8 Mantan Pemain Timnas Inggris yang Dinyatakan Bangkrut: Dari Hidup Mewah ke Kehancuran Finansial

Kehidupan pesepak bola top tak selalu berakhir bahagia setelah gantung sepatu. Sejumlah mantan pemain timnas Inggris menjadi bukti nyata bahwa kekayaan besar tak menjamin masa depan yang aman.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 27 Oktober 2025, 14:09 WIB
Wes Brown merupakan bek tengah andalan Manchester United saat kepelatihan Sir Alex Ferguson di tahun 2000-an. Namun, dari banyaknya prestasi yang ia peroleh, Brown ternyata tercatat sebagai bek yang sering melakukan gol bunuh diri, dengan jumlah enam kali dari 232 penampilannya. (AFP/Andrew Yates)

Liputan6.com, Jakarta Kehidupan pesepak bola top tak selalu berakhir bahagia setelah gantung sepatu. Sejumlah mantan pemain timnas Inggris menjadi bukti nyata bahwa kekayaan besar tak menjamin masa depan yang aman.

Mereka dulu hidup glamor, menikmati gaji selangit dan popularitas luar biasa. Namun kini, sebagian di antaranya justru harus menghadapi kenyataan pahit: kebangkrutan.

Menurut laporan Daily Mail, hampir 40 persen pesepak bola profesional mengalami kesulitan keuangan serius dalam lima tahun setelah pensiun. Delapan nama dari daftar ini menjadi contoh nyata betapa cepatnya harta bisa menguap.

Gaya hidup mewah, investasi gagal, hingga keputusan finansial buruk jadi faktor utama di balik kejatuhan mereka. Beberapa bahkan terjerat kasus hukum yang memperburuk situasi ekonomi mereka.

Berikut delapan mantan pemain Inggris yang pernah dinyatakan bangkrut. Sebuah pengingat bahwa ketenaran dan uang besar bukan jaminan kebahagiaan abadi.


1. John Barnes

Logo dan ilustrasi Liverpool. (AFP/Paul Ellis)

John Barnes menjadi nama terbaru dari deretan legenda Inggris yang dinyatakan bangkrut. Mantan winger Liverpool ini mencatat 79 caps dan 10 gol untuk timnas antara 1983–1995.

Saat bergabung dengan Liverpool pada 1987, ia menjadi pemain dengan bayaran tertinggi di liga, yaitu £10.000 per minggu. Namun, bisnisnya, John Barnes Media, dilikuidasi pada 2023 karena utang sebesar £1,5 juta.

Barnes mengaku kehilangan hingga £1,5 juta akibat terlalu percaya pada orang lain. Dalam podcast All Things Business, ia menuturkan bahwa kegagalannya adalah pelajaran besar soal kepercayaan dan pengelolaan keuangan.


2. Emile Heskey

Tumbuh dan lulus di akademi Leicester, potensi Emile Heskey membuat manajer Liverpool Gerard Houllier dengan cepat mengontraknya pada tahun 2000 senilai £ 11 juta. Sempat dipertanyakan, ia akhirnya berhasil menjawab keraguan dengan mencetak 60 gol dalam 223 laga bersama The Reds. (AFP/Paul Barker)

Emile Heskey sempat mengumpulkan kekayaan hingga £12 juta pada 2009 berkat karier panjangnya bersama Leicester, Liverpool, dan Aston Villa. Ia juga mencatat 62 caps dan tujuh gol untuk timnas Inggris.

Namun, kesalahan investasi di skema Ingenious Media membuatnya terlilit utang hingga £1,5 juta kepada HMRC. Dari 2017 hingga 2020, ia gagal membayar pajak senilai £92.000 dan didenda £42.000.

Pada Agustus 2024, pengadilan memutuskan Heskey bangkrut, dengan masa pemulihan dijadwalkan hingga 2025. Kini, ia berfokus pada karier kepelatihan dan peran edukatif bagi pemain muda.


3. Trevor Sinclair

Pemain Timnas Inggris, Trevor Sinclair (tiga dari kiri), Paul Scholes (dua dari kiri), dan Michael Owen, pada pertandingan Piala Dunia 2022. (Toshimuri Kitafuma/AFP)

Trevor Sinclair, mantan pemain Manchester City dan QPR, dinyatakan bangkrut pada Juni 2024 karena utang pajak sebesar £36.000. Ia sebelumnya dikenal sebagai pundit di BBC dan talkSPORT.

Lanjut Baca:

Karier medianya merosot usai komentar kontroversial soal wafatnya Ratu Elizabeth II dan insiden mengemudi dalam keadaan mabuk pada 2018. Setelah itu, penghasilannya menurun drastis. Sinclair gagal memenuhi kewajiban pajak setelah kematian akuntannya. Pengadilan akhirnya menjatuhkan keputusan bangkrut karena ia tak mampu melunasi utang dalam batas waktu yang diberikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya