Liputan6.com, Jakarta - Jelang perayaan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2025 mendatang, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan suasana kondusif saat ini yang berlangsung menunjukkan semakin matangnya kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga persatuan bangsa.
"Tantangan kita sekarang adalah melawan disinformasi dan provokasi yang bisa memecah belah,” kata Pratikno, Sabtu (25/10/2025).
Advertisement
Ia menekankan peran strategis generasi muda dalam memperkuat stabilitas sosial melalui literasi digital dan etika bermedia sosial.
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang membantu aparat menjaga keamanan selama perayaan berlangsung.
“Kondusivitas nasional tidak bisa hanya oleh aparat. Ini hasil kerja bersama antara TNI, Polri, dan masyarakat,” ujarnya.
Kapolri juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan terus menjaga ruang digital dari berita palsu serta ujaran kebencian.
Perkuat Sinergi TNI dan Polri
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan TNI akan terus memperkuat sinergi dengan Polri dalam mengawal keamanan nasional.
“Sinergi ini bukti keamanan lahir dari gotong royong rakyat dan aparat,” katanya.
Ketua Prodi Magister Ilmu Politik Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Darsono menilai situasi damai dalam peringatan tahun ini mencerminkan meningkatnya kedewasaan berdemokrasi.
"Pemuda mulai memahami pentingnya nasionalisme digital—semangat kebangsaan melalui literasi dan etika bermedia,” ujarnya.