Enzo Maresca Bayar Mahal Selebrasi Penuh Emosi, tapi Justru Makin Dicintai Fans Chelsea

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, tengah menjadi sorotan usai selebrasi liarnya dalam kemenangan dramatis atas Liverpool di Stamford Bridge dua pekan lalu.

oleh Ari Rachman PrayogaDiterbitkan 18 Oktober 2025, 14:50 WIB
Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberi isyarat di pinggir lapangan selama pertandingan Liga Primer Inggris antara Fulham dan Chelsea di Craven Cottage di London pada tanggal 20 April 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, tengah menjadi sorotan usai selebrasi liarnya dalam kemenangan dramatis atas Liverpool di Stamford Bridge dua pekan lalu.

Euforia luar biasa yang ia tunjukkan kala timnya mencetak gol di menit akhir ternyata berujung pada hukuman dari FA. Maresca dijatuhi larangan mendampingi tim selama satu pertandingan dan didenda sebesar £8.000. Sebuah konsekuensi yang tak ringan, namun sang pelatih menganggapnya sepadan dengan momen penuh kebahagiaan tersebut.

Insiden itu terjadi ketika Maresca berlari masuk ke lapangan begitu bola bersarang di gawang Liverpool, memastikan kemenangan penting bagi Chelsea.

Aksi spontan itu memang melanggar aturan, dan wasit Anthony Taylor tanpa ragu memberikan kartu kuning kedua kepadanya, yang otomatis berubah menjadi kartu merah. Hukuman tambahan dari FA kemudian menyusul beberapa hari setelah laga berakhir.


Maresca Tak Menyesal

Ekspresi kecewa pelatih Chelsea, Enzo Maresca pada laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Fulham di Stamford Bridge, London, Inggris, Jumat (27/12/2024) WIB. (AFP/Glyn Kirk)

Meski begitu, Maresca sama sekali tidak menyesali tindakannya. Dalam konferensi pers, pelatih asal Italia itu tampak santai menanggapi hukuman yang dijatuhkan padanya.

“Itu (denda) jumlah yang besar, tapi itulah aturannya. Saya sangat senang pada saat itu, dan saya harus menerima konsekuensinya,” ujarnya.

Bagi Maresca, selebrasi itu merupakan luapan emosi alami setelah perjuangan keras timnya membuahkan hasil.


Kena Denda Malah Bahagia

Pelatih Chelsea, Enzo Maresca, melakukan selebrasi setelah timnya mengalahkan Fluminense dalam laga semifinal Piala Dunia Antarklub di East Rutherford, New Jersey, Rabu (9/7/2025). (AP Photo/Frank Franklin II)

Pelatih berusia 44 tahun itu juga menegaskan bahwa kebahagiaan yang ia rasakan jauh lebih berharga dibandingkan denda atau larangan mendampingi tim.

“Saya cukup senang menerima konsekuensinya setelah gol itu,” katanya sambil tersenyum.

Saat ditanya apakah semua itu sepadan, Maresca hanya menjawab singkat namun tegas: “Ya.”


Selebrasi Membawa Berkah

Pelatih kepala Chelsea asal Italia, Enzo Maresca, memberikan instruksi kepada para pemain dari pinggir lapangan dalam pertandingan Premier League antara Chelsea dan Liverpool di Stamford Bridge, London, pada 4 Oktober 2025. (Glyn KIRK/AFP)

Menariknya, aksi spontan tersebut justru membawa berkah tersendiri bagi mantan asisten Pep Guardiola itu. Selebrasi penuh gairahnya dianggap berhasil menunjukkan sisi emosional dan semangat yang selama ini diharapkan para penggemar The Blues.

Jika sebelumnya hubungan antara Maresca dan fans Chelsea sempat terasa dingin, kini atmosfer di Stamford Bridge mulai berubah.

Banyak suporter menilai selebrasi tersebut mencerminkan dedikasi dan rasa bangga Maresca terhadap tim. Ia tampak benar-benar hidup di pinggir lapangan, menikmati setiap detik perjuangan anak asuhnya.


Titik Balik Maresca di Chelsea

Enzo Maresca dikabarkan Sky Sports telah mencapai kata sepakat dengan Chelsea untuk duduk di kursi manajer. (AFP/Darren Staples)

Beberapa media Inggris bahkan menyebut momen itu sebagai “titik balik” yang mempererat hubungan pelatih dengan basis suporter klub.

“Itu momen yang menyenangkan,” ujar Maresca lagi. “Saya pikir itu bagus untuk semua orang, untuk para pemain, untuk penggemar, dan untuk stadion. Itu hanyalah reaksi spontan yang menunjukkan betapa pentingnya kemenangan itu bagi kami.”

Kini, meski Maresca harus menonton laga melawan Nottingham Forest dari tribune, dukungan fans Chelsea justru semakin mengalir deras.

Selebrasinya yang semula dianggap berlebihan, kini dipandang sebagai simbol gairah dan tekad seorang pelatih yang benar-benar mencintai tim yang ia pimpin. Sebuah harga mahal memang harus dibayar, tapi tampaknya, Maresca justru memenangkan hati publik Stamford Bridge.

Sumber: Sky Sports


Klasemen Liga Inggris 2025/2026

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya