Liputan6.com, Jakarta - Petugas masih menangani insiden anjloknya Kereta Api (KA) Purwojaya relasi Gambir–Kroya (Cilacap) yang terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Hingga Sabtu sore, petugas masih berada di lokasi, meminta warga untuk menjauh demi kelancaran proses penanganan.
Advertisement
Untuk mengatur keamanan, petugas juga memasang tali pembatas, mengingat banyak warga yang menyaksikan dan mendokumentasikan evakuasi kereta yang anjlok tersebut.
Titik lokasi anjloknya kereta itu tak jauh dari Stasiun Kedunggedeh Bekasi. Terdapat tiga gerbong kereta paling belakang yang anjlok keluar lintasan rel kereta dalam peristiwa itu.
"Kejadiannya pada Sabtu siang. Terdengar suara berdenyit kencang sebelum akhirnya kereta api itu anjlok. Ya suara kencang, bikin kaget," kata Ningsih, seorang warga setempat, dikutip dari Antara, Sabtu (25/10/2025)
Penumpang Selamat
Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menyampaikan seluruh penumpang Kereta Api (KA) Purwojaya relasi Gambir–Kroya dipastikan selamat setelah dua gerbong bagian belakang anjlok di Emplasemen Stasiun Kedunggedeh, Kabupaten Bekasi, pada Sabtu siang.
Kejadian bermula saat KA Purwojaya melintas di jalur Emplasemen Kedunggedeh kilometer 56+1/2. Kemudian dilaporkan dua kereta bagian belakang keluar dari rel sesaat setelah melintas.
Angkut 232 Penumpang
Rangkaian KA tersebut terdiri dari satu lokomotif, delapan kereta kelas eksekutif, satu kereta makan, dan satu kereta pembangkit. Total penumpang mencapai 232 orang.
Begitu laporan diterima, petugas stasiun bersama Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Unit Jalan Rel, dan Tim Sarana Daop 1 Jakarta langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi penumpang dan memeriksa jalur untuk selanjutnya dilakukan penanganan.