Liputan6.com, Jakarta Barcelona tengah melewati masa-masa sulit. Bulan Oktober menjadi periode yang berat bagi tim asuhan Hansi Flick, dimulai dari kekalahan tipis 1-2 melawan PSG hingga tumbang 1-4 di tangan Sevilla. Dua kemenangan atas Girona dan Olympiakos sempat memberi harapan, tetapi kekalahan terbaru di El Clasico kembali membuka luka lama.
Dengan sepuluh pertandingan tersisa sebelum pergantian tahun, Barcelona masih membidik dua target besar — lolos langsung ke babak 16 besar Liga Champions dan menjaga jarak dengan Real Madrid dalam perburuan gelar La Liga. Namun, untuk mewujudkannya, Flick harus segera menemukan solusi dari masalah mendasar timnya.
Advertisement
Kerapuhan di lini belakang, absennya pemain kunci seperti Raphinha, dan kondisi fisik Lamine Yamal menjadi faktor utama yang menghambat performa Blaugrana. Tiga hal inilah yang harus segera dibenahi jika Barcelona ingin kembali ke jalur kemenangan.
Berikut tiga langkah penting yang harus dilakukan Flick agar Barcelona bisa bangkit setelah El Clasico.
Mengembalikan Ketangguhan Lini Belakang Barcelona
Pertahanan Barcelona kini menjadi sumber kekhawatiran terbesar. Sejak kemenangan 3-0 atas Getafe pada 22 September, Blaugrana gagal mencatatkan satu pun clean sheet. Dalam tujuh laga berikutnya, gawang mereka kebobolan 12 gol — catatan yang jauh dari standar klub sebesar Barcelona.
Dari 13 pertandingan di semua kompetisi musim ini, hanya tiga kali Barcelona mampu menutup laga tanpa kebobolan. Bandingkan dengan musim lalu, ketika garis pertahanan tinggi dan tekanan agresif menjadi kekuatan utama mereka. Kini, strategi itu justru sering dimanfaatkan lawan untuk menciptakan situasi satu lawan satu yang membuat penjaga gawang kesulitan.
Flick harus mencari keseimbangan baru di lini belakang. Minimnya sosok seperti Inigo Martinez membuat tim kehilangan karakter pemimpin di area pertahanan. Tanpa pembenahan dalam organisasi dan konsentrasi bertahan, Barcelona akan terus mudah ditembus, berapa pun jumlah gol yang mereka cetak di depan.
Hindari Ketergantungan pada Raphinha
Absennya Raphinha menjadi pukulan besar bagi Flick. Pemain asal Brasil itu bukan sekadar sayap cepat, melainkan sumber energi dan kreativitas di sisi kanan. Gaya bermainnya yang agresif dan kemampuan menguasai bola di bawah tekanan memberi keseimbangan dalam transisi serangan Barcelona.