Pemprov DKI Jakarta Kebut 30 Kawasan TOD, Ini Bocoran Lokasinya

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, pengembangan kawasan tersebut tidak harus menunggu proyek MRT dan LRT selesai.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 29 Oktober 2025, 13:26 WIB
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memetakan setidaknya 24 hingga 30 kawasan yang potensial dikembangkan menjadi Transit Oriented Development (TOD). Hal ini sejalan dengan rencana perluasan transportasi massal di ibu kota.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, pengembangan kawasan tersebut tidak harus menunggu proyek MRT dan LRT selesai.

“Jika kita menunggu angkutan umum massalnya ada baru dikembangkan, sementara daerah itu butuh,” kata Syafrin usai hadir dalam pembukaan Rapat Koordinasi Transportasi Terintegrasi dan Terpadu di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Syafrin menjelaskan, pengembangan kawasan tersebut akan mengikuti Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 67 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kawasan Berorientasi Transit.

Melalui aturan itu, operator transportasi seperti MRT Jakarta dan PT KAI akan menjadi pelaksana pembangunan kawasan TOD di wilayah operasionalnya.

“Contohnya MRT di Dukuh Atas atau di Tanah Abang itu oleh KAI,” kata Syafrin.

Sementara itu, untuk kawasan yang sampai saat ini belum tersentuh proyek transportasi massal, Pemprov DKI Jakarta akan mengambil peran melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT).

 

Grogol

Syafrin mencontohkan salah satu kawasan yang akan menjadi proyek TOD adalah Grogol. Meski baru akan dilewati jalur MRT East-West pada fase dua, kawasan tersebut sudah diinisiasi untuk dikembangkan lebih awal.

“Kawasan Grogol misalnya, nantinya di sana akan ada lintasan MRT East-West, tapi kalau menunggu itu, kapan berkembangnya? Jadi itu sudah diinisiasi untuk ditawarkan,” jelas dia.

Percepatan pengembangan TOD di berbagai titik ini diharapkan dapat mendorong pemerataan ekonomi, menciptakan hunian terintegrasi, dan meningkatkan efisiensi transportasi publik di Jakarta.

“Dengan cara ini, warga bisa menikmati konektivitas yang lebih baik tanpa harus menunggu semua proyek transportasi selesai,” ucap dia.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya