Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kafilah, pelatih, dan pendamping yang berhasil mengantarkan Provinsi Kalimantan Timur meraih Juara Umum Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis Nasional (STQHN) ke-28 Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Suasana haru dan bangga menyelimuti acara penyerahan penghargaan yang digelar di Anjungan Kalimantan Timur, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (20/10/2025).
Advertisement
Dalam sambutannya, Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan rasa bangga sekaligus syukur atas prestasi gemilang yang kembali diraih Kaltim. “Alhamdulillah kami menerima sebagai juara umum, Piala Presiden berkaitan dengan STQHN. Jadi Kalimantan Timur mendapatkan juara umum,” ujar Rudy di hadapan para kafilah dan tamu undangan.
Rudy menilai, kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh elemen yang terlibat, mulai dari peserta, pelatih, hingga pendamping yang telah berjuang maksimal untuk mempertahankan prestasi juara umum yang juga diraih Kaltim pada tahun sebelumnya.
“Kami sangat bangga. Inilah yang kami tunggu-tunggu untuk setiap ajang nasional, harus bisa menjadi juara umum,” ucapnya penuh semangat.
Ia berharap, keberhasilan Kaltim kali ini dapat memberi kontribusi nyata bagi kemajuan pembinaan generasi Qur’ani di Indonesia, khususnya di Bumi Etam. Rudy menekankan pentingnya menjaga konsistensi prestasi agar terus berlanjut di masa mendatang.
“Harapan kami ke depannya, prestasi ini bisa terus dipertahankan. Mudah-mudahan kegiatan-kegiatan berskala nasional bahkan internasional, Kaltim tetap bisa memberikan kontribusi besar untuk nusantara ini,” tuturnya.
Kemenangan Karena Kerja Keras, Bukan Kebetulan
Lebih lanjut, Rudy mengungkapkan bahwa kemenangan kafilah Kaltim bukanlah hasil kebetulan, melainkan berkat strategi dan perencanaan yang matang. Ia menyebut adanya “kiat-kiat khusus” yang diterapkan dalam pembinaan dan pelatihan para peserta.
“Tentu di sini ada kiat-kiatnya. Di luar kolaborasi, ada strategi-strategi khusus yang dimiliki setiap daerah. Kaltim punya strategi sendiri untuk ini, dan Alhamdulillah, sukses,” jelasnya.
Rudy juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus memberikan dukungan anggaran yang memadai bagi pelaksanaan berbagai kegiatan keagamaan, termasuk pelatihan dan pembinaan peserta STQH.
“Anggaran pastinya kita siapkan agar kegiatan bisa berjalan dengan baik. Kami tidak menyiapkan anggaran berlebih, tapi anggaran yang memadai, agar semua kegiatan dan program, terutama yang berkaitan dengan TC (Training Center), dapat terlaksana dengan baik dari sisi pendanaan,” pungkasnya.