Ibas Demokrat: Akhlak dan Ilmu Jadi Pilar Membangun Bangsa

Ibas menekankan, pendidikan berkarakter adalah kunci melahirkan generasi unggul, baik secara intelektual, moral, maupun spiritual.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 17 Oktober 2025, 19:08 WIB
Wakil Ketua Umum Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat memberi kuliah umum di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengatakan, akhlak dan ilmu adalah manfaat yang membuka jalan santri menuju bangsa yang maju dan sejahtera. Menurut dia, elemen tersebut adalah pilar utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Setinggi apa pun pendidikan, kekayaan dan jabatan kita, tanpa akhlak, semuanya akan hancur. Akhlak itu karakter. Meskipun tidak diawasi, meskipun tidak dimonitor, nilai-nilai itu harus menjadi bagian dari diri kita masing-masing,” kata Ibas saat memberi kuliah umum di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, seperti dikutip dari siaran pers.

Ibas menekankan, pendidikan berkarakter adalah kunci melahirkan generasi unggul, baik secara intelektual, moral, maupun spiritual. Ia mengingatkan bahwa proses belajar adalah perjalanan seumur hidup.

"Hidup itu seperti universitas yang abadi. Kita boleh lulus empat tahun dari sekarang, tapi jangan pernah berhenti belajar. Belajarlah di mana pun, kapan pun, agar kalian terus maju dan bermanfaat,” pesan dia.

Dia pun menyoroti pentingnya perpaduan antara idealisme dan pragmatisme dalam pembangunan bangsa. Sebab, kemajuan tanpa didasari akhlak hanya akan berujung pada konflik, disorientasi nilai, dan kekosongan peradaban.

“Bangsa boleh maju, tapi kita ingin beradab. Kita harus menjadi orang-orang yang memiliki jiwa damai, jiwa santun, jiwa cerdas, dan jiwa yang baik. Akhlak adalah fondasi dari peradaban bangsa,” tegas Ibas.

Ibas mengamini saat ini tantangan dunia diwarnai dengan hadirnya Artificial Intelligence (AI). Kendati demikian, kemajuan teknologi harus direspons dengan pemanfaatan ilmu untuk kebaikan.

“Ilmu yang kalian miliki harus bisa menerangi, bukan hanya diri sendiri, tapi juga lingkungan dan bangsa,” dia menutup.

 

Sinergi

Sebagai informasi, kehadiran Ibas di UNIDA diharapkan menjadi bentuk memperkuat sinergi antara dunia politik, pendidikan, dan nilai-nilai keislaman yang selama ini menjadi kekuatan utama pesantren.

Diketahui, acara yang berlangsung pada 16 Oktober 2025 tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Darussalam Gontor, termasuk Wakil Rektor I Assoc. Prof. Dr. Abdul Hafidz bin Zaid, Lc., M.A., Wakil Rektor II Assoc. Prof. Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A., Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Khoirul Umam, M.Ec., Wakil Rektor IV dr. Royyan Ramdhani Djayusman, Ph.D., serta Dekan Fakultas Humaniora Dr. Mohamad Latief, M.A., beserta para Wakil Dekan dan Kaprodi UNIDA Gontor.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya