Layanan Transjakarta Koridor 9 dan 13 Alami Keterlambatan, Ini Penyebabnya

Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya waktu tunggu (headway) sejumlah rute utama dan non-BRT.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 17 Oktober 2025, 17:25 WIB
Untuk diketahui, sepanjang 2024, Transjakarta melayani 371,4 juta pelanggan dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah layanan Transjakarta mengalami keterlambatan pada Jumat (17/10/2025) akibat kepadatan lalu lintas di kawasan Pancoran karena adanya aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Trans 7.

Menurut Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transjakarta, Ayu Wardhani kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya waktu tunggu (headway) sejumlah rute utama dan non-BRT.

Ia menjelaskan, keterlambatan disebabkan oleh dua faktor utama, yakni kemacetan di ruas jalan Pancoran serta adanya aksi unjuk rasa di sekitar area perkantoran media tersebut.

“Sejumlah layanan Transjakarta mengalami keterlambatan kedatangan (headway lebih lama) karena kepadatan lalu lintas di area Pancoran, dan juga karena adanya aksi penyampaian pendapat di depan Kantor Trans 7,” kata Ayu dalam keterangan tertulis, Jumat (17/10/2025).

Dia menyebut, beberapa rute utama TransJakarta yang terdampak di antaranya Koridor 9 (Pinang Ranti–Pluit) dan Koridor 13 (Ciledug–Tendean). Sementara itu, sejumlah rute non-BRT lainnya seperti 9A, 9C, 9D, 6U, 6V, 7B, 7Q, 5N, 4K, 13B, L13E, dan P11 juga mengalami keterlambatan.

 

Sampaikan Permohonan Maaf

Penumpang turun dari bus Transjakarta tujuan Kota-Blok M di Halte Pullman, Jakarta,Sabtu (10/10/2020). Moda transportasi umum Transjakarta tetap beroperasi normal, tapi untuk menurunkan penumpang tidak di lajur Bus Transjakarta karena Halte Utama Transjakarta di rusak. (merdeka.com/Imam Buhori)

“Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami terus berupaya mengatur pola operasi di lapangan agar layanan tetap berjalan dengan aman dan terkendali,” jelas Ayu.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan jadwal perjalanan dan mempertimbangkan rute alternatif. Transjakarta juga mendorong pelanggan memanfaatkan aplikasi Transjakarta untuk memantau posisi bus secara real-time.

“Kami mengimbau pelanggan untuk memantau kondisi terkini melalui aplikasi dan menyesuaikan perjalanan sesuai situasi di lapangan,” ujar Ayu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya