Rahasia di Balik Disiplin Cristiano Ronaldo: Tak Pernah Ikut Minum, Selalu Pertama di Latihan

Ben Foster mengungkap perilaku Cristiano Ronaldo di Manchester United: disiplin ekstrem, menolak minum bersama rekan, dan selalu jadi yang pertama datang ke latihan.

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 17 Oktober 2025, 05:40 WIB
Selebrasi Cristiano Ronaldo dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Portugal vs Hungaria, Rabu (15/10/2025). (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta Ben Foster, mantan kiper Manchester United, baru-baru ini mengungkap sisi lain Cristiano Ronaldo yang jarang diketahui publik. Menurutnya, bintang Portugal itu hampir tidak pernah terlibat dalam kegiatan santai tim, termasuk ajakan minum bersama rekan setimnya.

Foster menyebut Ronaldo selalu fokus penuh pada kariernya bahkan sejak masih muda di Old Trafford. Ia tak pernah melewatkan kesempatan untuk berlatih lebih keras, menjadi pemain pertama yang tiba di kompleks latihan Carrington dan yang terakhir meninggalkan lapangan.

Kedisiplinan itu, menurut Foster, bukan hanya kebiasaan, melainkan gaya hidup yang menjadikan Ronaldo berbeda dari pemain lain.

“Dia selalu yang pertama datang dan terakhir pergi,” ujarnya dalam program talkSPORT. “Saya kadang datang lebih pagi, tapi dia sudah ada di sana, selesai pijat dan sedang di gym.”


Menolak Minum Demi Profesionalisme

Cristiano Ronaldo untuk pertama kalinya tampil pada laga pramusim Manchester United melawan Rayo Vallecao yang berlangsung di Old Trafford, Minggu (31/07/2022). Sebelumnya, sang pemain diisukan akan hengkang dari Setan Merah pada bursa transfer musim panas 2022/2023. Pada laga ini, Ronaldo diturunkan sebagai starter oleh pelatih Erik ten Haag namun kemudian digantikan oleh Amad Diallo pada 45 menit babak pertama. Sementara itu, laga berakhir dengan skor 1-1. (AFP/Nigel Roddis)

Foster bercerita bahwa di klub sepak bola, menghadiri acara sosial seperti pesta Natal tim dianggap penting. Namun, Ronaldo memilih untuk tidak ikut, dan rekan-rekannya maklum karena tahu alasan di balik sikap itu.

Ronaldo bukan seorang peminum. Ia sadar risikonya sebagai figur publik, terutama jika ada orang yang ingin memanfaatkannya dalam situasi yang tidak menguntungkan. “Dia tidak tertarik untuk ikut keluar minum,” kata Foster.

“Dia tahu ada orang yang bisa memotret atau menempatkannya dalam posisi yang buruk. Ronaldo ingin melakukan segalanya dengan benar.”

Keputusan itu sejalan dengan karakter profesionalnya di lapangan. Bagi Ronaldo, menjaga tubuh dan reputasi adalah bagian dari tugasnya sebagai pemain. Sikap ini membuatnya tetap kompetitif bahkan di usia 40 tahun, ketika ia masih rutin mencetak gol untuk Al Nassr dan tim nasional Portugal.


Rahasia Panjang Umur di Dunia Sepak Bola

Cristiano Ronaldo (kanan) saat Timnas Portugal kalahkan Hungaria. (Attila KISBENEDEK / AFP)

Hingga kini, Ronaldo telah mencetak 143 gol dari 225 laga bersama timnas Portugal dan lebih dari 800 gol di level klub. Foster percaya bahwa semua pencapaian itu lahir dari komitmen dan konsistensi luar biasa selama dua dekade lebih.

“Tidak ada yang bisa melakukan apa yang Ronaldo lakukan dan bertahan di level itu selama ini,” ujar Foster. “Dia mungkin tidak mau terlibat dalam hal-hal di luar lapangan, tapi soal latihan dan profesionalisme, dia nomor satu.”

Sikap serius Ronaldo juga membuatnya disukai oleh pelatih legendaris Sir Alex Ferguson. Foster menyebut Ronaldo sebagai “anak kesayangan pelatih”, bukan karena kedekatan pribadi, melainkan karena dedikasinya yang tanpa cela.

“Ferguson selalu berbicara baik tentang Ronaldo,” kata Foster. “Dia memang pantas dipuji karena selalu bekerja dengan cara yang benar.”

 
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya