Liputan6.com, Jakarta Gajah Togar berbahagia. Ulang tahun ketujuhnya dirayakan secara spesial. Buah-buahan kesukaan disajikan. Togar beruntung kini memiliki keluarga baru tulus menyayanginya.
Di bawah pohon rindang kawasan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Riau, 16 Oktober 2025. Syahron Siregar sang pawang atau mahout bersama istri Asnawati, dua anaknya Fauzan (8) dan Fahrul (7) membawa tumpeng buah.
Advertisement
Cerita Syahron, sang istri sejak pagi sudah sibuk mempersiapkan menu favorit Togar. Mulai dari semangka, pisang, pepaya, ubi, wortel hingga ketimun. Belalai Togar dengan cepat melilit buah-buah tersebut.
"Kita sudah anggap keluarga seperti anak sendiri. Mereka sayang sama si Togar, terutama istri saya," ungkap Syahron (39) sejak enam tahun lalu sudah mengurus Togar.
Syahron teringat perjumpaan pertama kali dengan Togar. Gajah mungil itu terluka parah di kaki kirinya. Nyaris putus akibat cengkeraman jerat sling.
Togar ditemukan di hutan tanaman industri (HTI) PT Arara Abadi, Desa Lubuk Umbut, Kecamatan Sungai Mandau, Kabupaten Siak, 2019 lalu. Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau usai mendapat laporan kemudian membawa ke PLG Riau.
"Jangankan berdiri untuk duduk pun kala itu sulit bagi Togar," tutur Syahron yang sudah bekerja sejak 2007 lalu.
Dengan telaten Syahron bersama dokter hewan mengobati luka Togar. Kini Togar sudah bisa berdiri kokoh dengan bekas luka masih terlihat di kakinya. Syahron begitu memanjakan Togar. Sambil mengajak bermain Dia memberi camilan gula merah layaknnya permen lolipop.
Saban pagi Togar diajak Syahron masuk ke dalam Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim untuk mencari makan. Setelah itu dimandikan di sungai. Togar bersama gajahnya lainnya dilatih untuk bertahan hidup.
Setia Menjaga Togar
Total ada 19 pawang gajah bertugas di PLG Minas, Riau. Saat ini ada 14 gajah Sumatera, 10 jantan dan empat betina. Gajah lain ada yang bernama Pato, Vera serta Dayang.
Syahron bersama keluarga tulus berdoa. Di usia yang terus bertambah Togar bisa menjadi gajah baik dan penurut. "Biarlah kami rawat sampai nanti dia (Togar) mati. Jika diizinkan kami juga ingin menguburkan Si Togar," harap Syahron.
Togar dan Gajah Sumatera merupakan salah satu satwa asli Indonesia yang dilindungi. Berada dalam status terancam punah (endangered). Populasinya terus menurun akibat perburuan, hilangnya habitat, dan konversi lahan.
Padahal, gajah memiliki peran penting sebagai penyebar benih tanaman hutan. PT Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) ambil bagian menjaga ekosistem gajah liar. Dengan memberi dukungan tempat konservasi dan pelatihan gajah.
Manager Community Involvement & Development PT Pertamina Hulu Rokan, Iwan Ridwan Faizal menyampaikan, sejak tahun 2023 PHR bersinergi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau terlibat dalam pengembangan PLG Minas.
Melalui dukungan Pertamina, gajah mendapatkan GPS Collar atau alat pemantauan terpasang di tubuhnya. Alat ini memberi informasi keberadaan gajah, memitigasi apabila gajah mendekati lokasi pemukiman masyarakat.
"Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam menjaga biodiversity atau keanekaragaman hayati," kata Iwan saat di PLG Minas, Kamis 16 Oktober 2025.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso menambahkan, keanekaragaman hayati menjadi salah satu fokus keberlanjutan Pertamina dalam bidang lingkungan (environment).
Hal ini sesuai dengan target Sustainable Development Goals #15, yakni kehidupan di darat berfokus pada perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan ekosistem darat secara berkelanjutan. Termasuk, melindungi spesies terancam punah untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan memastikan kesejahteraan manusia.
Humas Khusus PLG Minas, Muktiali Harahap menyampaikan bahwa PLG Minas menjadi tempat evakuasi bagi gajah-gajah berkonflik dengan masyarakat setempat.
"Kemudian di fasilitas ini, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa gajah dapat hidup berdampingan dengan manusia", tutupnya.
Reporter: Didi Syafirdi