Rahasia Pagi Gwyneth Paltrow, Raw Cream Campur Kopi yang Berisiko Tinggi

Ritual sarapan Gwyneth Paltrow memicu peringatan keras dari ahli gizi.

oleh Salsa Nur FadillahDiterbitkan 22 Desember 2025, 06:00 WIB
Gwyneth Paltrow (VALERIE MACON / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Gwyneth Paltrow, pendiri brand gaya hidup Goop, kembali mencuri perhatian dengan pengakuan tentang ritual sarapannya. Aktris berusia 53 tahun ini mengungkap pada British Vogue bahwa ia suka menambahkan raw cream ke dalam kopi paginya.

Namun, kebiasaan ini langsung memicu peringatan keras dari ahli gizi. Melansir The New York Post, 29 Oktober 2025, konsumsi produk susu tanpa proses pasteurisasi dinilai membawa risiko kesehatan serius karena berpotensi mengandung bakteri berbahaya.

Di sisi lain, mantan bintang "Shakespeare in Love" ini juga menunjukkan sisi manusiawinya dengan mengaku sesekali menikmati oreo berlapis cokelat sebagai camilan larut malam yang ia sebut sebagai "lemak trans maksimal."

Kontras antara gaya hidup "sehat" yang ekstrem dan kebiasaan ngemil yang santai ini menjadi inti perdebatan. Meski terlihat alami dan sering dikaitkan dengan gaya hidup sehat, para ahli gizi kompak menyuarakan peringatan keras terhadap konsumsi "krim mentah" yang jadi favorit Paltrow.

Kelly Springer, seorang ahli diet dan ahli gizi terdaftar yang berbasis di Skaneateles, New York, menjelaskan risiko tersembunyi ini. "Susu mentah dapat mengandung berbagai patogen penyebab penyakit," ujar dia.

Menurutnya, sudah ada banyak penelitian yang membuktikan bahaya dari susu yang tidak dipasteurisasi. Ada mitos populer di kalangan tertentu bahwa pasteurisasi mengurangi nilai gizi susu.

Namun, Springer menegaskan bahwa itu hanyalah mitos. "Pasteurisasi secara efektif membunuh patogen susu mentah tanpa merusak kualitas susu," lanjutnya.

Bahaya di Balik Tren Raw Cream ini Peringatan Keras dari Ahli Gizi

Ilustrasi Mengonsumsi Kopi Credit: pexels.com/Rachel

Risiko potensial yang dibawa krim mentah jauh melebihi manfaat gizi tambahan yang mungkin dipertahankan, terutama mengingat jumlah krim yang sangat sedikit ditambahkan ke kopi. Peringatan ini selaras dengan panduan dari lembaga kesehatan besar, seperti FDA dan CDC,

Mereka menyarankan untuk selalu memilih produk susu yang telah dipasteurisasi demi menghindari infeksi bakteri. Di tengah kebiasaan ekstremnya, Paltrow mengejutkan banyak orang dengan pengakuannya tentang camilan larut malam, yaitu oreo berlapis cokelat.

Kejujuran ini justru disambut baik oleh ahli diet Lauren Manaker, yang melihatnya sebagai pelajaran berharga tentang diet yang seimbang. Ia berkata, "Saya suka bahwa Gwyneth secara terbuka berbicara tentang menikmati oreo berlapis cokelat untuk kesenangan semata." 

Kunci Kesehatan Adalah Keseimbangan, Bukan Kesempurnaan

Ilustrasi oreo. (dok. Unsplash.com/Nelly Antoniadou)

Manaker mengkritik pola pikir "semua-atau-tidak sama sekali" yang sering menjerat orang. Menurutnya, kesehatan sejati ada pada gambaran besar.

Satu atau dua keping kue, meski mengandung bahan yang kurang ideal, tidak akan secara signifikan merusak perjalanan kesehatan seseorang. "Keseimbangan dan konsistensi adalah kunci," tambahnya.

Bahkan, Springer yang berhati-hati pun setuju bahwa moderasi itu penting, menyebut, "Oreo memiliki nilai gizi yang sangat rendah, namun jika dimakan dalam jumlah sedang dengan makanan yang bernilai gizi tinggi, mereka tetap bisa masuk dalam pola makan secara keseluruhan."

Produsen Oreo sendiri mendukung pendekatan ini, menekankan bahwa kue mereka "tentu saja dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang seimbang dan penuh kesadaran."

Risiko yang Tidak Sebanding

Ilustrasi susu (dok. Pixabay.com/Couleur)

Meski memuji keseimbangan dalam camilan, Manaker dengan tegas menolak kebiasaan krim mentah Paltrow. Baginya, potensi risiko bakteri jauh lebih besar daripada manfaat gizi kecil yang mungkin didapat.

Ia menjelaskan, "Susu dan krim mentah berpotensi mengandung bakteri berbahaya, seperti E. coli, salmonella, atau listeria." Ia mengakui bahwa produk mentah mungkin sedikit lebih bergizi, tapi perbedaannya terlalu kecil, terutama jika hanya ditambahkan sedikit ke kopi.

Ia menyarankan agar masyarakat tetap memilih krim yang dipasteurisasi untuk mendapatkan rasa dan tekstur yang sama tanpa mengorbankan keamanan.  Selain membahas krim dan oreo, Paltrow juga pernah mengaku bahwa ia sempat muntah karena smoothie yang terlalu kaya protein.

Pengakuan ini memberi perspektif yang menarik. Manaker menggunakan cerita ini untuk menegaskan bahwa makanan harus menjadi "sumber kenikmatan," bukan penderitaan. "Jika sesuatu membuat Anda muntah, itu mungkin bukan pilihan yang tepat untuk Anda," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya