Liputan6.com, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu pagi bergerak menguat seiring optimisme pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed pada Kamis (30/10) dini hari waktu Indonesia.
Dikutip dari Antara, Rabu (29/10/2025), IHSG dibuka menguat 14,75 poin atau 0,18 persen ke posisi 8.107,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,57 poin atau 0,07 persen ke posisi 822,04.
Advertisement
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan keputusan The Fed yang diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga, serta potensi sinyal pemangkasan lanjutan.
Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps ke kisaran 3,75-4 persen, yang mana akan menjadi level terendah sejak Desember 2022.
Prediksi IHSG
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan Rabu, (29/10/2025). Hal ini setelah IHSG selama dua hari tes level support di 8.000.
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup melemah 0,3% dan disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing sebesar Rp 1,2 triliun pada Selasa, 28 Oktober 2025. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh asing antara lain saham BBRI, BMRI, DSSA, AMMN dan ASII.
“IHSG berpotensi rebound hari ini, setelah dua hari kemarin tes support kuat di 8.000,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Ia menuturkan, IHSG hari ini akan bergerak di level support 7.950-8.000 dan level resistance di 8.150-8.200 pada perdagangan Rabu pekan ini.
Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto menuturkan, sentimen MSCI mungkin masih dapat memengaruhi pergerakan IHSG ke depan terutama apabila berpengaruh terhadap aliran dana dari investor asing.
"Pasar juga akan mengamati rilis kinerja emiten. Beberapa Perusahaan yang baru merilis laporan keuangan menunjukkan perkembangan yang bervariasi,” kata Rully dikutip dari catatannya.
Ia menuturkan, UNVR mencatatkan kinerja sembilan bulan pertama yang lebih baik dari ekspektasi dan memberikan optimisme akan perbaikan kinerja ke depan. “Sementara itu KLBF menunjukkan kinerja yang sesuai dengan ekspektasi sejalan dengan disiplin pengeluaran yang mereka lakukan,” kata dia.
Ia menambahkan, ANTM mencatatkan kinerja kuartal III 2025 yang lemah karena efek penghentian sementara operasi tambang Grasberg.
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Archi Indonesia Tbk (ARCI), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
Rekomendasi Saham
Trading Idea hari ini: SSIA, AMRT, AMMN, ARCI, BRMS, dan PTRO
- SSIA Spec Buy dengan area beli di 1610-1625, cutloss di bawah 1600. Target dekat di 1640-1660.
- AMRT Spec Buy dengan area beli di 2080, cutloss di bawah 2000. Target dekat di 2120-2170.
- AMMN Spec Buy dengan area beli di 6800-6875, cutloss di bawah 6700. Target dekat di 6925-7050.
- ARCI Spec Buy dengan area beli di 1100-1105, cutloss di bawah 1070. Target dekat di 1140-1200.
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 835-855, cutloss di bawah 825. Target dekat di 870-895.
- PTRO Spec Buy dengan area beli di 6500-6550, cutloss di bawah 6350. Target dekat di 6700-6925.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 28 Oktober 2025
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di fluktuatif pada perdagangan saham Selasa, (28/10/2025). IHSG berbalik arah melemah di tengah mayoritas sektor saham yang menghijau.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,30% ke posisi 8.092,62. Indeks LQ45 turun 0,23% ke posisi 822,61. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.
Pada perdagangan saham Selasa pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.151,33 dan level terendah 8.039. Sebanyak 341 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. 309 saham melemah dan 159 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan 2.308.793 kali dengan volume perdagangan 30,2 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 19,8 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.600.