Liputan6.com, Jakarta AS Roma harus menelan pil pahit di kandang sendiri setelah secara mengejutkan dikalahkan Viktoria Plzen dengan skor 1-2 pada laga fase liga Liga Europa di Stadion Olimpico, Jumat (24/10/2025) dini hari WIB.
Meski tampil dominan sepanjang pertandingan, pasukan Gian Piero Gasperini gagal mengonversi peluang menjadi gol tambahan yang bisa menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Advertisement
Pertandingan baru berjalan 20 menit, tim tamu langsung mengejutkan publik tuan rumah. Melalui serangan balik cepat, Prince Kwabena Adu memecah kebuntuan dan membawa Plzen unggul 1-0.
Hanya dua menit berselang, Cheick Souare menggandakan keunggulan lewat gol yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Roma. Dalam waktu singkat, Giallorossi tertinggal dua gol di hadapan pendukung sendiri.
Roma Perkecil Ketinggalan
Roma mencoba bangkit dengan meningkatkan tempo permainan. Paulo Dybala, yang tampil energik di lini depan, terus menjadi motor serangan.
Upaya tuan rumah akhirnya berbuah hasil pada menit ke-54 setelah Dybala menuntaskan penalti dengan sempurna untuk memperkecil kedudukan menjadi 1-2.
Gol tersebut memicu semangat kebangkitan Roma, namun rapatnya pertahanan Plzen membuat berbagai peluang mereka mentah begitu saja.
Dampak di Klasemen
Statistik mencerminkan dominasi Roma yang mencatatkan 17 tembakan dan penguasaan bola di atas 65 persen. Namun, disiplin lini belakang Plzen dan penampilan impresif sang kiper menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.
Sebaliknya, tim tamu hanya memiliki empat tembakan sepanjang laga, dua di antaranya langsung berbuah gol, menunjukkan efisiensi luar biasa yang jadi kunci kemenangan mereka.
Kekalahan ini menjadi tamparan bagi Roma yang di atas kertas lebih difavoritkan. Dybala tampil menonjol, tetapi minimnya efektivitas di depan gawang kembali menghantui tim ibu kota Italia itu.
Di sisi lain, kemenangan bersejarah ini menjadi momentum besar bagi Viktoria Plzen yang kini memperbaiki posisi di klasemen dan menjaga asa lolos ke babak berikutnya. Tim asal Republik Ceko itu pun semakin menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di kompetisi Eropa musim ini.