Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan LRT Jakarta-Bekasi pada Sabtu, 25 Oktober 2025 pagi mendadak terhenti di tengah perjalanan. Salah satu penumpang, Ranri, membagikan kisahnya saat moda transportasi tersebut mengalami gangguan dan penumpang harus dievakuasi secara manual,
Ranri menuturkan, ia berangkat dari Stasiun LRT Cikoko menuju Bekasi. Namun, saat kereta baru sampai di Stasiun Cawang, LRT tiba-tiba berhenti cukup lama tanpa penjelasan.
Advertisement
"Aku naik dari stasiun LRT Cikoko mau ke Bekasi, terus baru Stasiun Cawang tiba-tiba berhenti begitu agak lumayan lama, terus baru ada pengumuman untuk dilakukan evakuasi. Jadi penumpang nya disuruh ke gerbong paling depan habis itu jalan ke Stasiun Halim," kata Ranri kepada Liputan6.com, Minggu (26/10/2025).
Meski sempat merasa kesal karena ia pertama kali menggunakan transportasi publik LRT dan juga sedang terburu-buru. Namun, Ranri berusaha tetap tenang dan menanggapinya dengan santai.
"Sebenarnya awalnya agak kesal sih, karena agak buru-buru juga kan jadi mengulur banyak waktu ya. Tapi karna dibawa fun karna jujur ini pertama kali naik LRT jadi kaya baru pertama langsung dapet pengalaman kayak gini," ujanya.
Yang menarik, menurut Ranri, situasi di dalam kereta tetap kondusif meski perjalanan terhenti cukup lama. Tidak ada penumpang yang marah-marah atau membuat keributan.
"Kaget juga selebihnya karena orang-orang nya juga enggak ada yang marah marah. Jadi, ya sudah jalan saja," ia menambahkan.
Tak Ada Kompensasi Bagi Penumpang
Ranri menyebut, pihak LRT tidak memberikan kompensasi kepada penumpang selain pembatalan perjalanan. Ia berharap insiden serupa tidak terulang lagi.
"Gak ada (kompensasi), cuma pembatalan perjalanan saja jadi gak dikenakan biaya. Harapannya lebih ditingkatkan lagi kualitas nya harus lebih aware sama maintenance-nya, apalagi ini jakarta ya ka semua orang butuh cepat semua orang dikejar waktu, jangan sampai hal kaya gini terulang lagi jadi banyak pihak yang rugi juga," ujarnya.
Peristiwa mogoknya LRT ini menambah catatan penting bagi pengelola moda transportasi massal yang baru beberapa tahun beroperasi tersebut.
Operasional LRT Jabodebek Terhenti
Operasional LRT Jabodebek terhenti di seluruh lintas pelayanan pada Sabtu 25 Oktober 2025 mulai pukul 08.41 WIB. Penyebabnya, terdapat gangguan pada sistem pasokan listrik yang membuat rangkaian kereta tak bisa melanjutkan perjalanan, sehingga memicu proses evakuasi pengguna di beberapa titik jalur.
Dalam keterangan resminya yang diunggah di akun Instagram @lrt_jabodebek, disebutkan bahwa gangguan terjadi pada third rail, yakni komponen utama yang menyuplai listrik bagi penggerak kereta. Ketidakstabilan suplai listrik inilah yang membuat seluruh perjalanan tidak dapat dioperasikan hingga penanganan selesai.
"Gangguan terjadi pada sistem third rail yang berfungsi sebagai penyuplai listrik bagi kereta, sehingga sempat menyebabkan seluruh perjalanan LRT Jabodebek tidak dapat dioperasikan," tulis @lrt_jabodetabek, dikutip Minggu (26/10).