Sindiran Arne Slot untuk Manchester United: Tim Long Ball

Arne Slot menyindir Manchester United sebagai tim bola panjang usai Liverpool kalah 2-1 di Anfield, menyoroti masalah pertahanan timnya dari situasi bola mati.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 20 Oktober 2025, 06:19 WIB
Manajer Liverpool, Arne Slot, bereaksi saat final FA Community Shield antara Liverpool dan Crystal Palace di Stadion Wembley, London, Minggu, 10 Agustus 2025. (AP Photo/Dave Shopland)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Liverpool, Arne Slot, tidak menutupi kekecewaannya usai timnya kalah 1-2 dari Manchester United di Anfield, Minggu malam lalu. Dalam wawancara seusai laga, Slot secara blak-blakan menyebut United sebagai “tim bola panjang” dan menilai timnya sejatinya tidak layak kalah.

Kekalahan itu memperpanjang rentetan hasil buruk Liverpool menjadi empat laga tanpa kemenangan di semua kompetisi, rekor terburuk mereka sejak 2014.

Sementara bagi United, kemenangan ini menjadi yang pertama di Anfield sejak 2016 sekaligus mencatatkan dua kemenangan beruntun di Premier League di bawah asuhan Ruben Amorim.

Liverpool sejatinya memulai musim dengan impresif, meraih tujuh kemenangan beruntun termasuk lima di liga. Namun, momentum itu terhenti sejak kekalahan 1-2 di markas Crystal Palace pada akhir September, diikuti hasil buruk melawan Galatasaray dan Chelsea sebelum tumbang dari United.


Slot: Sulit Melawan Tim yang Main Bola Panjang

Pemain Manchester United, Bruno Fernandes (kiri), berebut bola dengan pemain Liverpool, Ryan Gravenberch, dalam pertandingan Liga Inggris antara Liverpool dan Manchester United di Liverpool, Inggris, Minggu, 19 Oktober 2025. (AP Photo/Ian Hodgson)   

Slot menilai Liverpool sebenarnya tampil cukup baik dalam menciptakan peluang, tetapi gagal memanfaatkannya secara maksimal. Dalam wawancara dengan BBC Match of the Day, ia berkata:

“Selalu sulit menghadapi tim yang bertahan dengan blok rendah dan lebih sering memainkan bola panjang. Apalagi saat Anda tertinggal lebih dulu hanya semenit setelah kick-off, ketika salah satu pemain kami tergeletak di lapangan.”

Ia melanjutkan, “Kalau sebelum pertandingan ada yang bilang kami akan menciptakan sebanyak ini peluang melawan blok rendah dan bola-bola panjang, saya tak akan percaya kami bisa kalah. Tapi nyatanya, kami kebobolan dua gol, dan satu lagi dari bola mati.”

Slot mengaku frustrasi karena kesalahan yang sama terus terulang, terutama dalam situasi bola mati yang kembali menghantui timnya. Menurutnya, kelemahan itu membuat Liverpool sulit menjaga konsistensi hasil di level tertinggi.


Set Piece Jadi Masalah Serius Liverpool

Pemain Manchester United, Harry Maguire, berteriak semangat setelah timnya berhasil mengalahkan Liverpool di Anfield dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Minggu (19/10/2025) malam WIB.

Pelatih asal Belanda itu juga memberi peringatan keras kepada para pemainnya soal lemahnya pertahanan dari situasi bola mati. “Kami memang memberi satu atau dua peluang tambahan selain dua gol itu, tapi ketika Anda tertinggal, tentu harus ambil risiko lebih,” katanya.

“Namun faktanya, kami jarang benar-benar kebobolan dari permainan terbuka. Masalahnya, kami terlalu sering kebobolan dari bola mati.”

Slot menegaskan bahwa situasi tersebut tidak bisa terus dibiarkan. “Sulit memenangi pertandingan jika Anda punya catatan negatif dalam situasi bola mati,” ujarnya.

Ia merujuk pada gol penentu kemenangan yang dicetak Harry Maguire lewat sundulan pada menit ke-84, gol yang menutup kemenangan 2-1 United setelah Cody Gakpo sempat menyamakan skor.

Kekalahan itu membuat Liverpool turun ke peringkat keempat klasemen, empat poin di belakang pemuncak Arsenal. Sementara United naik ke posisi kesembilan dan mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan di bawah Amorim.

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya