain di muka bumi. Dampaknya mungkin tidak sebesar maksud Armstrong terkait peradaban manusia. Tapi momen ini diharapkan memiliki pengaruh besar bagi Indonesia.

Di tanggal itu, Pertamina melalui cucu usaha Pertamina Lubricants resmi menjadi sponsor tim balap VR46 Racing yang mengarungi MotoGP dalam kontrak berdurasi tiga tahun mulai 2024.

Langkah ini melanjutkan program strategis perseroan lainnya di panggung balap global. Pertamina sebelumnya juga mendukung tim balap SAG Team yang berkutat di Moto2 pada 2021. Selain itu, perusahaan yang berdiri pada 10 Desember 1957 ini mensponsori Sirkuit Internasional Mandalika dan gelaran Grand Prix of Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Balap Motor mulai 2022.

Berbagai manuver tersebut menambah eksposur Pertamina sekaligus memperkuat kesadaran publik terhadap Badan Usaha Milik Negara itu. Maka tidak heran jika Pertamina Lubricants sudah menjajaki kemungkinan memperpanjang kerja sama dengan VR46 Racing Team.

"Kami lakukan review kontrak ini, seberapa efektif kerja samanya apa tidak. Mereka pun sama dengan kita. Memungkinkan (kontrak baru), karena kita lebih condong lanjut sama mereka," kata Direktur Utama Pertamina Lubricants Werry Prayogi pada peluncuran livery spesial Pertamina Enduro VR46 Racing Team jelang MotoGP Indonesia 2025, awal Oktober lalu.

 

 

Veda Ega Pratama pamerkan trofi runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. (PT Astra Honda Motor)

Selain pertimbangan bisnis, Pertamina memiliki mimpi besar lain di balik kebijakan-kebijakan tersebut. Setelah Doni Tata Pradita, Mario Suryo Aji, hingga Fadillah Arbi Aditama ambil bagian pada kelas menengah (250cc/Moto2) dan ringan (125cc/Moto3), perseroan berharap akan ada pembalap Indonesia yang tampil di level utama yakni MotoGP.

Sebab, Indonesia tidak kekurangan bakat dalam hal balapan roda dua. Ada remaja 16 tahun Veda Ega Pratama yang berstatus juara Asia Talent Cup 2023 dan runner-up Red Bull Rookies Cup 2025. Sementara pembalap 19 tahun Aldi Satya Mahendra mencetak sejarah dengan menjadi juara dunia kelas Supersport 300 2024. Mario Suryo Aji dan Fadillah Arbi Aditama juga punya masih punya waktu untuk menembus MotoGP.

Lanjut Baca:

Semangat inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Pertamina memilih VR46 Racing Team sebagai rekan.Tim tersebut merupakan jenjang akhir dari tahap pengembangan akademi milik rider legendaris Valentino Rossi. Sekolah itu sudah melahirkan banyak pembalap berprestasi dan menjadi juara dunia. Francesco Bagnaia melakukannya tiga kali, dua di panggung paling bergengsi MotoGP. Siswa pertama Akademi VR46 Franco Morbidelli menguasai Moto2 2017. Nama-nama lain mencakup Marco Bezzecchi, Luca Marini, Romano Fenati, Celestino Vietti, Andrea Migno, hingga Niccolo Antonelli. "Mereka punya akademi VR46 dan kita juga punya milestone yang harus dicapai. Jadi, ada target. Supaya sama-sama punya pressure dan manfaat juga, agar ada pengembangan buat pembalap-pembalap kita melalui akademi yang mereka miliki. Kan, yang punya akademi di tim MotoGP cuma mereka," papar Werry.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya