Oatmeal Scrub dan 9 Cara Lain Hilangkan Komedo di Hidung

Oatmeal scrub adalah salah satu cara untuk mengatasi komedo di hidung, ini kandungan dan manfaatnya.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 22 Oktober 2025, 07:00 WIB
Oatmeal scrub bisa jadi cara sederhana hilangkan komedo di hidung. Foto dibuat oleh AI.

Liputan6.com, Jakarta Oatmeal umumnya dikonsumsi untuk sarapan. Namun, menurut dokter spesialis kulit dan kelamin  Dwi Ro Santi, makanan berbahan dasar oat (Avena sativa) ini bisa pula membantu menghilangkan komedo.

“Salah satu cara untuk mengatasi komedo di hidung adalah dengan memanfaatkan scrub dari oatmeal. Bahan alami ini tidak hanya baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kulit. Oatmeal mengandung saponin yang bersifat antimikroba sehingga mampu membantu membersihkan wajah secara mendalam,” kata Dwi mengutip laman EMC, Selasa (21/10/2025).

Selain itu, kandungan zinc di dalamnya berfungsi meredakan peradangan sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Teksturnya yang agak kasar membuat oatmeal efektif digunakan sebagai bahan lulur wajah.

“Namun, penggunaannya sebaiknya tidak terlalu sering, karena bisa menimbulkan iritasi jika kulit terlalu sensitif,” saran dokter yang praktik di RS EMC Grha Kedoya itu.

Selain oatmeal scrub, cara lain untuk menghilangkan komedo di hidung adalah:

Uap Air Hangat

Salah satu cara sederhana untuk membantu membuka pori-pori adalah dengan uap hangat. Uap dapat melunakkan minyak yang menyumbat sehingga komedo lebih mudah dibersihkan.

“Anda cukup mendekatkan wajah ke mangkuk berisi air panas selama 5–10 menit, lalu lanjutkan dengan membersihkan wajah secara lembut. Metode ini cukup dilakukan sekali seminggu agar kulit tidak iritasi,” kata Dwi.

Rutin Bersihkan Wajah

Membersihkan wajah secara rutin adalah kunci utama untuk mencegah komedo. Minyak, debu, dan sisa make-up yang tidak dibersihkan dengan baik dapat menumpuk dan menyumbat pori. Gunakan pembersih wajah yang lembut, bebas minyak, dan non-komedogenik.

“Cuci wajah dua kali sehari, yaitu di pagi hari untuk menghilangkan minyak yang diproduksi semalaman, serta malam hari setelah beraktivitas untuk membersihkan kotoran dan make-up,” ujar Dwi.

 

Lakukan Eksfoliasi Wajah

Eksfoliasi menjadi salah satu cara efektif untuk mengatasi komedo, terutama di area hidung dan dagu. Ada dua jenis eksfoliasi, yaitu fisik dan kimia.

Eksfoliasi fisik dilakukan dengan scrub, namun tidak semua jenis kulit cocok, terutama kulit sensitif, sehingga penggunaannya sebaiknya dibatasi 1–2 kali seminggu dan selalu diikuti pelembap untuk mencegah iritasi.

Sementara itu, eksfoliasi kimia menggunakan bahan aktif seperti AHA, BHA, atau PHA yang membantu melarutkan sel kulit mati sekaligus mengontrol minyak berlebih.

Gunakan Produk dengan Salicylic Acid

Dalam Journal of The American Academy of Dermatology berjudul Clinical Evaluation of Salicylic Acid Scrub, Toner and Mask in Reducing Blackheads, menyebutkan penggunaan produk perawatan kulit yang mengandung salicylic acid terbukti efektif membantu mengurangi komedo di wajah.

“Gunakan sesuai petunjuk, biasanya pada malam hari. Untuk kulit yang baru mencoba, sebaiknya mulai dengan konsentrasi rendah (sekitar 0,5–2 persen) agar kulit dapat menyesuaikan. Hasilnya mungkin tidak instan, tapi dengan pemakaian rutin, komedo biasanya akan berkurang secara bertahap.

 

Clay Mask

Clay mask atau masker berbahan tanah liat mengandung sulfur yang berfungsi membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus membersihkan komedo. Perawatan ini sudah digunakan sejak lama karena teksturnya yang lembut dan aman bagi kulit.

Selain membersihkan komedo, clay mask juga bermanfaat untuk mengontrol minyak berlebih serta membantu membuka dan mengeluarkan kotoran yang menumpuk di pori-pori. Meski begitu, bagi sebagian orang, kandungan sulfur bisa menimbulkan reaksi alergi sehingga penggunaannya perlu diperhatikan.

Menggunakan Madu Manuka

Madu manuka bisa menjadi salah satu pilihan alami untuk membantu mengatasi komedo di area hidung. Kandungan antibakteri di dalamnya mampu mencegah timbulnya jerawat ringan, sementara sifat antiinflamasi membantu meredakan peradangan pada kulit.

“Cara menggunakannya cukup mudah, yaitu dengan mengoleskan madu manuka pada hidung, diamkan selama 15–30 menit, lalu bilas menggunakan air hangat,” Dwi menjelaskan.

 

Chemical Peeling

Chemical peeling merupakan prosedur perawatan kulit yang bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati serta membuka pori-pori yang tersumbat penyebab komedo. Pada prosesnya, dokter akan mengaplikasikan larutan kimia khusus pada permukaan kulit.

Larutan tersebut kemudian akan menyebabkan pengelupasan lapisan kulit terluar, sehingga tekstur kulit tampak lebih halus dan bersih. Namun, sebelum menjalani tindakan ini, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar memahami manfaat serta potensi efek sampingnya.

Mikrodermabrasi

Mikrodermabrasi merupakan prosedur kecantikan yang menggunakan alat khusus untuk mengikis lapisan kulit paling atas. Teknik ini membantu mengangkat sel kulit mati, membuka pori-pori yang tersumbat, dan merangsang pertumbuhan kulit baru.

Prosedur ini biasanya dilakukan di klinik kecantikan dan membutuhkan beberapa kali sesi untuk hasil maksimal. Meski begitu, tetap ada risiko kemerahan atau iritasi ringan, terutama untuk kulit sensitif.

“Sehingga Anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan mikrodermabrasi.”

Terapi Laser

Untuk komedo yang parah dan sulit diatasi dengan cara biasa, terapi laser bisa menjadi pilihan. Laser bekerja dengan menargetkan kelenjar minyak agar produksi sebum lebih terkontrol, sekaligus membunuh bakteri penyebab jerawat. Terapi ini juga dapat membantu mengecilkan pori-pori sehingga risiko komedo berulang lebih kecil.

Namun, prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh dokter kulit atau klinik terpercaya. Hasilnya memang menjanjikan, tetapi biayanya cukup tinggi dan mungkin memerlukan beberapa kali sesi perawatan.

Jika berbagai cara sudah dilakukan namun komedo tetap tidak kunjung hilang dan justru semakin banyak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Dengan pemeriksaan langsung, dokter dapat menentukan penyebab pasti sekaligus memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisi kulit pasien.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya