Ulang Kisah David Beckham, AC Milan Berminat Boyong Son Heung-Min Kembali Ke Eropa

Son Heung-min dikabarkan berpeluang dipinjamkan ke AC Milan saat jendela transfer musim dingin mendatang

oleh Juventus FiladelfiaDiterbitkan 28 Oktober 2025, 11:00 WIB
Son Heung-Min #7 dari LAFC merayakan gol pembuka dalam pertandingan MLS antara FC Dallas dan Los Angeles Football Club di Stadion Toyota pada 23 Agustus 2025 di Frisco, Texas. (Omar Vega/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Striker LAFC, Son Heung-min, dikabarkan berpeluang kembali ke Eropa pada bursa transfer musim dingin mendatang. Menurut laporan Transferfeed, AC Milan menjadi salah satu destinasi potensial bagi kapten timnas Korea Selatan tersebut.

Skenario itu mungkin terjadi berkat adanya syarat khusus dalam kontraknya, disebut sebagai “klausul Beckham”, yang memberi izin bagi Son untuk bergabung dengan klub Eropa selama jeda musim kompetisi MLS.

Dikutip dari Calciomercato, mantan penyerang Tottenham Hotspur berusia 33 tahun itu ingin menjaga kebugaran dan ritme bermainnya sebagai persiapan menuju Piala Dunia 2026. Karena itu, ia mempertimbangkan opsi peminjaman begitu musim MLS berakhir, yang biasanya berlangsung selama tiga bulan.

Meski begitu, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak AC Milan. Klub Italia tersebut juga dikabarkan harus menyiapkan sejumlah biaya tertentu apabila ingin mengamankan jasa sang bintang secara pinjaman.


Skema Kisah Serupa

David Beckham - Legenda Manchester United ini pernah memperkuat AC Milan pada tahun 2009 dengan status pinjaman. Karena tidak terlalu lama di kota Milan, kariernya juga tidak sementereng saat membela MU yang bergelimang gelar juara. (AFP/Graham Stuart)

AC Milan dikabarkan berencana mengulang langkah lama saat meminjam David Beckham, kali ini untuk mendatangkan Son Heung-min dari Los Angeles FC. Mengutip Football Italia, perbedaan jadwal kompetisi antara MLS dan Serie A bisa dimanfaatkan Rossoneri.

Son meninggalkan Tottenham Hotspur akhir musim lalu setelah sepuluh tahun di London Utara. Bersama LAFC, pemain asal Korea Selatan itu tampil tajam dengan sembilan gol dari sepuluh laga. Musim MLS sendiri berakhir pada awal Desember, memberi peluang Milan untuk merekrut Son dengan status pinjaman jangka pendek.


Performa yang Tajam

Pemain baru Los Angeles Lakers, Son Heung-min berfoto bersama owner klub Bennett Rosenthal (kedua kiri), Co-Managing Owner Brandon Beck (kedua kanan), dan general manager John Thorrington (kanan) dalam acara konferensi pers di BMO Stadium, Los Angeles, Amerika, Rabu (06/08/2025) waktu setempat. (AFP/Frederic J. Brown)

Kepindahan Son Heung-min ke Los Angeles FC (LAFC) langsung memberi dampak besar. Dalam sembilan laga awalnya di Major League Soccer (MLS), bintang Korea Selatan itu mencetak delapan gol dan tiga assist.

Performa impresif ini bukan hanya menghidupkan kembali kariernya usai masa sulit di Tottenham Hotspur, tempat ia menorehkan 173 gol dari 454 laga, tetapi juga menjadikan LAFC salah satu favorit juara MLS Cup musim ini.

Berbeda dengan banyak bintang Eropa lain yang kesulitan beradaptasi, Son langsung tampil gemilang. Ia tiba di Los Angeles pada Selasa, menjalani konferensi pers keesokan harinya, dan langsung berkontribusi di laga debut melawan Chicago Fire pada Jumat.


Ingin Bersaing di Piala Dunia 2026

Timnas Korea Selatan sukses melangkah ke semifinal Piala Asia 2023 setelah lagi-lagi melakukan comeback dramatis seperti yang dilakukan di babak 16 besar. Kali ini di babak perempatfinal yang digelar di Al Janoub Stadium, Al Wakrah, Qatar, Jumat (2/2/2024) Australia yang menjadi korban semangat pantang menyerah tim Taeguk Warriors. Tertinggal 0-1 sejak menit ke-42 lewat gol Craig Goodwin, Korea Selatan baru mampu menyamakan skor 1-1 pada masa injury time babak kedua lewat eksekusi penalti bintang Wolverhampton di Premier League, Hwang Hee-chan. Laga pun berlanjut dengan perpanjangan waktu dan Son Heung-min kembali membuktikan kapasitas kebintangannya di Premier League dengan mencetak gol kemenangan pada menit ke-104 dan membawa timnya lolos ke semifinal berkat kemenangan 2-1. (AP Photo/Aijaz Rahi)

Langkah yang diambil oleh bintang asal Korea Selatan tersebut bukan tanpa tujuan. Ia ingin memastikan dirinya berada dalam kondisi terbaik menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Musim reguler MLS 2026 dijadwalkan berakhir pada pertengahan Oktober, dengan babak play-off dan final Piala MLS rampung pada awal Desember.

Hal ini berarti akan ada jeda panjang sekitar tiga hingga empat bulan, periode yang sangat krusial bagi Son untuk menjaga ritme permainannya. Rossoneri bisa menjadi tempat ideal baginya untuk tetap bermain di level tertinggi selama masa tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya