Irlandia Punya Presiden Perempuan untuk Ketiga Kalinya

Connolly akan menggantikan Michael D. Higgins, yang telah menjabat sebagai presiden sejak 2011 dan menyelesaikan dua periode jabatan, masing-masing berdurasi tujuh tahun—batas maksimal yang diizinkan.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 26 Oktober 2025, 07:00 WIB
Catherine Connolly tiba di Kastil Dublin pada Sabtu, 25 Oktober 2025, untuk menghadiri penghitungan suara pemilihan presiden Irlandia yang digelar untuk memilih pengganti Michael D. Higgins, yang telah menyelesaikan dua masa jabatan tujuh tahun. (Dok. Niall Carson/PA melalui AP)   

Liputan6.com, Dublin - Politikus independen sayap kiri, Catherine Connolly (68), yang mendapat dukungan dari partai-partai berhaluan kiri di Irlandia termasuk Sinn Fein, Partai Buruh, dan Partai Demokrat Sosial, memenangkan pemilihan presiden negara itu dengan kemenangan telak. 

Hasil resmi menunjukkan dukungan kuat bagi Connolly sebagai presiden, jabatan yang sebagian besar bersifat seremonial di Irlandia. Ia meraih 63 persen suara utama setelah suara tidak sah dikeluarkan dari perhitungan, sementara rivalnya, Heather Humphreys dari partai konservatif moderat Fine Gael, memperoleh 29 persen.

Pada Sabtu (25/10/2025) malam di Kastil Dublin, Connolly menyatakan bahwa ia akan memperjuangkan keberagaman, menjadi suara bagi perdamaian, dan bertekad untuk memperkuat kebijakan netralitas Irlandia. 

"Saya akan menjadi presiden yang inklusif untuk kalian semua dan saya menganggap ini sebagai sebuah kehormatan besar," ujarnya seperti dilansir Associated Press.

Humphreys telah mengakui kekalahannya lebih awal pada Sabtu sebelum penghitungan suara selesai.

Connolly, seorang mantan pengacara yang telah menjabat sebagai anggota parlemen sejak 2016, dikenal vokal dalam mengkritik Israel atas perang di Gaza. Ia juga telah memperingatkan tentang meningkatnya militerisasi Uni Eropa setelah invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina.

Irlandia memiliki tradisi netralitas militer, namun para pengkritiknya mengatakan bahwa sikap Connolly berisiko membuat negara itu menjauh dari sekutu-sekutunya.

Perdana Menteri Micheal Martin pada Sabtu mengucapkan selamat kepada Connolly atas kemenangan pemilihan yang sangat meyakinkan. Ia menantikan kerja sama dengan presiden baru tersebut, seiring dengan upaya Irlandia mempertahankan perannya yang penting di panggung global dan mempersiapkan diri menjadi tuan rumah kepresidenan Uni Eropa pada paruh kedua tahun 2026. 

 

 

 

Politik Baru

Catherine Connolly memberikan suaranya dalam pemilihan presiden Irlandia di Sekolah Nasional Claddagh, Kota Galway, Irlandia, pada Jumat, 24 Oktober 2025. (Dok. AP/Brian Lawless/PA)

Presiden Irlandia berperan mewakili negara di kancah internasional, menyambut tamu kenegaraan dari luar negeri, dan menjalankan fungsi konstitusional penting, namun mereka tidak memiliki kekuasaan eksekutif seperti menetapkan undang-undang atau kebijakan.

Partai-partai sayap kiri merayakan hasil ini sebagai perubahan besar dalam politik Irlandia.

"Kita telah menyaksikan adanya keinginan nyata untuk perubahan yang diwakili oleh Catherine," ujar pemimpin Partai Buruh Ivana Bacik merespons terpilihnya Connolly. "Kami percaya, hasil ini membuktikan bahwa arah politik baru benar-benar mungkin. Ini juga memberi harapan bahwa ambisi yang saya ungkapkan setahun lalu — terbentuknya pemerintahan yang dipimpin oleh kubu tengah-kiri — dapat terwujud dalam pemilihan umum yang akan datang."

Connolly dan Humphreys menjadi dua kandidat terakhir setelah Jim Gavin, calon dari partai Fianna Fail, menarik diri dari pencalonan tiga minggu sebelum pemilu akibat kasus keuangan lama yang kembali mencuat.   

Martin, yang memimpin pemerintahan Irlandia, secara pribadi mendukung Gavin sebagai calon presiden. Meskipun Gavin berhenti berkampanye, namanya tetap tercantum di surat suara karena pengunduran dirinya dilakukan terlambat. Ia memperoleh 7 persen suara pilihan pertama.

Tokoh lain — termasuk musisi Bob Geldof dan mantan juara seni bela diri campuran Conor McGregor — sebelumnya menyatakan ingin mencalonkan diri sebagai presiden namun gagal mendapatkan dukungan yang cukup untuk nominasi.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya