Prabowo Soroti 'Gunung' Sampah di Bantar Gebang Capai 55 Juta Ton: Ini Membahayakan Kampung Sekitar

Presiden Prabowo menyoroti volume sampah Bantar Gebang yang menggunung mencapai 55 juta ton. Dia mengkhawatirkan warga kampung sekitar TPST Bantar Gebang.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 21 Oktober 2025, 09:38 WIB
Antrean truk sampah dari Jakarta saat akan menurunkan muatan di TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (18/3). Jumlah sampah yang masuk TPST Bantar Gebang mencapai 7.400 ton per hari. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menyoroti soal volume sampah di sejumlah Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang sudah menggunung dan mengkhawatirkan. Dia mencontohkan tumpukan sampah di TPST Bantar Gebang, Bekasi yang mencapai 55 juta ton.

"Ada tempat-tempat sampah yang, sampahnya sudah menggunung. Terutama untuk DKI, Bantar Gebang, Bandung, untuk Surabaya, dan untuk Bali," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna 1 tahun pemerintahan di Istana Negara Jakarta, Senin (20/10/2025).

"Kalau tidak salah, di Bantar Gebang itu saya dapat laporan, sudah mencapai puluhan juta ton itu. 55 juta ton. Limbahnya 55 juta ton. Sudah menggunung," sambungnya.

Dia menekankan pengelolaan sampah menjadi hal mendesak yang harus segera ditangani. Pasalnya, kata Prabowo, gunungan sampah itu akan membahayakan masyarakat sekitar apabila terjadi hujan deras.

"Kalau terjadi hujan deras, dia bisa membahayakan banyak kampung di sekitar itu. Ini segera akan kita lakukan," ujarnya.

Kelola Sampah Lewat PLTSa

Prabowo menyampaikan pemerintahannya akan membangun 34 Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di seluruh Indonesia dalam dua tahun ke depan. Dia ingin mengelola gunungan sampah di sejumlah daerah menjadi sumber listrik.

"Kita akan segera mulai 34 (provinsi). Ini sudah saya kira pembiayaan sudah tinggal kontrak dibagi-bagi, tinggal di-nilai teknologi yang terbaik yang mana. Karena ini sangat sangat penting," tutur Prabowo.

Menurut dia, proyek ini sangat strategis karena menyangkut masalah kebersihan, kesehatan, dan pariwisata Indonesia. Untuk itu, Prabowo meminta Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara segera menggarap proyek PLTSa.

"Kita berharap pariwisata naik kalau Bali tidak bisa bersihkan sampahnya, bisa kita bayangkan mau enggak turis datang ke tempat yang kotor, yang jorok? Jadi ini strategis. Terima kasih Danantara, segera dilaksanakan," jelas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya