Kasus Influenza Naik, Wamenkes Benny Jelaskan Penyebabnya

Kasus influenza atau orang yang keluhkan gejala flu meningkat di Indonesia, begini penjelasan Wamenkes Benny.

oleh Ade Nasihudin Al AnsoriDiterbitkan 18 Oktober 2025, 07:30 WIB
Kasus Influenza Meningkat saat Pergantian Musim, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus jelaskan penyebabnya, Jakarta (17/10/2025). Foto: Liputan6.com/Ade Nasihudin.

Liputan6.com, Jakarta Kasus influenza tengah mengalami peningkatan di Indonesia dan Malaysia. Terkait kasus ini, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Benjamin Paulus Octavianus memberi tanggapan.

Menurutnya, kenaikan kasus influenza memiliki kaitan dengan pergantian musim. Ditambah karakteristik virus influenza yang kerap berganti tangkai sehingga tak dikenali oleh antibodi tubuh ketika kembali menyerang.

“Virus influenza ini setiap berganti musim dia berganti tangkainya, misalnya H5N1, H5N1a, nanti enggak dikenali lagi. Jadi, tubuh manusia ini, kalau kita pernah tertular satu penyakit kan tubuh membentuk antibodi,” kata Wamenkes yang akrab disapa Benny dalam Health Session di Jakarta, Jumat (17/10/2025).

“Masalahnya, influenza ini setiap pergantian musim dia berimplikasi di binatang, terus balik lagi ke manusia. Makanya, selalu flu tuh munculnya di pergantian musim kayak sekarang, September-Oktober pasti banyak orang flu nih,” ujar Benny.

Guna menanganinya, Benny menyarankan untuk menggunakan masker. Seperti orang-orang di Jepang, ketika musim mulai pancaroba, masyarakat mulai mengenakan masker sebagai perlindungan diri.

“Itu satu-satunya pengaman kita, pakai masker. Jadi ingat flu tuh selalu menyerang sama orang yang rentan, yang daya tahan tubuhnya rendah. Jadi setiap orang sakit, itu terjadi karena dia (antibodi) kalah perang.”

Dia mencontohkan, dalam satu kantor, jika ada salah satu orang sakit flu maka beberapa rekan kerja bisa tertular, sementara beberapa lainnya tidak.

“Yang nggak sakit dia menang perang,” ujarnya.

 

 

5 Hal Soal Peningkatan Pasien Gejala Flu

Kasus influenza meningkat, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan lima hal soal peningkatan pasien gejala flu. Foto: Dok. Pribadi.

Dalam keterangan lain, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Prof. Tjandra Yoga Aditama menyampaikan lima hal soal peningkatan pasien gejala flu.

“Pertama, ternyata Malaysia juga sedang mengalami peningkatan pasien dengan gejala flu, diberitakan sampai ribuan kasus dan bahkan sampai ada penutupan sekolah,” kata Tjandra dalam keterangan tertulis.

Kedua, sambungnya, berita dalam negeri dan negara tetangga ini tentu harus membuat masyarakat waspada dan mengambil beberapa langkah.

Ketiga, langkah pertama adalah melihat data surveilans klinik yang dimiliki Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan. Data ini akan menunjukkan trend penyakit dari waktu ke waktu, termasuk soal:

  • Apakah ada peningkatan kasus?
  • Mulai kapan sebenarnya peningkatan terjadi?
  • Di mana awal mula peningkatan kasus?
  • Bagaimana peningkatan kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan?
  • Adakah peningkatan kasus RS dan ICU?

“Tentu yang dianalisa adalah surveilans ILI (Influenza Like Illness) dan SARI (Severe Acute Respiratory Infection). Dengan data lengkap seperti ini maka tindakan pengendalian dapat dilakukan  dengan baik. Juga hasilnya perlu diinformasikan ke masyarakat luas,” kata Tjandra.

 

Analisa Data Virologik

Keempat, lanjutnya, juga harus dianalisa data virologik, mikrobiologi dan juga genomik untuk tahu virus atau bakteri apa yang sekarang sedang mendominasi.

Juga harus dipastikan apakah merupakan virus Influenza A dan B misalnya, apa galurnya dan atau adakah sesuatu yang baru yang perlu diwaspadai.

Kelima, untuk masyarakat luas ada tiga hal yang perlu dilakukan. Pertama, kalau ada gejala seperti flu maka baik untuk jaga kondisi, pakai masker supaya tidak menulari orang lain, bila perlu istirahat dan lain-lain.

“Kedua, berkonsultasilah ke petugas kesehatan bila sakit memberat, juga laporkan bila dalam suatu lingkungan (rumah, kantor, sekolah dll) ada beberapa orang dengan gejala yang sama apalagi kalau berat dan mendadak.”

Dia juga menyinggung soal vaksinasi flu. Menurutnya, vaksinasi flu memang dapat saja diberikan utamanya pada lansia atau mereka dengan komorbid yang berat.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya