Liputan6.com, Jakarta - Selama lebih dari tiga dekade, dunia dermatologi berhadapan dengan teka-teki besar, yaitu mengapa obat oral untuk rambut rontok yang benar-benar efektif masih sangat terbatas, padahal masalah ini dialami oleh sebagian besar pria dan wanita? Meskipun banyak produk dan suplemen beredar di pasaran, hanya sedikit yang terbukti secara klinis memberikan hasil signifikan.
Minoksidil, yang lebih dikenal dengan nama dagang Rogaine, mendapat persetujuan BPOM Amerika Serikat (Food and Drug Administration (FDA)) pada 1991 untuk penggunaan topikal. Obat ini masih menjadi andalan hingga kini, tetapi banyak orang menganggap pemakaiannya merepotkan dan tidak praktis.
Advertisement
Lalu, ada finasteride (Propecia), obat oral khusus untuk pria yang disetujui pada 1997, dengan sejumlah risiko efek samping. Namun, selama ini belum pernah ada pengobatan oral untuk wanita dengan masalah kerontokan rambut yang disetujui FDA.
Kini harapan baru muncul lewat VDPHL01, minoksidil oral pelepasan lambat buatan Veradermics, perusahaan biofarmasi asal Connecticut, AS. Obat ini dikembangkan untuk mengatasi alopecia androgenetik pada pria dan wanita.
Melansir Harper’s Bazaar, Minggu, 19 Oktober 2025, CEO Veradermics, Dr. Reid Waldman, menjelaskan, "Kami sedang menjalankan tiga studi fase tiga, dua untuk pria dan satu untuk wanita dengan kerontokan rambut berpola." Jika hasilnya sesuai harapan, obat ini bisa menjadi terobosan terbesar dalam dunia perawatan rambut dalam 30 tahun terakhir.
Obat Oral Baru untuk Rambut
Sejauh ini, hasil penelitian VDPHL01 menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan. Hal ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan karena minoksidil oral sudah digunakan di kalangan medis untuk mengatasi rambut rontok, meskipun statusnya masih off-label, alias bukan untuk penggunaan resmi.
"Penggunaannya untuk rambut rontok masih dianggap di luar indikasi resmi, sehingga sebagian pasien dan dokter masih ragu," jelas dokter kulit Dendy Engelman.
Namun, perbedaan mendasar VDPHL01 terletak pada formulasi pelepasan lambatnya. Versi baru ini dirancang untuk mengurangi risiko jantung sekaligus memberikan paparan minoksidil yang stabil dan berkelanjutan pada folikel rambut.
Waldman menjelaskan, "Awalnya, minoksidil disetujui sebagai obat tekanan darah, bukan untuk pertumbuhan rambut. Masalahnya adalah bagaimana obat ini masuk ke tubuh—zatnya diserap sangat cepat, bagus untuk menurunkan tekanan darah, tapi tidak ideal untuk menumbuhkan rambut dengan risiko jantung yang lebih lemah."
Dengan teknologi baru ini, VDPHL01 memberikan efek yang jauh lebih konsisten. "Kami ingin memberi paparan minoksidil yang stabil di folikel rambut melalui teknologi hydrogel khusus," katanya.
"Pada minoksidil oral biasa, sebagian besar zat sudah keluar dari tubuh dalam dua jam, dan kadar efektifnya menurun di bawah ambang batas pertumbuhan dalam empat jam. Sedangkan dengan pelepasan lambat, kami berusaha mempertahankan kadar optimal hingga 12–24 jam untuk memberikan stimulasi yang lebih lama."
Hasil Uji Klinis dan Proses Menuju Persetujuan FDA
Veradermics berencana untuk mengajukan persetujuan FDA setelah data dari uji klinis fase tiga sepenuhnya terkumpul. "Kami memperkirakan pada paruh pertama tahun 2026 akan keluar hasil awal untuk peserta pria, dan seluruh data pria akan selesai dalam tahun yang sama," ujar Waldman. Jika hasilnya positif, mereka akan segera mengajukan izin resmi.
Data yang dikumpulkan sejauh ini mencakup hasil kuantitatif dan kualitatif yang menunjukkan peningkatan nyata. Waldman menjelaskan, "Dalam fase dua, lebih dari 90 persen peserta mengalami peningkatan dua digit dalam jumlah rambut, dengan rata-rata 37,5 helai per sentimeter persegi setelah dua bulan, dan 47,3 helai setelah empat bulan."
Bahkan, tanda-tanda pertumbuhan rambut terlihat lebih cepat dari perkiraan. "Pada bulan kedua, kami sudah melihat pertumbuhan rambut yang tampak jelas," ungkapnya.
Biasanya, pasien baru melihat hasil setelah enam bulan penggunaan produk rambut rontok. Namun kali ini, efeknya terlihat hanya dalam dua bulan.
"Dalam praktik klinis saya, saya selalu katakan kepada pasien bahwa butuh enam bulan untuk melihat pertumbuhan awal, dan satu tahun untuk hasil maksimal," ujar Waldman. "Jadi, sangat menggembirakan melihat pertumbuhan rambut terjadi secepat ini."
Harapan Baru bagi Jutaan Penderita Rambut Rontok
Uji coba mencakup peserta dengan berbagai jenis rambut, tekstur, pola kerontokan, dan latar belakang etnis, memastikan bahwa efektivitas obat ini berlaku luas bagi banyak kalangan. Keunggulan utama VDPHL01 terletak pada keamanan dan minim efek sampingnya.
Waldman menegaskan bahwa obat ini tidak menunjukkan efek hormonal seperti pada finasteride, dan sejauh ini tidak ada kasus efek samping jantung serius yang terkait. "Secara keseluruhan, kami tidak menemukan kejadian kardiak serius yang berhubungan dengan pengobatan dalam studi fase dua," katanya.
Jika nanti disetujui FDA, VDPHL01 akan menjadi pengobatan oral pertama yang diakui secara resmi untuk kerontokan rambut, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Waldman juga menekankan bahwa hasil dari uji klinis ini memiliki tingkat keakuratan tinggi karena mengikuti standar regulasi ketat, berbeda dengan suplemen rambut yang beredar bebas tanpa proses verifikasi FDA.
Terobosan ini menjadi harapan besar bagi sekitar 80 juta orang di Amerika Serikat yang mengalami rambut rontok. Waldman menutup dengan pernyataan yang menyentuh, "Sekitar 85 persen pria dan 50 persen wanita akan mengalami kerontokan rambut sepanjang hidup mereka. Ini adalah masalah yang sangat pribadi, sangat psikologis, dan pada dasarnya bersifat universal."