Liputan6.com, Tokyo - Japan Mobility Show (JMS) 2025 menjadi panggung bagi Toyota untuk membangkitkan kembali dua nama legendarisnya dalam wujud yang benar-benar baru. Perhatian para penggemar otomotif dunia tersedot pada dua bintang utama: Toyota Land Cruiser FJ yang gagah dan Toyota Corolla Concept yang tampil agresif dan futuristik.
Dua mobil ini bukan sekadar pameran desain, tetapi sebuah pernyataan kuat tentang arah masa depan Toyota yang tetap berakar pada warisan besarnya.
Advertisement
Land Cruiser FJ dengan Sentuhan Modern
Toyota Land Cruiser FJ dipamerkan di Japan Mobility Show 2025. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)
Setelah menjadi buah bibir, Toyota akhirnya secara resmi menampilkan purwarupa Land Cruiser FJ. Mobil ini dirancang untuk mengembalikan esensi petualangan murni yang menjadi DNA Land Cruiser, namun dalam paket yang lebih ringkas dan fleksibel.
"Melalui Seri 250 yang kembali ke asal-usulnya, memungkinkan lebih banyak pelanggan menikmati nilai-nilai otentik Land Cruiser. Dengan hadirnya Land Cruiser FJ ke dalam seri ini, Toyota akan memberikan nilai baru berupa 'Freedom and Joy'," demikian pernyataan resmi Toyota.
Dari sisi teknis, Land Cruiser FJ dibangun di atas platform IMV yang telah teruji tangguh pada model seperti Hilux dan Fortuner. Namun, platform ini disempurnakan dengan wheelbase yang lebih pendek, yakni 2.580 mm, sehingga menghasilkan radius putar hanya 5,5 meter—sangat lincah untuk bermanuver di jalur sempit dan medan berat.
Mesin yang diusung adalah unit bensin 2TR-FE 2.700 cc yang sama dengan Fortuner, mampu menghasilkan tenaga 163 PS dan torsi 246 Nm, dipadukan dengan transmisi otomatis 6-percepatan dan sistem 4WD part-time.
Desainnya sendiri merupakan perpaduan antara siluet kotak khas Land Cruiser Prado dengan sentuhan retro dari FJ Cruiser klasik, termasuk opsi lampu depan bulat yang ikonik. Uniknya, bumper depan dan belakang dirancang terpisah agar mudah dilepas, membuka ruang luas untuk personalisasi bagi para pencinta off-road.
Corolla Concept Tampil Agresif
Di sisi lain, Toyota juga mengejutkan publik dengan Corolla Concept. Sedan paling laris di dunia ini tampil dengan bahasa desain yang radikal, seolah memberi sinyal kuat tentang evolusinya di era elektrifikasi.
"Corolla adalah simbol dari komitmen 'To You', dengan kata lain, menciptakan mobil untuk seseorang yang spesifik. Sejalan dengan perkembangan zaman dan kehidupan masyarakat, Corolla selalu bertransformasi untuk 'Anda' yang ada di hadapannya," ujar Koji Sato, President & CEO Toyota Motor Coorporation.
Ciri khas yang paling menonjol adalah desain fascia depan yang agresif, dengan lampu LED tajam yang terhubung dan lampu vertikal di bumper, mengingatkan pada desain mobil listrik Toyota bZ Series. Bagian belakangnya pun tak kalah dramatis dengan bilah lampu LED yang membentang penuh, memberikan kesan lebar dan tegas.
Toyota Corolla Concept. (Liputan6.com/Raden Trimutia Hatta)
Garis bodi yang berotot, pintu tanpa gagang konvensional, serta keberadaan port pengisian daya yang tersembunyi di bagian fender menjadi petunjuk kuat bahwa Corolla generasi mendatang kemungkinan besar akan mengadopsi sistem elektrifikasi, seperti Plug-in Hybrid (PHEV).
"Terlepas dari tampilan atau jenis bodinya, ia akan selalu menjadi Corolla. Itulah mengapa Corolla selalu menjadi "mobil untuk semua orang". Baik itu kendaraan listrik baterai (EV), plug-in hybrid, hybrid, ataupun kendaraan dengan mesin pembakaran internal—apa pun sumber tenaganya—mari kita ciptakan mobil-mobil berpenampilan menarik yang semua orang ingin kendarai! Mobil ini sarat dengan berbagai inovasi yang bertujuan untuk mewujudkan hal tersebut," Sato memungkasi.