Kagumi Presiden Brasil, Prabowo: Beliau Sudah Tiga Periode, Kalau Kita Tak Boleh di Undang-Undang

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya merupakan pengagum Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Lula di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (23/10/2025).

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 23 Oktober 2025, 15:35 WIB
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. (Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya merupakan pengagum Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. Prabowo mengatakan, Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva sudah tiga periode memimpin Brasil.

"Saya mau akui di sini, bahwa saya ini pengagum beliau, karena beliau sudah mimpin lebih lama dari saya. This is your third term. Beliau sudah ketiga kali, ketiga kali periode," ujar Prabowo saat pernyataan pers bersama usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Lula di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Menurut dia, Undang-Undang Brasil mengizinkan seorang presiden memimpin lebih dari dua periode. Sementara di Indonesia, kata Prabowo, seorang presiden hanya diperbolehkan menjabat maksimal dua periode saja.

"Kalau undang-undang mereka boleh tiga kali, kalau kita nggak boleh," ucap Prabowo sembari tertawa.

Dalam pertemuan ini, Prabowo menyampaikan terima kasih atas kepemimpinan Presiden Lula di kelompok ekonomi BRICS tahun 2025. Dia menuturkan Presiden Lula berperan membuat Indonesia cepat diterima menjadi anggota BRICS.

"Terima kasih Presiden Lula atas kepemimpinan Presiden Lula, memimpin BRICS. Di bawah kepemimpinan beliau, Indonesia paling cepat diterima di BRIC. Bulan Oktober kita ajukan untuk diterima, Januari beliau langsung terima (anggota BRICS)," ucap dia.

"Jadi sekali lagi terima kasih. Kita sekarang ingin hubungan ini lebih baik. Masih banyak kita harus belajar," jelas Prabowo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan empat mata dengan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (23/10/2025).

 

Prabowo Sambut Kunjungan Presiden Brasil di Istana: Banyak Kebijakan Anda yang Saya Ikuti dan Kagumi

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. (Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Prabowo mengaku dirinya mengagumi dan mencotoh beberapa kebijakan Presiden Lula.

"Saya secara pribadi mengagumi kebijakan Anda, dan saya mengikuti banyak kebijakan Anda," kata Prabowo.

Dia menyebut kepemimpinan Lula berhasil membawa kesejateraan bagi masyarakat Brasil. Prabowo menekankan hal ini sama dengan prioritasnya untuk mensejahterakan rakyat Indonesia melalui kebijakan-kebijakan.

"Karena Anda memiliki kepentingan yang sama, kepentingan besar, melalui kesejahteraan rakyat Anda. Ini adalah prioritas saya. Prioritas utama saya adalah kesejahteraan rakyat Indonesia," ujarnya.

Prabowo mengaku senang dapat menyambut kunjungan Presiden Lula ke Indonesia. Dia menyebut Indonesia dan Brasil memiliki banyak kesamaan, khususnya sebagai negara berkembang.

"Seperti yang Anda tahu, Brasil adalah pemimpin yang sangat penting dari Selatan. Pemimpin negara-negara berkembang. Kita berdua memiliki latar belakang yang sama," tutur dia.

"Kita memiliki negara yang hebat. Pemimpin negara-negara yang sangat kuat dan sukses. Pemimpin pahlawan, yang berkembang dengan baik. Kita memiliki hubungan yang baik," sambung Prabowo.

 

Presiden Brasil Disambut Siswa hingga Menteri di Istana

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva. (Liputan6.com/Lizsa Egaham)

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Presiden Lula dan istrinya, Rosângela Lula da Silva tiba di Istana Merdeka sekitar pukul 10.05 WIB. Iring-iringan mobil yang membawa Presiden Lula da Silva sempat memasuki kawasan Monumen Nasional (Monas).

Puluhan pasukan berkuda yang membawa bendera Indonesia turut mengiringi rangkaian mobil Presiden Lula hingga ke Istana Merdeka.

Sejumlah siswa berseragam sekolah menyambut kedatangan Presiden Brasil baik dari kawasan Monas maupun di Istana Merdeka. Mereka membawa bendera Indonesia dan Brasil.

Prabowo yang mengenakan setelan jas biru tua dan peci hitam langsung menyambut kedatangan Presiden Lula da Silva dan istrinya di depan pintu mobil. Prabowo dan Lula saling berjabat tangan serta berpelukan.

Kemudian, Prabowo dan Presiden Lula mengikuti prosesi upacara penyambutan pemimpin negara. Lagu kedua negara dikumandangkan yang diselingi bunyi meriam sebanyak 21 kali.

Usai upacara, Prabowo dan Presiden Lula mengenalkan para delegasi masing-masing. Prabowo tampak didampingi Menteti Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Kemudian, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol, dan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

Selanjutnya, Prabowo mengajak Presiden Lula masuk ke ruang kredensial Istana Merdeka untuk menandatangani buku tamu dan berfoto bersama. Setelah itu, keduanya melakukan pertemuan empat mata yang digelar tertutup di ruang kerja presiden. Ini merupakan kunjungan balasan atas lawatan Prabowo ke Brasilia pada Juli 2025.

Infografis 5 Menteri Terkaya di Kabinet Prabowo-Gibran. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya