Konsep Baru Bakso Boedjangan Usai Beroperasi 1 Dekade, dari Rasa hingga Wifi

Bakso Boedjangan meluncurkan konsep barunya di gerai Bulungan, Blok M, menandai transformasi besar setelah hampir satu dekade. Perubahan ini didasari oleh pergeseran perilaku konsumen yang kini mencari pengalaman kuliner modern dan menyeluruh.

oleh Faqih Nur ImanDiterbitkan 30 Oktober 2025, 11:30 WIB
Sesi Poto setelah pemotongan pita pada konferensi pers bakso Boedjangan, Rabu 29 Oktober 2025 (dok. Liputan6.com/faqih nuriman)

Liputan6.com, Jakarta - Bakso Boedjangan menghadirkan konsep baru, Baksonya Semakin Enak, setelah satu dekade berjalan. Konsep tersebut lahir dari pengamatan manajemen terhadap perubahan besar pada perilaku konsumen, yakni mereka tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga pengalaman yang relevan, modern, dan nyaman. 

"Konsep baru Bakso Boedjangan ini kami hadirkan untuk menjawab permintaan pasar, terutama pelanggan setia dan Gen Z, terkait varian bakso yang lebih beragam dan ingin memberikan rasa autentik Bakso Boedjangan sebagai apresiasi kepada para pelanggan setia," kata Fachmi Jaidi, Head of Partnership and Business Development CRP Group, di Jakarta, Rabu, 29 Oktober 2025.

Untuk itu, pihaknya menghadirkan sejumlah menu baru atau menu lama yang di-upgrade, seperti paket bakso telur, paket bakso tahu, paket bakso membara, paket bakso keju yang diklaim lebih lumer, hingga paket iga yang menjadi menu andalan. Menu itu disajikan bersama dengan sambal pedas khas Boedjangan. Seluruh menu itu disajikan dengan tampilan mangkuk baru dan plating yang lebih menarik.

"Best seller-nya bakso goreng keju," kata Fachmi.

Selain menu utama, Bakso Boedjangan juga memperkenalkan beragam menu dessert, seperti Es Nona Boedjangan dengan campuran cendol, biji selasih, nata de coco, dan sirup pandan yang manis lembut, serta Es Durian Kesepian dan Es Durian Kesepian dengan Keju Parut yang menghadirkan perpaduan rasa legit dan segar sebagai penutup sempurna setelah menikmati semangkuk Bakso Boedjangan.

 

Inovasi Kuah Keju

Bakso iga Boedjangan, Rabu 29 Oktober 2025(dok. Liputan6.com/faqih nuriman)

Tidak sekadar menu baru, Fachmi menyatakan kualitas produk juga ditingkatkan dengan membuat resep baru agar cita rasa makanan lebih kaya dan tekstur bakso yang lebih berisi. Chef Kiky, Product and Research Development Manager CRP Group, menyatakan pihaknya berhasil menyajikan tiga varian kuah setelah melalui riset dan pengembangan yang cukup lama.

Pertama, kuah kaldu yang digodok dengan waktu yang lama hingga menghasilkan rasa gurih dan kaya rempah. Chef Kiky mengungkapkan ia dan timnya memerlukan waktu setahun untuk mencapai cita rasa yang diinginkan.

Berikutnya ada kuah taichan yang menawarkan sensasi pedas segar bagi para pecinta pedas. Terbaru, ia menciptakan varian kuah keju yang creamy. Varian itu terinspirasi dari kecintaannya akan keju.

"Aku bikin sama tim gimana ini caranya bikin bakso tapi pakai kuah keju. Ini kan unik ya, baru, belum ada di mana-mana. Biasanya hanya bakso isi keju kan?" celotehnya.

Inovasi juga berlaku pada tekstur bakso yang disebut Kiky lebih berisi. Untuk menjaga kualitas, ia menekankan pentingnya menggunakan daging bermutu dan memastikan proses penggilingan menggunakan es batu agar protein tidak rusak akibat panas yang dihasilkan oleh perputaran mesin giling.

Bisa Nongkrong Sambil Kerja

Suasana di dalam bakso Boedjangan New concept, Rabu, 29 Oktober 2025 (dok. Liputan6.com/faqih nuriman)

Tidak hanya fokus pada rasa, Bakso Boedjangan juga meningkatkan layanan dan pengalaman pelanggan. Salah satu aspek layanan yang ditingkatkan adalah kenyamanan dalam bertransaksi dan bersantap. 

Pelanggan kini menikmati pelayanan optimal, seperti pemesanan dan pembayaran langsung di meja tanpa perlu repot berjalan memutari outlet. Suasana outlet didesain lebih modern dan nyaman, bahkan dilengkapi dengan fasilitas seperti Wi-Fi, menjadikannya tempat yang cocok untuk bekerja atau bersantai.

"Melalui konsep baru ini, Bakso Boedjangan menghadirkan baksonya semakin enak dan berkesan. Kami menghadirkan pengalaman baru yang kita lebih rasa yang kaya pilihan menu yang beragam serta desain yang modern, namun tetap menghadirkan, kehangatan dan kenyamanan untuk merasakan kunjungan seperti menikmati carport di rumah sendiri," tutur Brand Manager CRP Group Mamay Kurniawan

Selain kenyamanan, aspek estetika juga menjadi perhatian utama. Seluruh produk yang disajikan dirancang agar instagramable, sehingga pelanggan dapat dengan mudah mengabadikan momen dan membagikannya di media sosial seperti Instagram dan TikTok.

Dimulai dari Cabang di Bulungan Blok M

Sesi talkshow Bakso Boedjangan New concept (tengah Fachmi, Kanan chef Kiki), 29 Oktober 2025 (dok. Liputan6.com/faqih nuriman)

Segmentasi pasar menjadi salah satu fokus utama dalam peluncuran konsep baru ini. Segmen utama Bakso Boedjangan meliputi Gen Z, keluarga muda, dan anak-anak muda aktif yang suka menjelajahi kuliner lokal. Selain itu, mereka juga menargetkan profesional muda yang mencari suasana makan yang modern namun tetap ingin menikmati cita rasa otentik.

Bakso Boedjangan Bulungan menjadi titik awal pengenalan konsep baru mereka. Pertimbangannya karena lokasinya yang strategis dan ramai dengan anak-anak muda.

Jika semua aspek sudah dipastikan berjalan, mulai dari rasa hingga operasional, Fachmi menyatakan konsep baru itu juga akan diaplikasikan ke seluruh cabang mereka yang kini terdiri dari lima tempat, termasuk di Banjarmasin dan Bali.

"Ada rencana ekspansi di masa depan, tapifokus saat ini adalah pembenahan cabang yang sudah ada dan menyiapkan SOP yang halus dan smooth untuk penetrasi konsep baru," katanya. 

Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 10 persen. Dengan konsep baru, harga menu disesuaikan, dimulai dari kisaran Rp20 ribuan, dengan penyesuaian yang diklaim masih nyaman di kantong sesuai dengan porsi dan rasa yang disajikan.

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya