5 Manajer Liga Inggris yang Paling Butuh Kemenangan Akhir Pekan Ini

Beberapa manajer Liga Inggris berada di bawah tekanan besar untuk meraih kemenangan akhir pekan ini.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 17 Oktober 2025, 19:30 WIB
Gol kemenangan dicetak oleh gol cepat Alejandro Garnacho saat pertandingan baru berjalan 49 detik, lalu diikuti dua gol Rasmus Hojlund. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta Jeda internasional yang panjang akhirnya berakhir. Liga Inggris siap kembali menghadirkan drama, ketegangan, dan tekanan besar bagi sejumlah manajer.

Selama dua pekan tanpa kompetisi, sorotan publik hanya tertuju pada isu di luar lapangan. Situasi ini membuat banyak pelatih kini menanggung beban berat untuk membawa timnya bangkit.

Kembalinya liga juga menjadi momen krusial bagi pelatih-pelatih yang hasilnya belum sesuai harapan. Sebagian dari mereka mungkin hanya butuh satu kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan diri tim.

Namun bagi yang lain, kekalahan berikutnya bisa berarti akhir dari masa jabatannya. Sorotan tajam media, tekanan dari fans, dan ancaman pemecatan kini menghantui.

Akhir pekan ini, lima manajer Liga Inggris benar-benar membutuhkan hasil positif. Kemenangan akan menjadi penyelamat, sedangkan kekalahan bisa menjadi awal dari kejatuhan.

Berikut daftar lima manajer yang paling membutuhkan kemenangan untuk mempertahankan kursi mereka di Liga Inggris.


1. Scott Parker (Burnley)

Scott Parker. Pelatih asal Inggris berusia 41 tahun ini dipecat Bournemouth pada 30 Agustus 2022 setelah menukangi klub sejak awal musim 2021/2022. Legenda Fulham ini dipecat usai Bournemouth menderita kekalahan telak 0-9 dari tuan rumah Liverpool pada pekan ke-4 Liga Inggris 2022/2023 (27/8/2022). Dari total 4 laga di Liga Inggris musim ini, Bournemouth dibawanya meraih 1 kali kemenangan dan 3 kali kalah. (AFP/Oli Scarff)

Burnley masih berjuang keras untuk menyesuaikan diri di Liga Inggris. Tim promosi itu sudah menunjukkan semangat tinggi, tetapi hasil di lapangan belum maksimal.

Scott Parker memahami tantangan ini, namun waktu tak akan selalu berpihak padanya. Burnley baru mengoleksi empat poin dari tujuh laga dan belum pernah mengalahkan tim yang bertahan di liga musim lalu.

Dua laga berikutnya, melawan Leeds dan Wolves, bisa menjadi penentu nasib Parker. Jika gagal menang sebelum menghadapi Arsenal, posisinya mungkin mulai terancam.


2. Arne Slot (Liverpool)

Manager Liverpool, Arne Slot, memimpin anak asuhnya pada pekan 1 Liga Inggris 2025/2026 melawan Bournemouth di Anfield, Sabtu (16/8/2025). (Paul ELLIS / AFP)

Arne Slot menghadapi tekanan besar di Liverpool. Setelah performa buruk menjelang jeda internasional, The Reds kini tertinggal satu poin dari Arsenal di puncak klasemen.

Slot membutuhkan kemenangan atas Manchester United untuk meredam rumor krisis. Kegagalan menang di Anfield bisa memperpanjang tren tanpa kemenangan hingga lebih dari sebulan.

Jika Liverpool berhasil menang, situasi akan kembali tenang. Namun jika kalah, Slot bisa menghadapi tekanan besar dari media dan fans yang mulai meragukan proyeknya.


3. Vitor Pereira (Wolves)

Manajer Wolverhampton Wanderers, Vitor Pereira, bertepuk tangan kepada para pendukung yang datang di akhir pertandingan Liga Inggris antara Bournemouth dan Wolverhampton Wanderers di Bournemouth, Inggris, Sabtu, 23 Agustus 2025. (AP Photo/Sean Ryan)

Vitor Pereira masih mencari kemenangan pertamanya bersama Wolves musim ini. Performa tim yang belum stabil membuat posisinya semakin sulit dipertahankan.

Lanjut Baca:

Dua hasil imbang sebelum jeda memberi sedikit harapan, tetapi itu belum cukup. Lawatan ke markas Sunderland menjadi kesempatan terakhir untuk menunjukkan kemajuan nyata. Jika Wolves kembali gagal menang, kesabaran manajemen bisa habis. Dengan klub lain mulai menemukan ritme permainan, tekanan terhadap Pereira akan semakin berat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya