Liputan6.com, Jakarta - Raksasa agribisnis global, Cargill, meresmikan pabrik pemurnian minyak sawit (refinery) terbarunya yang berlokasi di Lampung, Indonesia. Peresmian fasilitas berteknologi mutakhir ini menjadi penegasan komitmen jangka panjang perusahaan untuk mendukung ketahanan pangan, sekaligus memperkuat kapasitas pasokan minyak sawit berkelanjutan ke pasar utama seperti Amerika Utara, Eropa, dan Asia.
Proyek refinery ini menelan investasi fantastis senilai USD 200 juta. Peresmian fasilitas ini bertepatan dengan momen 50 tahun kehadiran Cargill di Indonesia.
Advertisement
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyambut positif kehadiran investasi ini.
"Kami menyambut baik terpilihnya Lampung sebagai lokasi pembangunan refinery baru Cargill, yang mencerminkan kepercayaan investor terhadap potensi provinsi Lampung sebagai wilayah yang ramah bagi investasi, serta pertumbuhan sektor industri di Indonesia," kata Rahmat Mirzani dalam keterangan tertulis, Selasa (21/10/2025).
Ia menambahkan, investasi ini diharapkan dapat mendorong pengembangan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada pertumbuhan berkelanjutan di Lampung.
Refinery Cargill Mampu Olah 3.000 Ton Minyak Sawit per Hari
Asia Pacific Group President of Cargill Agriculture and Trading Penne Kehl, menyoroti momentum 50 tahun ini sebagai permulaan era baru kemitraan.
"Cargill bangga telah bertumbuh selama 50 tahun bersama Indonesia. Investasi kami di refinery ini menandai era baru kemitraan, seiring dengan upaya kami untuk meningkatkan produksi produk kelapa sawit yang aman dan berkelanjutan, serta membangun rantai pasok yang tangguh dan berkontribusi terhadap sistem pangan global yang aman, bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Penne Kehl.
Refinery yang berlokasi di Lampung ini dirancang dengan kemampuan produksi luar biasa. Fasilitas ini dapat mengolah hingga 3.000 metrik ton minyak sawit per hari.
Secara tahunan, refinery ini memiliki kapasitas untuk memurnikan satu juta metrik ton minyak sawit. Yang lebih penting, seluruh minyak sawit yang diproses bersumber secara bertanggung jawab dan memiliki jaminan ketertelusuran yang ketat. Selain itu, fasilitas ini dilengkapi dengan sistem canggih, seperti instalasi pengolahan air limbah dan peralatan hemat energi, untuk meminimalisir dampak lingkungan.
Refinery Lampung Perkuat Ketertelusuran Sawit Cargill
Managing Director Bisnis Tropical Oil Cargill Azlan Adnan, menjelaskan bahwa refinery di Lampung ini menjadi kunci dalam penguatan rantai pasok terintegrasi perusahaan.
"Bersama dengan pabrik dan Perkebunan milik Cargill, refinery ini memperkuat rantai pasok terintegrasi Cargill dari hulu ke hilir, dari perkebunan hingga pelanggan, untuk memastikan ketertelusuran dan keberlanjutan yang lebih baik," kata Azlan Adnan.
Keberadaan refinery ini secara signifikan meningkatkan kemampuan Cargill untuk memenuhi permintaan pasar global yang terus meningkat atas minyak sawit yang diproduksi secara berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada bisnis, Cargill juga aktif menjalankan tanggung jawab sosial. Perusahaan secara aktif mendukung pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal. Salah satu inisiatifnya adalah Program Kesehatan Keluarga dan Kesadaran Lingkungan di Desa Srengsem.
Melalui program ini, Cargill membantu memperkuat layanan kesehatan, meningkatkan gizi masyarakat, hingga mendorong praktik pengelolaan limbah yang berkelanjutan.