Liputan6.com, Jakarta KRC Genk dan Real Betis bakal berhadapan pada matchday ketiga fase liga Liga Europa 2025/2026. Laga UEFA Europa League (UEL) antara KRC Genk vs Real Betis tersebut digelar di Cegeka Arena. Pertandingan dijadwalkan dimulai pada Kamis, 23 Oktober 2025, pukul 23.45 WIB, dan dapat disaksikan melalui live streaming di Vidio.
Genk akan berusaha menata ulang langkah mereka di Eropa ketika menjamu Real Betis. Pertandingan ini menjadi ujian penting bagi tim asuhan Thorsten Fink yang sedang berjuang mencari ritme dan kestabilan performa.
Advertisement
Awal perjalanan Genk di Liga Europa sebenarnya cukup menjanjikan. Mereka sukses menundukkan Rangers 1-0 berkat gol Oh Hyeon-gyu di babak kedua, hasil yang menegaskan potensi besar tim muda asal Belgia itu. Akan tetapi, langkah positif tersebut langsung terhenti setelah mereka kalah 0-1 dari Ferencvaros di laga kedua, oleh gol tunggal Barnabas Varga.
Kekalahan itu membuat Genk kini berada dalam posisi yang harus segera diperbaiki. Mereka butuh kemenangan untuk menjaga asa bersaing di fase liga, sekaligus memulihkan kepercayaan diri setelah penampilan yang naik-turun di kompetisi domestik.
Di Belgian Pro League, Genk saat ini berada di peringkat kesembilan dengan 15 poin dari 11 laga. Mereka baru mencatat empat kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan. Hasil tersebut menunjukkan inkonsistensi yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Fink dan anak asuhnya.
Tren performa mereka memang tidak sepenuhnya buruk. Genk hanya sekali kalah dalam lima laga terakhir, tetapi lini belakang mereka kerap jadi sumber masalah. Mereka gagal mencatat clean sheet dalam empat pertandingan beruntun, termasuk saat bermain imbang 2-2 kontra Cercle Bruges akhir pekan lalu.
Kini, Genk berharap dukungan publik Cegeka Arena bisa menjadi energi tambahan. Kombinasi Oh Hyeon-gyu dan Yira Sor di lini depan diharapkan mampu menyalakan kembali daya gedor tim dan membawa kemenangan kedua di Eropa musim ini.
Sementara itu, Real Betis datang dengan bekal kepercayaan diri tinggi. Di bawah asuhan Manuel Pellegrini, tim asal Andalusia itu tampil stabil dan menunjukkan kematangan dalam mengelola pertandingan. Mereka belum terkalahkan di fase liga, hasil dari kerja sama solid dan kedalaman skuad yang terjaga.