Liputan6.com, Jakarta Juventus akhirnya memutuskan untuk berpisah dengan Igor Tudor. Juve resmi mengumumkan pemecatan Tudor pada Senin (27/10/2025) petang WIB.
Keputusan itu diambil usai rentetan hasil buruk dan situasi internal yang tak kunjung membaik. Pelatih asal Kroasia itu resmi diberhentikan dari jabatannya setelah hanya delapan bulan menukangi Bianconeri.
Advertisement
Sebagai langkah sementara, Juventus menunjuk pelatih tim NextGen, Massimo Brambilla, untuk mengambil alih tugas sebagai pelatih interim. Ia akan memimpin tim utama dalam laga Serie A kontra Udinese dua hari mendatang.
Pernyataan Juventus
Dalam pernyataannya, Juventus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tudor dan staf pelatihnya, Ivan Javorcic, Tomislav Rogic, serta Riccardo Ragnacci atas dedikasi dan profesionalisme mereka selama beberapa bulan terakhir.
"Juventus FC mengumumkan bahwa hari ini mereka telah memberhentikan Igor Tudor dari jabatannya sebagai pelatih kepala Tim Utama Pria, beserta stafnya yang terdiri dari Ivan Javorcic, Tomislav Rogic, dan Riccardo Ragnacci."
"Klub berterima kasih kepada Igor Tudor dan seluruh stafnya atas profesionalisme dan dedikasi mereka selama beberapa bulan terakhir dan mendoakan yang terbaik bagi karier mereka di masa depan."
Tudor di Juventus
Tudor diangkat sebagai pelatih utama Juventus pada Maret 2025 menggantikan Massimiliano Allegri. Namun, masa kepemimpinannya berjalan singkat dan penuh gejolak. Tiga kekalahan beruntun dari Como, Real Madrid, dan Lazio menjadi puncak kesabaran manajemen.
Selain hasil minor, Tudor juga dikabarkan kehilangan kepercayaan dari petinggi klub terkait gaya bermain serta ketidakmampuannya memaksimalkan rekrutan anyar musim panas lalu.
Dalam 24 laga di semua ajang, Tudor mencatatkan 10 kemenangan, delapan hasil imbang, dan enam kekalahan. Meski tidak sepenuhnya buruk di atas kertas, performa tim yang inkonsisten membuat Juventus tertinggal dalam perburuan gelar Serie A dan gagal tampil meyakinkan di Eropa.
Tudor Sudah Lama Tak Aman
Pemecatan Tudor sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Sejak awal Oktober, masa depannya sudah dikabarkan tidak aman. Minimnya kejelasan taktik dan arah permainan membuat posisinya kian terancam, dan kini, skenario itu benar-benar terjadi.
Kini, fokus Juventus beralih pada siapa sosok yang akan menjadi pelatih permanen berikutnya. Nama-nama seperti Zinedine Zidane dan Xavi Hernandez mulai disebut-sebut dalam radar manajemen.
Namun untuk saat ini, Bianconeri harus berjuang menstabilkan situasi di tengah musim yang sedang sibuk-sibuknya.
Sumber: Juventus FC