Liputan6.com, Jakarta - Transaksi saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melonjak di pasar negosiasi pada perdagangan Rabu (29/10/2025).
Berdasarkan data RTI, IHSG hari ini ditutup melompat 0,91% ke posisi 8.166,22. Indeks LQ45 melonjak 1,71% ke posisi 836,71. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.169,13 dan level terendah 8.042,63. Sebanyak 355 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 316 saham melemah dan 140 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.239.884 kali dengan volume perdagangan 28,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 22,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.608.
Mayoritas sektor saham menghijau yang dipimpin sektor saham basic. Sektor saham basic mendaki 3,44% dan catat penguatan terbesar. Sektor saham keuangan bertambah 1,56% dan sektor saham consumer siklikal menanjak 1,54%.
Sektor saham energi mendaki 0,79%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,35%, sektor saham kesehatan menguat 0,40% dan sektor saham transportasi melesat 0,95%.
Sektor saham industri turun 0,95%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham properti melemah 0,74%, sektor saham teknologi turun 0,66%, dan sektor saham infrastruktur merosot 0,26%.
Transaksi Saham EXCL dan BBCA di Pasar Negosiasi
Mengutip data RTI, di pasar negosiasi, transaksi saham EXCL dan BBCA cukup signifikan. Di pasar negosiasi, transaksi harian saham EXCL mencapai Rp 2,7 triliun. Harga saham EXCL ditutup naik 3,31% ke posisi Rp 2.500 per saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak tiga kali. Total volume perdagangan saham 10.948.036 saham. Nilai transaksi harian Rp 2,7 triliun. Harga saham EXCL berada di level tertinggi Rp 2.500 dan terendah Rp 2.410 per saham.
Di pasar regular, transaksi harian saham EXCL mencapai Rp 2,8 triliun. Harga saham EXCL ditutup naik 4,94% ke posisi Rp 2.550 per saham. Harga saham EXCL dibuka turun 20 poin ke posisi Rp 2.410 per saham. Saham EXCL berada di level tertinggi Rp 2.580 dan terendah Rp 2.410 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.757 kali dengan volume perdagangan 11.068.895 saham.
Transaksi Saham BBCA
Transaksi harian saham BBCA di pasar negosiasi mencapai Rp 1,3 triliun. Harga saham BBCA ditutup bertambah 2,62% ke posisi Rp 8.492 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.800 dan terendah Rp 8.309 per saham. Total frekuensi perdagangan sebanyak 11 kali dengan volume perdagangan 1.518.449 saham.
Di pasar regular, transaksi harian saham BBCA mencapai Rp 3,3 triliun. Harga saham BBCA ditutup bertambah 3,93% ke posisi Rp 8.600 per saham. Saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.600 dan terendah Rp 8.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 51.119 kali dengan volume perdagangan 3.910.017 saham.
Sentimen IHSG
Dalam kajian riset Phintraco Sekuritas, IHSG dibuka menguat dan sempat melemah, tetapi kemudian berbalik arah di teritori positif yang antara lain ditopang oleh penguatan saham perbankan besar dan pertambangan.
Dari dalam negeri, sentimen positif berasal dari upaya Bank Indonesia (BI) yang akan memberikan insentif berupa penurunan Giro Wajib Mininum (GWM) bagi bank yang menurunkan suku bunga kredit lebih cepat mulai 1 Desember 2025.
Insentif yang didasarkan suku bunga kredit/pembiayaan (interest rate channel) tersebut yakni paling tinggi sebesar 0,5 persen dari DPK.
Secara rinci, bank yang memiliki elastisitas suku bunga kredit baru kurang dari 0,3, tidak bisa mendapatkan insentif. Sebaliknya, bank dengan elastisitas suku bunga kredit baru di kisaran 0,3 hingga lebih dari 0,6, maka akan diberikan insentif.
Sentimen IHSG Lainnya
Untuk elastisitas bunga kredit baru antara 0,3-0,6, insentif yang diberikan sebesar 40 basis poin (bps) atau 0,4 persen dari DPK. Sementara, elastisitas bunga lebih dari 0,6, insentif sebesar 50 bps atau 0,5 persen dari DPK.
“Selain itu, sentimen positif juga berasal dari ekspektasi mulai memulihnya ekonomi domestik pada kuartal IV-2025, serta indikasi harga komoditas emas yang rebound,” demikian seperti dikutip dari Antara.
Dari mancanegara, sentimen positif berasal dari ekspektasi penurunan suku bunga The Federal Reserve (the Fed) dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan disampaikan Kamis (30/10) dini hari waktu Indonesia.
Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 3,75-4 persen, yang mana akan menjadi level terendah sejak Desember 2022.