Inter Milan vs Fiorentina: Misi Penebusan

Tidak ada waktu untuk meratapi kekalahan dari Napoli. Tantangan berikutnya menanti di San Siro, dan kemenangan atas Fiorentina bisa menjadi awal dari kebangkitan baru Nerazzurri.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 28 Oktober 2025, 16:00 WIB
Pemandangan umum (a general view) stadion sebelum pertandingan matchday kedua Phase League Liga Champions antara Inter Milan dan Slavia Praha di Stadion San Siro, Milan, pada 30 September 2025. (Stefano RELLANDINI/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Inter Milan akan mencoba kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Fiorentina pada pekan ke-9 Serie A 2025/2026 di Stadio Giuseppe Meazza, Kamis (30/10/25) pukul 02.45 WIB. Setelah rentetan tujuh kemenangan beruntun terhenti di Naples, skuad asuhan Cristian Chivu bertekad menebusnya di hadapan publik sendiri.

Inter datang ke Napoli pekan lalu dengan penuh percaya diri sebagai tim paling konsisten di Italia, tetapi mereka justru harus pulang dengan tangan hampa setelah kalah 1-3 di Stadio Diego Armando Maradona. Kevin De Bruyne mencetak gol pembuka lewat penalti, disusul dua gol tambahan di babak kedua yang memastikan kemenangan tuan rumah. Satu-satunya gol Inter dicetak Hakan Calhanoglu dari titik putih.

Kekalahan itu membuat posisi Inter di puncak klasemen tergeser. Akan tetapi, tidak ada waktu untuk meratapi hasil tersebut. Tantangan berikutnya menanti di San Siro, dan kemenangan atas Fiorentina bisa menjadi awal dari kebangkitan baru Nerazzurri.


Krisis Viola dan Tekanan untuk Stefano Pioli

Pelatih Fiorentina, Stefano Pioli, memasuki lapangan sebelum pertandingan Serie A antara AC Milan dan Fiorentina di San Siro, 19 Oktober 2025. (AP Photo/Luca Bruno)

Sementara itu, Fiorentina datang ke kota Milan dengan kondisi yang jauh dari ideal. Klub asal Florence itu belum meraih satu pun kemenangan di Serie A musim ini dan terpuruk di zona degradasi dengan hanya empat poin dari delapan pertandingan. Kenangan manis saat menumbangkan Inter 3-0 di kandang sendiri musim lalu kini terasa sangat jauh.

Akhir pekan lalu, Fiorentina sempat menunjukkan sedikit perlawanan. Dalam Derby dell'Appennino kontra Bologna, mereka tertinggal dua gol sebelum akhirnya menyamakan kedudukan lewat dua penalti yang dikonversi Albert Gudmundsson dan Moise Kean. Mereka bahkan hampir mencuri kemenangan, andai Dodo tidak gagal memanfaatkan peluang emas di menit ke-99. Hasil imbang itu setidaknya menghentikan tren empat kekalahan beruntun di kandang.

Namun, tekanan besar kini menimpa pelatih Stefano Pioli. Meski berhasil membawa Milan meraih Scudetto beberapa musim lalu, perjalanan kariernya bersama Fiorentina tidak berjalan mulus. Masa depannya kian dipertaruhkan, terlebih kini ia kembali ke San Siro—tempat yang pernah memberinya kejayaan sekaligus pengalaman pahit.


Momentum untuk Inter

Pemain Napoli, Billy Gilmour (kiri), menendang bola melewati gelandang Inter Milan, Hakan Calhanoglu, dalam pertandingan Serie A Italia di Naples, Italia, Sabtu, 25 Oktober 2025. (Alessandro Garofalo/LaPresse via AP)

Pertemuan terakhir kedua tim di San Siro pada Februari lalu berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Inter. Melihat kondisi lawan yang tengah goyah, Chivu jelas menginginkan hasil serupa. Dengan pemain seperti Lautaro Martinez, Nicolo Barella, dan Calhanoglu dalam performa solid, peluang itu sangat terbuka.

Kemenangan atas Fiorentina tak hanya bisa memperbaiki posisi di klasemen, tetapi juga akan mengembalikan kepercayaan diri Inter dalam perburuan Scudetto musim ini. Sementara itu, kekalahan berpotensi memperdalam krisis di kubu Viola dan mempercepat evaluasi terhadap masa depan Pioli.

San Siro bersiap menjadi saksi: apakah Inter mampu bangkit, atau justru Fiorentina menemukan titik baliknya di tengah badai?


Klasemen Serie A/Liga Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya